Radar Cianjur »
Nasional
»
Sudah 42 Anggota DPRD jadi Tersangka
Sudah 42 Anggota DPRD jadi Tersangka
Posted by Radar Cianjur on Rabu, 02 Maret 2016 |
Nasional
JAKARTA-Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi Komisi Pemberantasan Korupsi Priharsa Nugraha menegaskan, sejak 2010 hingga 2016, sudah ada 42 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah di Indonesia yang dijadikan KPK sebagai tersangka.
Teranyar, KPK menetapkan enam anggota DPRD Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, sebagai tersangka dugaan suap pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2015 dan Laporan Pertanggungjawaban tahun 2014.
“Sejak awal 2010 sampai sekarang telah ada 42 anggota DPRD yang ditetapkan sebagai tersangka,” kata Priharsa kepada wartawan di markas KPK, Selasa (1/3).
Dia menjelaskan, sebagian besar anggota DPRD itu menjadi tersangka berkaitan dengan pengurusan anggaran pendapatan belanja daerah. Karenanya, kata Priharsa, selain memokuskan penindakan maka tahun ini KPK juga akan fokus pada penerapan e-budgeting di daerah. Hal itu untuk mencegah permainan dalam anggaran.
“Sekarang mengumpulkan best practice daerah yang sudah menerapkan untuk diaplikasikan ke daerah lain. Nanti akan direview sudah sejauh mana (penerapannya),” katanya.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menggalakkan langkah pecegahan, terutama di daerah-daerah yang punya potensi besar terjadinya tindak pidana korupsi. KPK beberapa waktu lalu mengundang Sekretaris Daerah dari enam provinsi rawan korupsi. Yakni, Banten, Sumatera Utara, Riau, Papua, Papua Barat, dan Aceh.
Deputi Bidang Pencegahan KPK Pahala Nainggolan mengatakan, KPK ingin daerah mengimplementasikan e-budgeting, e-procurement, dan perizinan Sumber Daya Alam (SDA) dengan benar, supaya tindak pidana korupsi dapat dicegah. Di samping itu, juga untuk mencegah kongkalikong maupun permainan dalam pengelolaan APBD.
Dia menegaskan, setelah belajar dari kasus-kasus yang menjerat kepala daerah sebelumnya, ada tiga permasalahan krusial yang terjadi di beberapa daerah. “Pengelolaan APBD diintervensi dari luar, masalah di pengadaan barang dan jasa, dan perizinan sumber daya alam terkait pertambangan dan kehutanan,” kata Pahala saat berbincang-bincang dengan JPNN.com, Minggu (21/2).(boy/jpnn)
Populer
-
USIA DINI: TK Al Azhar Cianjur mengajarkan kepada siswa sejak dini tentang sopan santun terhadap guru dan orang tua. CIANJUR-Mar...
-
MOMENTUM bulan Ramadan dimanfaatkan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Cianjur, Moch Ginanjar, untuk selalu m...
-
Ruas Jalan Raya Cipanas sudah menjadi langganan banjir, tak pelak kondisi ini semakin mempersulit pengendara ketika melintas. Amat dis...
-
CIANJUR- Pondok Pesantren At-Taubah Lapas Kelas II B Cianjur bina para narapidana dengan berbagai materi keagamaan. Harapannya agar kelak...
-
CIANJUR-Tahun ajaran 2016/2017 mendatang. SMK IT Al-Musyaroah Cianjur bakal membuka jurusan perbankan syariah. Guna mencetak siswa yang pah...
-
ILUSTRASI CIANJUR-Istilah 'Salam Pramuka' dan 'Salam OSIS' berada di daftar pencarian teratas dalam sebuah mesin telus...
-
ilustrasi GEKBRONG –Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Desa Cikancana, Bripka Arief Firmansyah, b...
-
BANDUNG-Persib Bandung harus bersabar untuk menurunkan Zulham Zamrun di laga resmi. Pasalnya, kondisi fisik Zulham hingga kin...


Tidak ada komentar: