Rambut Diganti Emas atau Perak


Tradisi Mencukur Bayi dan Syukuran 40 Hari

CIANJUR –Bagi kaum Muslimin di Indonesia, mencukur rambut bayi pada usia 40 hari merupakan sebuah hal yang sudah menjadi bagian dari tradisi. Rambut yang sudah dipotong itu kemudian ditimbangdan digantikan dengan emas atau perak yang beratnya sama dengan rambut bayi, untuk kemudian disedekahkan. Di Cianjur, hal ini pun sudah menjadi bagian dari tradisi yang mengakar di tengah masyarakat.
Suatu siang, di salahsatu rumah penduduk di Kampung Warungkiara, Desa Sukamaju, Cianjur, terlihat ratusan orang berkumpul hingga mereka tidak tertampung di rumah tersebut. Ternyata semuanya datang untuk mengikuti acara syukuran 40 hari umur bayi, dan pelaksanaan tradisi mencukur. Do'a-do'a terdengar dilantunkan dan terdengar hingga jauh ke luar rumah.
Mencukur rambut bayi dimaksudkan untuk membersihkan atau mensucikan bayi dari segala macam najis, dan ungkapan syukuran atau terimakasih kepada Tuhan YME yang telah mengkaruniai anak yang lahir dengan selamat.
Pada pelaksanaannya,bayi dibaringkan di tengah-tengah para undangan disertai perlengkapan bokor yang diisi air kembang tujuh rupa dan gunting yang digantungi perhiasan emas berupa kalung, cincin, atau gelang untuk mencukur rambut bayi. Pada saat itu para undangan berdo’a dan membaca Barjanzi, biasa disebut dengan membaca marhabaan atau pupujian.
"Membacakan doa, mempunyai makna selamat lahir bathin dunia akhirat. Pada saat marhabaan itulah rambut bayi digunting sedikit oleh orang yang berdoa," tutur Minah (45), salahseorang warga.
Menurut Hj Hani atau biasa disapa Ceuceu (40), mencukur rambut bayi saat genap berusia 40 harimemang tidak ada dalam pertimbangan medis. Menurutnya itu hanya sekedar meneruskan tradisi. Namun pilihan waktunya cukup beralasan, dimana saat bayi berumur 40 hari pada umumnyakondisi ibunya sudah pulih seusai melewati proses persalinan yang sangat melelahkan,baik secara fisik maupun psikis. Pada umur itu, kondisi bayi juga dipastikan sudah cukup sehatdan kuat, dan siap bertemu banyak orang.
"Bayi kelak akan beranjak dewasa, dido’akan agar bisa soleh, berbakti, dan berguna bagi keluarga, bangsa, dan Agama,” katanya.
Ceuceu menambahkan, akar rambut terbentuk sejak janin berusia sekitar 8 minggu dan terus berkembang hingga lahir. Meskipuntak bisa digeneralisasi, rambut bawaan ini biasanya sangat tipis. Pada minggu-minggu pertama kelahirannya hingga bayi berusia 12 Minggu, biasanya rambut halus ini akan rontokdengan sendirinya. Ada juga yang kerontokannya sangat sedikit, seakan tak berkurang.
Ada juga yang mengatakan bahwa setelah dicukur, rambutakan tumbuh lebih lebat, tapi tentang ini tak ada pembenaran secara ilmiah. Masih menurut Ceuceu, banyak faktor yang mempengaruhi lebat tidaknya rambut. Selain faktor genetik, juga ada faktor gizi, lingkungan, hormonal, dan sebagainya.
“Banyak anak-anak yang sewaktu kecil rambutnya tipis, tapi karena rajin dirawa


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top