Radar Cianjur »
Berita Utama
»
Kekesalan Keluarga Korban Tawuran Minta Sekolah RR Ditutup
Kekesalan Keluarga Korban Tawuran Minta Sekolah RR Ditutup
Posted by Radar Cianjur on Selasa, 28 Februari 2017 |
Berita Utama
CIANJUR-RR (19) warga Desa Gunungsari, Kecamatan Ciranjang yang menghilangkan nyawa MM (17) pelajar SMKN 1 Cilaku, diamuk keluarga korban, saat memeragakan aksinya, di Mapolres Cianjur, kemarin (27/2).
Akibatnya, kericuhan pun tak terhindarkan. Pihak keluarga terlibat bentrok dengan aparat kepolisian yang melindungi pelaku.
Siang itu, saat mengetahui ada gelar perkara terkait aksi membabi buta RR terhadap MM, pihak keluarga berbondong-bondong hadir untuk menyaksikan. Namun, suasananya berubah menjadi panas tatkala RR mulai dikeluarkan dari tahanan.
Beberapa anggota keluarga korban, mengepal bulat tangannya hingga keras dibarengi dengan tatapan sinis ke arah pelaku di balik jeruji. Benar saja, baru beberapa meter pelaku diseret dari tahanan, satu bogem mentah mendarat tepat di pelipis kanannya. RR menangis bersembunyi di balik punggung polisi. Seketika terjadi keributan antara aparat yang menghadang amukan keluarga korban.
Kericuhan tersebut berhasil dilerai Kasat Reskrim AKP Benny Cahyadi yang berusaha menenangkan ayahanda MM.
Kepada wartawan ayahanda MM, Obar Akun (46) bercerita, bahwa anak bungsunya itu sejak dilahirkan adalah pribadi yang baik. Bahkan cenderung soleh. Pasalnya MM selama bersekolah diketahui tak pernah terlibat dalam aksi tawuran satu kali pun. Kemudian di rumahnya, ia pun anak yang penurut, tak pernah membantah perintah orangtuanya.
"Pada hari anak saya meninggal dunia memang saya merasakan sebuah firasat. Di hari itu tiba-tiba tubuh saya bergetar lemas tanpa gairah. Bukan sakit, tapi hanya perasaan yang tak menentu. Ternyata benar sore hari saya dengar kabar anak saya meninggal dibacok," ungkapnya.
Seraya mengusap air mata, Bah Akun sapaan akrabnya melanjutkan cerita, hal yang disesalkannya adalah mengapa anaknya yang harus menjadi korban. Penyesalan itu menurutnya mungkin tak akan sedalam ini, andai kata anaknya memang tewas dalam sebuah aksi tawuran.
"Anak saya kan gak tau menahu. Dia lagi jalan dan menggunakan jaket untuk menutupi seragamnya. Lalu tiba-tiba diserang. Saya minta proses hukum bisa berjalan semaksimal mungkin," keluhnya.
Selain RR, sekolah dan yayasan pelaku pun kini menjadi sasarannya. Dalam gugatannya dia ingin agar sekolah tersebut ditutup. Karena membiarkan anak didiknya beberapa kali terlibat dalam aksi anarkisme.
"Saya juga berharap agar sekolah itu ditutup. Karena saya rasa selama ini mereka tak menunjukan sikap prihatin serta simpati kepada kami selaku keluarga korban," ujarnya.
Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Benny Cahyadi menambahkan, pihaknya akan menjatuhi pelaku dengan pasal berlapis yakni 351 KUHP dan 38 KUHP, dengan ancaman hukuman di atas lima tahun ke penjarara.
"Yang bersangkutan yaitu RR melakukan penganiayaaniayaan dibarengi perencanaan. RR sendiri adalah eksekutor utama yang mengakibatkan MM tewas dengan keadaan usus terburai dari perut," jelasnya.
Lebih jauh dijelaskannya, motif pelaku melakukan pembunuhan tersebut adalah membabi buta. Di mana RR berburu pelajar yang mengenakan seragam sekolah yang dianggap sebagai musuhnya.
"Pelaku melakukan serangan membabi buta kepada siapa saja yang menurutnya dianggap sebagai musuhnya," tandasnya.(cr1)
Populer
-
METRO- Fenomena alam kembali bakal menyapa Indonesia. Setelah Gerhana Matahari Total (GMT) pada Maret lalu, kini warga di 124 kota, sep...
-
CIANJUR-Tak henti-hentinya satuan narkoba Polres Cianjur memberantas peredaran narkoba diwilayah hukumya. Senin(14/03) dua orang pengedar...
-
SAMBUTAN: Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar berikan sambutan dalam workshop mamaos DKC di Taman Pancaniti Cianjur. FOTO : DENI ABDUL ...
-
CIANJUR – Butuh rumah strategis, Perumahan Grand Amanda solusinya. Grand Amanda di Jalan Aria Wiratanudatar, Sindanglaka-Cianjur, p...
-
PELAYANAN persampahan kebersihan dipungut retribusi atas pelayanan pengelolaan di daerah. Retribusi dikenakan kepada kepala keluarga ata...
-
Warga Cibiuk Tolak Pabrik CIRANJANG – Warga Kampung Andir RT01/09, Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang , mengeluhkan proses pelaksana...
-
CIANJUR-Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Cianjur membatasi dana kampanye masing-masing pasangan calon peserta pemilihan bupati dan wakil b...
-
GEKBRONG – Dibalik jabatannya sebagai ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Songgom, Kecamatan Gekbrong, Muhammad Ahmad Jalal...


Tidak ada komentar: