Radar Cianjur »
Metro Cianjur
»
Buruh Cianjur Pilih Kerja di Luar Daerah
Buruh Cianjur Pilih Kerja di Luar Daerah
Posted by Radar Cianjur on Senin, 09 November 2015 |
Metro Cianjur
CIANJUR – Menteri
Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Mohammad Hanif Dhakiri, yang beberapa waktu lalu
berkunjung ke Cianjur dalam rangka peresmian salahsatu pabrik sepatu, pernah menjamin bahwa
buruh akan memperoleh kenaikan gaji setiap tahunnya. Hal tersebut dikemukakan
sebagai upaya peningkatan kesejahteraan tenaga kerja, yang harus pula
dijalankan oleh pihak-pihak terkait.
Padahal, Cianjur
sudah terlihat memiliki puluhan industri yang berdiri. Bahkan tak jarang
pendirian industri harus mengalihfungsikan lahan pertanian dengan alasan
penyerapan tenaga kerja di Cianjur. Namun, pada realisasinya, dalam jangka
waktu sepuluh tahun terakhir saja, angka kemiskinan tetap tak dapat ditekan.
Kesejahteraan masyarakat pun tak mengalami peningkatan yang berarti.
Seperti yang
disampaikan oleh Ai (22), warga Limbangan Sari, Kecamatan Cianjur. Seusai lulus
dari pendidikan Sekolah Menengah
Kejuruan (SMK), Ai lebih memilih untuk bekerja di salahsatu pabrik sepatu yang
bertempat di Jalan Raya Sukabumi-Cianjur, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten
Sukabumi,
karena gaji yang ditawarkan di tempat tersebut lebih menjanjikan.
“Bukan tidak mau
kerja di Cianjur, tapi selain untuk menambah pengalaman, disana gaji dan
tunjangan lainnya lebih menjanjikan. Jadi saya bisa menyimpan uang buat bekal
masa depan saya nanti,” kata Ai.
Menanggapi hal
tersebut, Sekretaris
Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi)
Kabupaten Cianjur, Cecep Suherman, melihat, kondisi semacam ini seolah tak kunjung mendapat perhatian
serius dari pihak-pihak terkait.
Cecep membeberkan,
Upah Minimun Kabupaten (UMK) Cianjur di tahun 2015 masih tergolong rendah,
yakni Rp 1,6 juta. Lebih rendah dibandingkan tetangganya, Kabupaten Sukabumi
dengan UMK sebesar Rp Rp 1.940 ribu, Kabupaten Bogor dengan UMK sebesar Rp
2.590 ribu serta Kabupaten Bandung Barat dengan UMK sebesar Rp 2.004.637.
“Inilah kenapa
banyak masyarakat Cianjur yang lebih memilih untuk bekerja di luar Cianjur.
Nilai dari kerja keras mereka lebih dihargai,” sindirnya.
Cecep berharap agar
berbagai pihak terkait, khususnya pemerintah dapat menaruh perhatian lebih
serius terhadap permasalahan tersebut.
“Pada momentum
politik seperti sekarang ini, tingkat kesejahteraan tenaga kerja selalu
dijadikan senjata utama para calon kepala daerah. Kalau memang mau mendapat
perubahan yang berarti, jangan muluk-muluk, yang realistis saja,” tegasnya. (cr2)
Populer
-
Menjadi pimpinan dalam suatu perusahaan merupakan tanggungjawab yang besar. Wendy Hilman Natsir yang merupakan Branch Manager Bank Muama...
-
FOTO: RISMA RUSTIKA SARI/RADAR CIANJUR JASA: Agus Sutriadi Usman menerima penghargaan Bintang Pancawarsa II atas dedikasinya pada Pram...
-
CIANJUR-Suhu politik di Jawa Barat mulai memanas, seiring dengan akan diadakannya pesta demokrasi pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jaw...
-
CILAKU - Perumahan Pondok Indah Cianjur di Jalan Raya Cibeber, Kecamatan Cilaku, merupakan perumahan bersubsidi, yang strategis, dan d...
-
CIANJUR-Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur memindahkan lokasi pelaksanaan job fair ke SMK PGRI 3 Cianju...
-
Bantuan UPZ Warungkondang WARUNGKONDANG - Kebahagiaan kini hinggap di keluarga miskin yang baru saja mendapatkan bantuan rehab rumah t...
-
Ukat Sukatma GEKBRONG – Ukat Sukatma, pria kelahiran 31 Desember 1957, sejak tahun 1984 telah mengabdikan dirinya untuk masyarakat, yai...
-
CIRANJANG – Warga yang bermukim di Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang, di sepanjang ruas Jalan Raya Bandung-Cianjur, me...

Tidak ada komentar: