Radar Cianjur »
Berita Utama
»
Bayi Baru Lahir, Sudah Kena Penyakit Langka
Bayi Baru Lahir, Sudah Kena Penyakit Langka
Posted by Radar Cianjur on Jumat, 17 Februari 2017 |
Berita Utama
Malang benar nasib yang dialami Rindiani Rosmiati, bayi perempuan pasangan Muhammad Iyep (32) dan Neneng Rosyani (25) warga Kampung Baru RT02 RW20 Kelurahan Pamoyanan Kecamatan Cianjur. Rindiani baru dilahirkan pada Sabtu (11/2) lalu di RSUD Cianjur. Sejak itu pula Rindiani nampak lahir dengan kondisi yang memprihatinkan. Bagian belakang tempurung kepala Rindiani yang masih lunak terdapat tonjolan.
Ayahanda Rindiani, Muhammad Iyep menuturkan, berdasarkan hasil pemeriksaan RSUD Cianjur, anak ketiganya itu didiagnosa mengidap penyakit Anensefalus. Iyep yang masih awam mengaku kebingungan dengan kondisi anaknya tersebut. Apalagi setelah melihat ada benjolan di kepala Rindiani.
"Ini kepalanya keluar benjolan. Kalau kesenggol sedikit, anak saya pasti langsung menangis sekeras-kerasnya. Mungkin karena tidak kuat menahan sakit," aku Iyep kepada Radar Cianjur, kemarin sambil meredakan tangis Rindiani yang tak kunjung reda.
Pasca kelahiran, Iyep mengaku sudah dipersilahkan pulang oleh pihak rumah sakit. Pihak rumah sakit, masih kata Iyep, mengaku kewalahan menangani penyakit langka Risdiani. Ia pun dihimbau untuk merujuk anaknya ke Bandung agar segera dilakukan operasi.
"Kalau disuruh begitu, saya bingung cari biayanya dari mana. Mau operasi itu kan biayanya tidak sedikit. Untuk keluarga kurang mampu seperti kami, sulit sekali. Sekarang saja, saya sementara waktu di rumah mertua dulu, di Panembong Kaler," keluhnya.
Bukan tak ingin anaknya sembuh, lanjut Iyep, untuk proses melahirkan istrinya saja, Iyep sudah berjibaku mengurus berbagai dokumen dan formulir BPJS agar biaya persalinan tak mencekik lehernya. Beruntung Iyep kala itu dibantu saudaranya. Hingga akhirnya, Iyep bisa melangsungkan proses persalinan di RSUD Cianjur tanpa harus mengeluarkan biaya.
"Besok (hari ini, red) katanya disuruh ke rumah sakit lagi. Kemaren kan dokternya tidak ada, besok mah ada katanya. Jadi disuruh periksa ke Poli Anak. Paling subuh saya daftar, supaya tidak antre. Setelah itu baru istri dan anak menyusul," kata Iyep lagi.
Ia berharap ada pihak yang peduli seraya meringankan sedikit penderitaan keluarganya. "Ya, kami minta tolong. Untuk orang tidak mampu seperti kami, mau berobat supaya sehat itu mahal sekali. malah sering diperlakukan tidak adil," tandasnya.(lan)
Populer
-
GEKBRONG-Seorang pengendara sepeda motor, Mira Yuliantini (25) warga Jalan KH Saleh Pabuaran RT 1/4 kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur te...
-
CILAKU-SMAN 1 Cilaku mendapatkan bantuan dari Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) berupa lima tong sampah, dua alat pembuat kompos, dua...
-
BANDUNG - Laga persahabatan antara Persib Bandung dan Persipasi Bandung Raya (PBR) batal digelar di Stadion Pakansari, Bogor. Laga y...
-
NENG Eem Marhamah Zulfa Hiz sosialisasikan empat pilar kebangsaan terhadap ratusan para kader Dai dan Daiyah di Jalan Raya Bandung 108 Ke...
-
MENJELANG bergulirnya babak 8 Besar Piala Presiden 2017, Persib Bandung masih dibuat sibuk dengan pencarian gelandang serang asing. Nama...
-
BARU: Dishukominfo Kabupaten Cianjur memasang Rambu Pendahulu Petunjuk Jurusan. CIANJUR– Dinas Perhubungan, Komunikasi dan...
-
BANDUNG-Persib Bandung akan melakoni laga perdana Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016 sebagai tim tamu, dengan bertandang ke Stad...
-
CILAKU - Perumahan Pondok Indah Cianjur di Jalan Raya Cibeber, Kecamatan Cilaku, merupakan perumahan bersubsidi, yang strategis, dan d...

Tidak ada komentar: