Radar Cianjur »
Cianjur Raya
»
Rambut Diganti Emas atau Perak
Rambut Diganti Emas atau Perak
Posted by Radar Cianjur on Rabu, 24 Februari 2016 |
Cianjur Raya
![]() |
| Tradisi Mencukur Bayi dan Syukuran 40 Hari |
CIANJUR –Bagi kaum Muslimin di
Indonesia, mencukur rambut bayi pada usia 40 hari merupakan sebuah hal yang
sudah menjadi bagian dari tradisi. Rambut yang sudah dipotong itu kemudian ditimbangdan
digantikan dengan emas atau perak yang beratnya sama dengan rambut bayi, untuk
kemudian disedekahkan. Di Cianjur, hal ini pun sudah menjadi bagian dari
tradisi yang mengakar di tengah masyarakat.
Suatu siang, di salahsatu rumah penduduk
di Kampung Warungkiara, Desa Sukamaju, Cianjur, terlihat ratusan orang berkumpul
hingga mereka tidak tertampung di rumah tersebut. Ternyata semuanya datang
untuk mengikuti acara syukuran 40 hari umur bayi, dan pelaksanaan tradisi mencukur.
Do'a-do'a terdengar dilantunkan dan terdengar hingga jauh ke luar rumah.
Mencukur rambut bayi dimaksudkan
untuk membersihkan atau mensucikan bayi dari segala macam najis, dan ungkapan
syukuran atau terimakasih kepada Tuhan YME yang telah mengkaruniai anak yang
lahir dengan selamat.
Pada pelaksanaannya,bayi dibaringkan
di tengah-tengah para undangan disertai perlengkapan bokor yang diisi air
kembang tujuh rupa dan gunting yang digantungi perhiasan emas berupa kalung,
cincin, atau gelang untuk mencukur rambut bayi. Pada saat itu para undangan
berdo’a dan membaca Barjanzi, biasa disebut dengan membaca marhabaan atau pupujian.
"Membacakan doa, mempunyai
makna selamat lahir bathin dunia akhirat. Pada saat marhabaan itulah rambut
bayi digunting sedikit oleh orang yang berdoa," tutur Minah (45),
salahseorang warga.
Menurut Hj Hani atau biasa disapa
Ceuceu (40), mencukur rambut bayi saat genap berusia 40 harimemang tidak ada dalam
pertimbangan medis. Menurutnya itu hanya sekedar meneruskan tradisi. Namun pilihan
waktunya cukup beralasan, dimana saat bayi berumur 40 hari pada umumnyakondisi
ibunya sudah pulih seusai melewati proses persalinan yang sangat melelahkan,baik
secara fisik maupun psikis. Pada umur itu, kondisi bayi juga dipastikan sudah
cukup sehatdan kuat, dan siap bertemu banyak orang.
"Bayi kelak akan beranjak
dewasa, dido’akan agar bisa soleh, berbakti, dan berguna bagi keluarga, bangsa,
dan Agama,” katanya.
Ceuceu menambahkan, akar rambut
terbentuk sejak janin berusia sekitar 8 minggu dan terus berkembang hingga
lahir. Meskipuntak bisa digeneralisasi, rambut bawaan ini biasanya sangat
tipis. Pada minggu-minggu pertama kelahirannya hingga bayi berusia 12 Minggu,
biasanya rambut halus ini akan rontokdengan sendirinya. Ada juga yang kerontokannya
sangat sedikit, seakan tak berkurang.
Ada juga yang mengatakan bahwa setelah
dicukur, rambutakan tumbuh lebih lebat, tapi tentang ini tak ada pembenaran
secara ilmiah. Masih menurut Ceuceu, banyak faktor yang mempengaruhi lebat
tidaknya rambut. Selain faktor genetik, juga ada faktor gizi, lingkungan,
hormonal, dan sebagainya.
“Banyak anak-anak yang sewaktu kecil rambutnya
tipis, tapi karena rajin dirawaPopuler
-
Menjadi pimpinan dalam suatu perusahaan merupakan tanggungjawab yang besar. Wendy Hilman Natsir yang merupakan Branch Manager Bank Muama...
-
FOTO: RISMA RUSTIKA SARI/RADAR CIANJUR JASA: Agus Sutriadi Usman menerima penghargaan Bintang Pancawarsa II atas dedikasinya pada Pram...
-
CIANJUR-Suhu politik di Jawa Barat mulai memanas, seiring dengan akan diadakannya pesta demokrasi pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jaw...
-
CILAKU - Perumahan Pondok Indah Cianjur di Jalan Raya Cibeber, Kecamatan Cilaku, merupakan perumahan bersubsidi, yang strategis, dan d...
-
CIANJUR-Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur memindahkan lokasi pelaksanaan job fair ke SMK PGRI 3 Cianju...
-
Bantuan UPZ Warungkondang WARUNGKONDANG - Kebahagiaan kini hinggap di keluarga miskin yang baru saja mendapatkan bantuan rehab rumah t...
-
Ukat Sukatma GEKBRONG – Ukat Sukatma, pria kelahiran 31 Desember 1957, sejak tahun 1984 telah mengabdikan dirinya untuk masyarakat, yai...
-
CIRANJANG – Warga yang bermukim di Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang, di sepanjang ruas Jalan Raya Bandung-Cianjur, me...


Tidak ada komentar: