Keluh Kesah Amad, Pejuang Kemerdekaan di Peteuycondong Usia Lebih dari Satu Abad, Pengajuan Pensiun Selalu Ditolak

FOTO: FADILAH MUNAJAT/ RADAR CIANJUR
TERLUPAKAN: Pejuang kemerdekaan asal Desa Peteuycondong, Amad tak pernah mendapatkan gaji setelah pensiun hingga kemarin.



JASA Amad tak bisa dihitung oleh nominal uang. Perjuangannya untuk mengusir penjajah ternyata tak diimbangi dengan apresiasi. Diusianya yang sudah 101 tahun ini, Amad belum pernah memperoleh dana pensiun hingga kemarin.

Laporan: FADILAH MUNAJAT, Cibeber

KEMERDEKAAN bangsa Indonesia yang genap 71 tahun ternyata belum sepenuhnya dirasakan oleh Amad warga kampung Bedeng Pasirbata RT 02, RW 07 Desa Peteuycondong, Kecamatan Cibeber. Pria yang juga merupakan seorang veteran perang di Cianjur ini mengaku kesuliatan ekonomi terus menderanya karena gaji pensiun tak kunjung didapat.

Sepertinya perjuangan tidak pernah berakhir. Dulu dirinya berjuang untuk kemerdekaan sebuah negara yaitu negara Indonesia, sedangkan untuk saat ini ia masih harus berjuang untuk memperjuangkan haknya. Hak mendapatkan pensiun sebagai bentuk penghargaan pemerintah untuk pejuang yang pernah
menaruhkan nyawanya untuk sebuah kemerdekaan, tak kunjung Amad terima.

“Permohonan pensiun yang dulu pernah diajukan hingga kini belum dikabulkan,” kata Amad kepada Radar Cianjur (20/08). Meski hidup serba pas-pasan dan fisiknya sudah tua, namun Amad, masih mempunyai semangat juang yang tinggi.

Selain suaranya masih lantang dan daya ingatnya pun masih cukup tinggi, ia masih ingat betul dengan kisah perjuangannya bersama rekan-rekannya, saat berperang melawan penjajah Belanda. “Saat itu saya masih berusia 25 tahun, sudah ikut bergabung dengan pasukan untuk melawan kolonial Belanda. Dan saya juga sempat ikut bergerilya,”katanya (**)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top