TKI Bojongpicung Meninggal di Saudi Arabia

SEDIH: Enung Kurnia (48), meninggal di Saudi Arabia dan baru diketahui pihak keluarga saat menghubungi untuk menanyakan kiriman uang.


Tanyakan Kiriman, Dapat Kabar Duka

Begitu terpukul keluarga Enung Kurnia (48), seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di Saudi Arabia, selang dua jam sejak saling berkomunikasi lewat Blackberry Messenger (BBM) dengan Enung, mereka mendapat kabar bahwa Enung telah meninggal dunia.

Laporan Mamat Mulyadi, Bojongpicung

Tidak lama setelah berkomunikasi lewat BBM dengan Enung, Obar Setiawan (50), sang suami menerima kontak lewat telepon dari menantu majikan isterinya, Radi (40), bahwa Enung telah meninggal dunia di salahsatu rumah sakit kota Mekah, akibat serangan jantung

Tentu saja kabar ini dirasakan sebagai pukulan yang luar biasa bagi Obar dan keluarga Enung binti Darma, warga Kampung Citalahab RT02/02, Desa Cikondang, Kecamatan Bojongpicung.

Enung bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah milik majikannya, Ismil Muhamed Husen, berangkat ke Saudi Arabia pada tahun 2004 melalui penyalur kerja PT Salman yang beralamat di Depok. Dari Cianjur, ia dibawa oleh sponsor Ai bin Dasuki, warga Kampung Pasirnangka RT02/04 Desa Sukasirna, Kecamatan Sukaluyu.

"Isteri saya baru pulang satu kali. Padahal bekerja menjadi TKW sebagai PRT sudah cukup lama, sekitar 21 tahun. Pulang tahun 2006," kata Obar.

Kepada Radar Cianjur Obar menceritakan, sekitar pukul 06.00 WIB ia masih bisa berkomunikasi dengan isterinya lewat BBM, dan isterinya sempat menanyakan tentang kiriman uang, apakah sudah diterima atau belum. Ternyata kiriman uang dari isterinya itu belum diterima.

"Selang dua jam kemudian, saya menerima kontak melalui telepon dari menantu majikannya, bahwa isteri saya telah meninggal dunia di rumah sakit,” kata Obar yang mengaku kaget dan nyaris tak percaya mendapat kabar tentang kepergian isterinya itu

Mendengar berita duka
itu, pihak keluarga mengaku tidak percaya, dan menimbulkan kecurigaan. Kedua anak Enung bahkan menangis hingga tidak sadarkan diri.

"Pihak keluarga merasa terpukul. Anak dan keluarga besar merasa prihatin dan sedih. Bukan uang kiriman yang diterima, melainkan kabar duka,” lanjut Obar dengan sedih.

Atas hasil kesepakatan dengan pihak majikan, pihak keluarga meminta agar jenazah almarhumah dipulangkan ke kampung halaman, dan akan dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) terdekat.
 Untuk keperluan pemulangan jenazah tersebut, pihak majikan dan pihak pemerintahan Saudi Arabia menyatakan telah siap, tinggal mengunggu rekomendasi dari pihak pemerintahan Indonesia.

Anggota Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Cikondang yang juga mantan seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI), Aom Somawijaya (50), menyatakan bahwa pihaknya akan ikut mendampingi keluarga almarhumah untuk mengurus pemulangan jenazah, dan mengurus hak-haknya sesuai dengan Undang-undang yang berlaku.

Pihak majikan di Saudi Arabia mengisyaratkan itikad baik tentang hal ini, dimulai dari kesiapan pemulangan jenazah ke Indonesia.


"Katanya silakan saja. Sekarang tinggal menunggu kesepakatan antara pihak keluarga dan rekomendasi dari pihak pemerintahan Indonesia," jelasnya. (**)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top