Radar Cianjur »
Cipanas
»
KWC Dipermak, Kucurkan Dana Rp 18 M
KWC Dipermak, Kucurkan Dana Rp 18 M
Posted by Radar Cianjur on Kamis, 26 Mei 2016 |
Cipanas
PERLU PENATAAN : Areal parkir bus di sekitar
KWC. Selama ini, lokasi KWC tampak semrawut dan kumuh. FARHAAN/RADAR CIANJUR
|
CIPANAS -Kawasan Wisata Cibodas (KWC) yang
selama ini tampak semrawut dan kumuh, tak lama lagi bakal berubah. Melalui dana
Bantuan Provinsi Jawa Barat (Banprov) senilai Rp 18 miliar, kawasan wisata di
kaki gunung itu bakal akan ditata. Rencananya, penataan KWC akan dilakukan
tahun ini.
Sekdes Cimacan Syarifudin menuturkan, penataan KWC bisa terwujud setelah dilakukan penyampaian konsep penataan oleh Kades Cimacan kepada Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan secara langsung.
"Alhamdulilah, kami mendapatkan informasi dari Pemkab Cianjur, penataan Cibodas sudah masuk ke dalam rencana pembangunan tahun ini dengan nilai Rp 18 miliar. Dana tersebut bersumber dari Bantuan Provinsi (Banprov) Jabar," jelasnya kepada Radar Cianjur, kemarin.
Dia mengakui, penataan ini dilakukan di zona 1 hingga 5 areal KWC. Penatan sendiri dilakukan di tanah Pemkab Cianjur. "Luasnya sekitar 17 hektare," tambahnya.
Diakuinya, penataan ini memang sudah sangat dinantikan sejak lama oleh masyarakat Cimacan. Lantaran, areal KWC ini merupakan fasilitas umum. Bahkan pada 2003, Presiden RI Megawati Soekarnoputri kala itu sudah merencanakan pembangunan dan penatanaan KWC namun baru terealisasi saat ini.
"Selama ini areal KWC ini memiliki kondisi sosial yang kurang baik, warung di areal KWC menjadi rumah tinggal dan kumuh. Hal ini sudah berlangsung selama puluhan tahun," terangnya.
Pihaknya sangat berharap, pada penataan nanti Pemdes Cimacan bisa ikut dilibatkan dalam pembahasan konsepnya. Sehingga penataan bisa lebih maksimal, dan sesuai dengan keinginan warga.
Tokoh Masyarakat Cipanas Ade Kosasih menjelaskan, harus ada keterpaduan antara leading sektor di daerah KWC seperti TNGGP, Dinas Pariwisata dan KRC, setelah pembangunan dan penataan nanti. Sehingga masyarakat dan wisatawan tidak merasa diambil retribusi terus menerus dengan terpisah, dan dipersulit.
"Harusnya ada sosialisasi ke masyarakat mengenai proyek itu karena pembangunannya menggunakan dana pemerintah. Selain itu dampak dari proyek itu harus diperhitungkan dengan matang, jangan sampai berdampak buruk terhadap lingkungan," tambahnya.
Dia mengakui, warga pastinya mendukung penataan itu selama bisa dirasakan masyarakat umum.
"Makanya kami harapkan sosialisasi menyeluruh secara
terpadu oleh pemerintah," jelasnya.
Ia meminta agar proyek tersebut tidak dilaksanakan seperti yang sebelumnya. “Dulu sempat ada pembangunan kios, tetapi sudah pembangunan malah tidak bisa dimanfaatkan. Itu karena konsep dan aplikasi yang salah, apalagi penataan yang sekarang melalui dana banprov sehingga harus bisa dipertanggung jawabkan dengan jelas dan transparan," pungkasnya. (fhn)
Populer
-
JAKARTA-Pupus sudah harapan Jessica Kumala Wongso untuk keluar dari tahanan Sabtu (28/5). Pasalnya, Kamis (26/5), Kejaksaan Tinggi DKI Ja...
-
FOTO: MAMAT MULYADI/ RADAR CIANJUR JUARA: Tim bola voli putri Desa Cipeuyeum menjadi juara dalam rangkaian lomba HUT RI ke-71. HA...
-
Foto: Fadilah Munajat/ Radar Cianjur SERIUS: Tim penilai dari Kabupaten Cianjur melakukan penilaian terhadap posyandu Sartika 3 Desa M...
-
Wanita berparas cantik ini memiliki dua profesi yakni sebagai pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur sekaligus mahasiswa di UNSUR C...
-
JAKARTA-Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyebutkan, rasionalisasi alias pemangkasan jumlah PNS tidak akan sampai sejuta orang. Saat ini ju...

Tidak ada komentar: