Disdik Genjot Pembiasaan Keagamaan



CIANJUR-Maraknya kasus kekerasan seksual yang terjadi pada perempuan saat ini seperti yang ramai diperbincangkan disejumlah media sosial, cetak maupun elektronik. Mengingat pelaku kejahatan merupakan usia sekolah membuat sejumlah kalangan angkat bicara terhadap permasalahan itu.

Forum Komunikasi Umat Beragama Kabupaten Cianjur Cepi Jauharudin mengaku, pihaknya sangat prihatin terhadap peramasalahan tersebut. Pasalnya, permasalaahn itu bukanlah permasalahan yang biasa dan dalam hal ini semua pihak harus terlibat serta bertanggung jawab dalam menyelesaikan permasalahan itu. 

“Ini menandakan saat ini akhlak anak remaja sudah rusak. Hal itu disebabkan karena terlalu banyaknya tayangan televisi yang tidak berbobot atau mengandung unsur pendidikan, misalkan banyak mengandung pornografi, seperti di film banyak mengandung adegan ciuman, pegangan tangan,” kata Cepi
Menurutnya, dalam permasalahan itu harus ada kerjasama semua pihak antara orang tua siswa, sekolah, dinas pendidikan, pemerintah daerah serta masyarakat. Sehingga tidak ada lagi kaum perempuan yang menjadi korban kekerasan seksual. 

“Perlu adanya pembinaan akhlak secara terus menerus melalui kegiatan keagamaan di sekolah. Selain itu, dalam hal ini juga perlu adanya pengawasan orang tua secara ketat di rumah. Jangan sampai dalam pada saat melakukan pengawasan tersebut orang tua lengah,” terangnya. 

Sementara itu, Sekretaris  Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, Jumati mengatakan, permasalahan kekerasan yang terjadi pada perempuan merupakan permasalahan sosial yang terjadi di kalangan anak remaja. Tak hanya itu,  secara tidak langsung  juga  telah mencoreng nama baik dunia pendidikan. Maka dari itu untuk mengantisipasi hal tersebut agar tidak terjadi di Kabupaten Cianjur. Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur akan terus memantau segala aktivitas siswa di sekolah melalui para pengawas ditiap-tiap daerah. 

Selain itu, akan melakukan kerjasama dengan pihak kepolisian dan ulama  dalam hal pembinaan akhlak.

“Insya Allah kami terus gencar melakukan suatuu pembiasaan keagamaan ke tiap-tiap sekolah,” ungkapnya.(riz)


Tidak ada komentar:

Write a Comment

⬆
Top