Radar Cianjur »
Berita Utama
»
Mahasiswa Ngariung di Cianjur
Mahasiswa Ngariung di Cianjur
Posted by Radar Cianjur on Senin, 16 Mei 2016 |
Berita Utama
Mahasiswa se-Indonesia Bakal Serbu Cianjur
CIANJUR-Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Musyawarah Para Pemimpin Mahasiswa Indonesia (MP2MI) tengah bersiap diri jelang Saresehan Nasional pada Rabu-Jumat (18-20/5) mendatang. Tema besar yang diangkat adalah "Nawacita, Solusi atau Delusi Kebangsaan". Nawacita sendiri berisi tentang sembilan program prioritas presiden Joko Widodo yang berpedoman pada Trisakti Bung Karno.
Ketua panitia pelaksana lokal Cianjur, Abdullah Baihaki menjelaskan, Saresehan Nasional digelar sebagai pembuka menyongsong beberapa kegiatan setelahnya seperti musyawarah MP2MI, deklarasi, peringatan Hari Kebangkitan Nasional, hingga Long March secara serentak di tiga lokasi utama, Istana Cipanas, Istana Bogor dan Istana Merdeka, Jakarta.
"Cianjur secara konsisten turut serta ambil bagian dalam kegiatan nasional semacam ini. Terlebih, kali ini Cianjur menjadi tuan rumah dalam beberapa kegiatan," jelas mahasiswa STAI Al Azhary tersebut.
Menurut Abuy (sapaan akrab Abdullah Baihaki), Indonesia dalam masa kepemimpinan Presiden Jokowi merancang sembilan program prioritas yang disebut Nawacita. Konsep ini disebut Jokowi berpedoman kepada Trisakti Bung Karno. Abuy memaparkan, Pada pertengahan tahun 1960an, Soekarno tidak setuju apabila Indonesia harus tunduk dalam kekuasaan imperialis Barat yang semakin menghegemoni. Untuk menciptakan kesejahteraan, Indonesia tidak bisa bergantung kepada konsep ekonomi kapitalisme blok Barat yang dianggapnya eksploitatif. Indonesia harus mampu menciptakan kemerdekaan ekonomi.
"Kemerdekaan ekonomi mesti ditempatkan dalam konteks cara berpikir revolusi Indonesia. Sebab revolusi dalam pengertian ini bukanlah amuk-amukan, kekerasan atau penghancuran fisik. Tapi revolusi adalah cara bertindak revolusioner untuk menciptakan tatanan masyarakat yang adil," papar dia.
Nawacita sesungguhnya, masih kata Abuy, secara substansial merupakan turunan dari ide Trisakti. Dalam Nawacita Presiden Jokowi mempunyai sembilan program yang ingin memperkuat kemandirian ekonomi dengan cara menggerakan ekonomi rakyat yang strategis dan memberikan perhatian kepada produk-produk Indonesia serta mendorong land-reform. Dalam bidang politik, Nawacita menginginkan terciptanya negara kuat dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum, memperkuat pertahanan maritim serta negara tidak abai dalam membangun tata pemerintahan yang demokratis dan melindungi seluruh rakyat Indonesia. Dalam strategi kebudayaan, Nawacita secara jenius menyadari bahwa Indonesia dibentuk dari kolektivitas kebudayaan yang dibangun dari daerah-daerah, desa-desa kemudian menjadi Indonesia. Berkepribadian dalam kebudayaan dapat dicari dari khazanah kebudayaan Indonesia yang begitu luas bukan dari luar.
"Secara historis, Trisakti pada akhirnya macet di tengah jalan karena gejolak peristiwa 1965 dengan Tuntutan Tritura yang menghancurkan mimpi-mimpi Soekarno terhadap pembangunan Indonesia. Dalam rel yang sama, Nawacita adalah perpanjangan dari cita-cita Trisakti Soekarno. Apakah Presiden Jokowi mampu mengemban semangat ideologis Trisakti Soekarno dalam Nawacita? Atau justru malah akan melahirkan tritura baru?," ungkap Abuy.
Maka dari itu, Abuy bersama para Pemimpin Mahasiswa Indonesia akan melakukan Musyawarah untuk melakukan evaluasi dan mencari solusi-solusi atas berbagai permasalahan bangsa. "Agenda ini juga sekaligus merupakan peringatan Hari kebangkitan Nasional dan peringatan Reformasi Indonesia yang akan di isi dengan Longmarch Tiga Istana Negara sekaligus mendeklarasikan Hasil-hasil Musyawarah," bebernya. (*/lan)

Tidak ada komentar: