Cianjur Timur Pengap Dicekik Pabrik


SUKALUYUMenjamurnya lahan industri di beberapa lokasi di wilayah Cianjur Timur, mulai dirasakan berdampak kepada kesehatan lingkungan. Kondisi Cianjur yang sebelumnya dikatakan berhawa segar, kini tak lagi sejuk dan resik setelah industri marak berdiri. Hal tersebut banyak dikeluhkan, terutama oleh warga yang bertempat tinggal dan berkegiatan dekat dengan lokasi berdirinya pabrik-pabrik milik industri yang ada.
Namun kondisi ini dibantah oleh Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Cianjur, Yono Ernawan, yang mengatakan bahwa meski banyak berdiri industri di Cianjur Timur, terutama di Kecamatan Sukaluyu, tapi udara terasa Cianjur masih tergolong normal, alias belum ada pencemaran udara secara signifikan. Meski demikian, ia mengatakan tidak bisa menduga kondisi 10 tahun ke depan
“Debu atau polusi udara yang terkadang menutupi jalan di jalur Sukaluyu, itu dikarenakan kondisi dan faktor cuaca. Bisa dikatakan kondisinya masih di ambang batas. Kami berharap, perusahaan-perusahaan selain menanam modal di Cianjur, juga mewujudkan gerakan penghijauan, seperti penanaman pohon," ujarnya.
Yono menambahkan bahwa sebelumnya pihaknya telah merekomendasikan hal tersebut kepada pihak-pihak perusahaan, agar membantu upaya meningkatkan penghijauan di lingkungan sekitar.
"Meminimalisir reduksi udara yang diakibatkan debu atau polusi. Kami selalu menegaskan, bahkan selalu menekankan kepada beberapa perusahaan, agar mengindahkan perawatan lingkungan," ungkapnya.

Kondisi polusi dan debu yang belakangan banyak dikeluhkan masyarakat, menurut Yono, hanya bersifat sementara. Menurutnya, debu atau polusi udara memang paling mudah dirasakan perubahannya, namun bisa hilang apabila terjadi peralihan cuaca, seperti dari musim panas ke musim hujan. (mat)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top