Curi Kabel, Empat Pemuda Diciduk


Buru Pemilik Kulit Kabel 9 Truk
CIANJUR-Jika di Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melaporkan pihak yang membuang kulit kabel ke gorong-gorong ke Polda Metro Jaya, di Cianjur beda cerita, empat pemuda malah mencuri kabel tembaga dari gudang barang bekas di wilayah Gekbrong Cianjur.
Ya, Satuan Polisi Sektor Warungkondang, berhasil menangkap empat orang pelaku pencuri kawat tembaga milik Budi Saputra (32), warga Kampung Cisaat RT 03/12, Desa Bojong, Kecamatan Karangtengah, Kamis (3/3).
Kapolsek Warungkondang, Kompol Robi Yanuar Soetjipto mengatakan, penangkapan tersebut hasil pengembangan dari laporan korban pada Rabu (2/3) bahwa gudang barang bekas milik korban yang beralamat di Kampung Cipadang RT 01/05 Desa Bangbayang, Kecamatan Gekbrong telah dibobol maling.
"Dari hasil penyelidikan, pelaku masuk ke dalam gudang sekitar pukul 22.00 WIB, dengan cara memanjat tembok, hingga pelaku pun berhasil membawa satu karung plastik berisi kawat tembaga dengan berat sepuluh kilogram," kata Kapolsek.
Lebih lanjut pihaknya langsung melakukan pengembangan perkara setelah melakukan olah tempat kejadian perkara sehingga berhasil menangkap empat orang tersangka.
AS (21) berhasil ditangkap di rumahnya di Kampung Citamiang RW 16/05, Desa Cintaasih, Kecamatan Gekbrong sedangkan DI (19), SA (21) dan AI (19) berhasil ditangkap di rumahnya di Kampung Bojongsari RT 09/03, Desa Cikancana, Kecamatan Gekbrong.
Saat diperiksa keempat orang pelaku mengakui perbuatannya dan barang hasil curian berupa kawat telah dijual ke daerah Cibeber. "Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya, saat ini (kemarin,red) pelaku ditahan di Mapolsek Warungkondang," pungkasnya.
Sementara itu, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya terus menelusuri pemilik kulit kabel sembilan truk yang ditemukan di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.
Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian mengatakan, bahwa terkait hal itu pihaknya telah memeriksa seorang saksi dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). "PLN sudah saya interview terkait temuan tersebut," ujar Tito di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (3/3).
Terpisah, Deputi Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Distribusi Jakarta Raya, Mambang Hertadi mengatakan, pihaknya sudah tidak mengerjakan proyek saluran listrik di gorong-gorong. "Sejak tahun 2000 tidak kerja di selokan," jelasnya.
Hertadi juga mengklaim, terdapat perbedaan jenis dan ukuran diameter kabel. Menurutnya, kabel yang ditemukan di bawah gorong-gorong, berbeda dengan kabel standar PLN yang berdiameter 45 sampai 75 cm.
"Sedangkan dari temuan di sana (Medan Merdeka Selatan) ditemukan panjang kupasannya 150 sampai 180 cm, jadi secara fisik saja sudah jelas terlihat," pungkasnya.(dil/jpnn)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top