Oki: Tawuran, Akibat Energi Pelajar tak Tersalurkan


CIANJUR-Tawuran pelajar di Cianjur sudah masuk kategori mengkhawatirkan dan membahayakan. Pasalnya, sudah sampai penghilangan nyawa. Kejadian tawuran yang terus berulang menandakan selama ini tidak ada perhatian dan fokus pemerintah Cianjur, untuk menciptakan ruang bagi pelajar dan generasi muda menyalurkan energinya.
"Dalam dua bulan ini saja, sudah dua kali tawuran dan keduanya ada korban meninggal. Bayangkan, pelajar-pelajar ini masih sangat muda, tapi sudah ada naluri menghilangkan nyawa. Inilah yang terjadi kalau pemkab tak beri ruang bagi generasi muda untuk salurkan energinya. Anak-anak ini adalah korban sistem yang tidak memihak kepada mereka,"ujar calon wakil bupati Cianjur, Aldwin Rahadian (Kang Oki).

Kang Oki mengatakan, berbagai persoalan sosial termasuk tawuran yang dalam satu dekade ini marak terjadi di Cianjur. Itu akibat menurunnya kualitas hidup masyarakat dan lingkungan lantaran tidak adanya ruang-ruang publik yang berkualitas. Lahan yang seharusnya bisa difungsikan sebagai ruang publik dialih fungsikan untuk kepentingan komersil dan industri. Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya inisiatif pemerintah untuk menggelar program, kegiatan, atau even untuk menyalurkan kreatifitas pelajar dan anak muda.

"Sudah puluhan tahun, ruang-ruang publik untuk keperluan olahraga, rekreasi, ruang terbuka hijau, dan gelaran event agar pelajar bisa mengekspresikan dirinya tidak tersedia.  Pelajar Cianjur tidak punya tempat untuk menyalurkan energinya yang berlebih. Akibatnya seperti sekarang ini, marak tawuran," jalas Kang Oki.

Menurut Kang Oki, tawuran pelajar yang terjadi di Cianjur bentuk protes sosial dari sistem yang tidak mendukung mereka. Sehingga pelajar tidak bisa sepenuhnya disalahkan apalagi diberi lebel negatif jika sering terjadi tawuran.

"Sekali lagi, anak-anak ini adalah korban dari keegoisan kita, orang-orang dewasa yang tidak mampu memahami apa yang mereka butuhkan. Selama ini, kita menepikan mereka dalam setiap kebijakan dan program pembangunan di Cianjur,"ujar Kang Oki.

Wajah pelajar dan generasi muda Cianjur harus berubah. Pelajar harus ditanya apa yang mereka butuhkan agar energi yang mereka punya bisa tersalurkan. Mereka harus ditanya kota Cianjur seperti apa yang mereka inginkan.

Kang Oki mengungkapkan, jika Paslon Suranto-Aldwin Rahadian dipercaya memimpin Cianjur, maka pembinaan pelajar dan generasi muda akan dijadikan salah satu  prioritas. Setiap musyawarah rencana pembangunan daerah mulai dari tingkat desa hingga kabupaten, pasangan ini akan libatkan pelajar dan generasi muda.
"Kita tanya program seperti apa yang mereka butuhkan. Saya yakin, ke depan nama-nama pelajar Ciajur tertulis di koran sebagai pemenang olimpiade fisika, matematika, kimia, juara debat dan cerdas cermat, bukan sebagai pelaku dan korban tawuran," yakin Kang Oki.(*/jun)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top