Rp25 Juta Dibangun Asal-asalan

CIDAUN- Hasil pembangunan jalan Desa Neglasari dinilai buruk. Anggaran sebesar Rp25 juta yang dialokasikan untuk pembangunan rabat beton ternyata mengecewakan dan dikeluhkan warga. Baru tiga bulan dibangun, jalan sepanjang 500 meter langsung rusak dipenuhi retak-retak.

Sadar dengan kondisi ini, sejumlah warga dan tokoh masyarakat Desa Neglasari pun berinisiatif untuk melaporkan dugaan penyelewengan dana ini kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur. Dalam surat itu, warga mengirim empat lembar lampiran yang disertai dengan foto-foto bukti rusaknya jalan.

Warga Desa Neglasari, Ajang Sugianto (45) memaparkan, pembangunan jalan dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama, pembangunan dilakukan sepanjang 500 meter dengan lebar 2,5 meter. Nah, pada tahap kedua, pembangunan akan dilanjutkan sepanjang 300 meter, sehingga total jalan yang dibangun menjadi 800 meter.

Pembangunan jalan 800 meter ini merupakan akses yang mencakup dua kampung, dari Kampung Kubangloa hingga Cimuncang. "Pelaksananya Ketua BPD Desa Neglasari yang merangkap sebagai Ketua TPK," tulis Agung disertai warga lainnya, M Aziz Purwanandika (40).

Hal senada diungkapkan warga Desa Neglasari lainnya, Ade Sumarna (35). Menurutnya, jalan yang rusak setelah tiga bulan dibangun itu tidak sesuai karena dalam rancangan bangun jalan seharusnya memakai Lapis Pondasi Agregat Kelas B. "Pada kenyataannya, agregat tersebut tidak dipakai dan pembayran upah kerja tidak sesuai," tuturnya diamini Kurniawan (37).

Ia mengungkapkan, anggaran yang digunakan untuk pembangunan jalan 500 meter dibebankan pada lima RW dengan total Rp25 juta. Warga menduga, jalan dibangun secara asal-asalan dengan memakai anyaman bambu lalu dicor sehingga jalan tidak bisa bertahan lama. "Kami warga masyarakat Desa Neglasari memohon Kepala Kejari Cianjur untuk memanggil Kepala Desa beserta BPD yang membangun jalan tanpa rancang bangun yang sesuai," paparnya kepada Radar Cianjur. (yaz)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top