Sukamanah Bangun Jembatan Swadaya



CIBEBER – Meskipun belum ada bantuan dari pemerintah maupun dinas terkait, peristiwa banjir bandang yang menyapu Jembatan Leuwinanggung di Kampung Leuwinanggung RT04/01, Desa Sukamanah, Kecamatan Cibeber, dihadapi sendiri oleh masyarakat setempat dengan membangun jembatan seadanya yang terbuat dari bambu secara gotongroyong.
Kendar Iskandar (38), salahseorang warga setempat mengatakan bahwa jembatan ini merupakan penghubung warga di dua desa yang tak bisa dilintasi akibat banjir pada hari Minggu (27/03) lalu."Pembangunan jembatan dilaksanakan sesuai kemampuan materi, tenaga, dan pikiran masing-masing. Ditaksir sudah habis sekitar 2 sampai 3 juta. Itu murni hasil swadaya masyarakat," terangnya.
Hal senada dikatakan Mas Dani (50), warga lainnya yang mengungkapkan bahwa keberadaan jembatan tersebut merupakan akses aktif yang sering dilintasi warga. Keberadaan jembatan itu sudah hampir 20 tahun, dan menurutnya, apabila tak ada pembangunan, pasti akan tersapu arus sungai lagi. Ia menilai bahwa seharusnya jembatan dibangun secara permanen karena bencana alam tahun ini bukan hanya menghajar satu jembatan saja. "Juga merusak hektaran lahan sawah milik warga, baik itu garapan lahan pertanian padi maupun palawija. Luapan air dari sungai Leuwinanggung juga masuk ke rumah penduduk. Sedikitnya ada sekitar 7 rumah termasuk Mushalla yang ada di dekat bantaran sungai," imbuhnya.
Kendar menambahkan, kalau harus menunggu bantuan, terlalu lama prosesnya, dan ia mempertanyakan bagaimana warga bisa melintas setiap hari. Sementara kalau mau melintas ke jalur daerah lain terlalu jauh, jaraknya antara 3 sampai 4 kilometer. Dan pembangunan ini juga menurutnya hanya untuk sementara waktu, daripada warga tidak bisa melintas."Syukur-syukur secepatnya ada bantuan dari pemerintah, itu yang diharapkan dan didambakan warga," pungkasnya. (mat)



Tidak ada komentar:

Write a Comment

⬆
Top