Muatan Berlebihan Penyebab Utama Truk Terbalik




Salah satu penyebab terjadinya kendaraan terguling pada saat melintas di jalan raya adalah muatan yang berlebihan. Berdasarkan data yang dihimpun, dalam dua hari terjadi kendaraan terguling , seperti yang terjadi di Desa Sukamanah, Kecamatan Cugenang, dan Desa Sukatani, Kecamatan Pacet. 
Ruas Jalan Raya Cugenang dan Pacet cukup terkenal memiliki medan jalan yang cukup berbahaya. Selain jalan menanjak dan menurun, ruas jalan ini memiliki sejumlah tikungan berkelok yang berbahaya.
Bukan hanya kendaraan biasa yang patut mewaspadai medan jalan Cugenang. Kendaraan berat seperti truk bermuatan berat yang kerap melintas di Jalur Cugenang juga harus ekstra hati-hati, terutama ketika melintas pada malam hari dan diguyur hujan.
Seperti musibah yang menimpa kendaraan pengangkut jerami yang dikemudikan Jaji (59) warga Kampung Jamali, Cikalongkulon, truk ini terbalik tepat di tanjakan Kedung Hilir, Desa Sukamanah, Kecamatan Cugenang, yang diduga akibat kelebihan muatan.
“Kejadiannya hari Rabu sekitar pukul 09.15 WIB.Kejadian ini membuat kami panik," aku Sofwan (44) salah seorang warga Desa Sukamanah.
Menurutnya, terbaliknya truk pengangkut jerami diduga akibat kelebihan muatan sehingga tidak  kuat menanjak. Kejadian tersebut tidak menimbulkan korban akibat tertimpa kendaraan. "Bodi bagian kendaraan ringsek. Padahal mereka mau membawa jerami ke peternakan sapi di daerah Cikalongkulon," tuturnya.
Tak hanya di wilayah Cugenang, kendaraan truk bermuatan pakan ayam juga mengalami nasib sama tepatnya di Jalan Kayumanis Desa Sukatani, Kecamatan Pacet.
Kepala Desa Sukatani Udin Sanusi mengatakan, sekitar pukul 20.30 WIB, Selasa (19/1), kendaraan truk terguling yang diduga akibat kelebihan muatan, kendaraan tersebut sempat berupaya mengendalikan kendaraan dengan cara mengerem. Namun mobil tetap melaju dan akhirnya terbalik di tengah badan jalan.

“Sopir tampaknya susah mengendalikan kendaraan. Atas kejadian ini, kami akan meminta kepada pihak terkait agar jalan Kayumanis tidak dilintasi kendaraan kelebihan muatan,” katanya.(**)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top