Radar Cianjur »
Berita Utama
»
Rakornas Bahas Pengembangan SDM Pariwisata
Rakornas Bahas Pengembangan SDM Pariwisata
Posted by Radar Cianjur on Selasa, 26 Juli 2016 |
Berita Utama
| Arief Yahya. Foto: dok.JPNN.com |
Menurut Menpar, kualitas minimal adalah standar MEA –Masyarakat Ekonomi ASEAN--, sehingga memiliki keunggulan komparatif jika dibandingkan dengan tenaga kerja dari negara lain.
Dikatakan, hal tersebut penting untuk mendukung promosi, juga pengembangan destinasi dan industri pariwisata.
“Kerahkan semua resources di perguruan tinggi pariwisata kita. Karena harus berpacu melawan tuntutan pengembangan destinasi dan industri,” tegas Menteri Arief, Senin (25/7).
Kemenpar mengagendakan kegiatan peningkatan kualitas pendidikan dan SDM Pariwisata di tanah air. Bertempat di Hotel Golden Tulip Bali, akan digelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) perguruan tinggi negeri dan swasta, 3-5 Agustus mendatang.
Deputi Kelembagaan Kemenpar Ahman Sya menjelaskan Rakornas itu bakal diikuti perguruan tinggi yang memiliki fakultas, jurusan dan program studi pariwisata tahun 2016.
”Rencananya Rakornas akan diikuti 120 perguruan tinggi dan undangan lainnya. Total peserta yang akan hadir rencananya sebanyak 300 orang. Jika tidak ada halangan, acara ini akan dihadiri Menteri Pariwisata sebagai keynote speaker,” ujar Ahman.
Lanjut Ahman, pihaknya sudah menyiapkan narasumber yang kompeten dalam upaya menciptakan SDM yang andal.
Rakornas itu nantinya membangun komitmen bersama untuk menyukseskan pembangunan pariwisata sebagai leading sektor pembangunan nasional. Rakornas tersebut nantinya juga akan menggagas terobosan dalam percepatan pembangunan pariwisata.
Selain itu, Rakornas akan membahas bagaimana melakukan pembagian tugas dan tanggung jawab dalam menyukseskan 10 destinasi prioritas untuk mewujudkan Bali-Bali baru sebagai tempat destinasi yang diunggulkan di tanah air.
”Dan yang terakhir kami akan langsung turun ke Kampus dengan mewujudkan program Pariwisata Goes to Campus sebagai program yang nyata menciptakan kader-kader pariwisata yang berpotensi untuk pariwisata kita tercinta,” beber pria asal Ciamis yang pernah studi di Belgia itu.(jpnn)

Tidak ada komentar: