Radar Cianjur »
Cianjur Raya
»
Pembiayaan BPJS Tak Jelas
Pembiayaan BPJS Tak Jelas
Posted by Radar Cianjur on Selasa, 05 April 2016 |
Cianjur Raya
GEKBRONG - Keluarga pasien peserta BPJS yang dirawat di rumah
sakit Hermina Sukabumi, mengeluhkan pelayanan dan pembiayaan yang cenderung
tidak jelas selama mendapatkan perawatan di rumah sakit tersebut.
H Hamdan, Kepala Desa Sukaratu, Kecamatan Gekbrong, atau suami dari pasien
atas nama Hj Cucu Sumiatai (49) saat ditemui Radar Cianjur di rumahnya pada kemarin (04/04), mengungkapkan
kekecewaannya selama mendapatkan perawatan di rumah sakit Hermina Sukabumi dengan jaminan sebagai
peserta BPJS Kelas I, namun nyatanya tetap dikenai biaya cukup tinggi, dan
hanya sebagian kecil biaya yang ditanggung oleh BPJS.
“Istri saya menderita penyakit vertigo atau kejang
kejang, kemudian pada 11 Maret lalu dibawa ke rumah sakit Hermina Sukabumi untuk melakukan
pengobatan, dan baru beberapa hari dalam perawatan di rumah sakit, saya sudah diminta harus
membayar uang muka atau uang jaminan atas perawatan pasien oleh pihak BPJS di
rumah sakit itu. Padahal, saya telah dijamin BPJS Kelas I dan semua persyaratan administratif telah
diserahkan ke pengelola BPJS rumah sakit tersebut,
” katanya. Ia mengatakan, setelah satu minggu mendapat perawatan di rumah sakit tersebut dirinya kembali
mendapat tagihan senilai Rp21 juta dan hanya menerima klaim dari BPJS senilai Rp2,7 juta.
“Pada saat itu ruangan kelas 1 penuh dan saya
diarahkan oleh pihak rumah sakit masuk kelas VIP, jika seperti itu seharusnya saya hanya bayar selisih antara kelas 1 dan
kelas VIP, namun pada kenyatan nya saya harus bayar sisa Rp2,7 juta, dari total Rp21 juta,” katanya
Karena itu, pihaknya mempertanyakan ketidak jelasan
pembiayaan yang ditanggung BPJS.
"Kami ingin kepastian layanan terbaik dari BPJS,
tidak semau-maunya sendiri yang merugikan pasien peserta BPJS seperti kami dan
keluarga pasien lainnya," ujar dia. (dil)
Populer
-
CIANJUR - Pengurus Cabang Nhadlatul Ulama (PC NU) Kabupaten Cianjur, berpendapat rilis 200 Mubalig yang direkomendasikan kepada masyara...
-
JAKARTA-Terdakwa suap anggaran proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro di Kabupaten Deiyai, Papua, anggota Komisi VII DPR Dewie Yasin ...
-
METRO- Kondisi tumpukan sampah yang tercium bau dikeluhkan para pengendara dan warga Kampung Raweuy RT3/RW7, Desa Mekarsari, Kecamatan ...
-
ILUSTRASI KEMAMPUAN seksual pria di ranjang dipengaruhi oleh kebugaran fisik dan mental. Keduanya harus dilatih untuk mendapatkan kek...
-
JANGAN menilai usia yang masih belia dari 620 murid SD se-Jawa Barat yang mengikuti Latihan Gabungan (Latgab) di Sekolah Polisi Nega...
-
RAPIH: Suasana di dalam Kampus SMAN 2 Cianjur. Sejumlah siswa saat melangsungkan pertandingan bola basket. CIANJUR- SMAN 2 Cianjur...
-
SERANG - Bus yang mengangkut rombongan pendukung Persib Bandung dilempari pakai batu oleh sekelompok warga di Tol Tangerang-Merak ...
-
BANDUNG-Lelang barang para pemain Persib Bandung resmi dibuka pada Senin (18/4) dengan sepatu striker Samsul Arif sebagai p...

Tidak ada komentar: