Radar Cianjur »
Cianjur Raya
»
Wabup Dapat Perlawanan WNA
Wabup Dapat Perlawanan WNA
Posted by Radar Cianjur on Jumat, 17 Februari 2017 |
Cianjur Raya
METRO- Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman ditemani oleh Kasat Intel Polres Cianjur, serta Kepala Kantor Imigrasi kelas II Sukabumi melakukan sidak ke kawasan villa Kota Bunga di Kecamatan Pacet, kemarin (16/2). Penyidakan yang ditujukan terhadap para WNA ilegal ini sempat berlangsung ricuh. WNA yang hendak diamankan petugas saat itu berusaha memberikan perlawanan, sebelum akhirnya mereka pun tunduk.
Kendati informasi sidak tersebut diketahui bocor, namun sedikitnya Herman berhasil mengamankan tiga warga negara asing (WNA). Saat diperiksa ketiga WNA tersebut mampu memperlihatkan dokumen kunjungannya. Namun begitu, mereka tetap saja digiring untuk diberikan pembinaan. Pasalnya, sesuai aturan mereka seharusnya melapor kepada RT, kelurahan/desa, hingga Disdukcapil Kabupaten Cianjur, guna keperluan data pemerintah daerah (pemda).
Herman mengatakan, dirinya memperoleh data dari pengelola kawasan villa kota bunga saat ini ada sebanyak 238 unit villa yang disewakan. Sebagian besar menurutnya dihuni oleh para WNA, baik yang sah maupun ilegal. "Informasi kegiatan ini sudah bocor, karena sebagian besar dari mereka kabur. Namun kami berhasil mengamankan tiga orang. Mereka menggunakan visa turis dengan kurun waktu kunjungan 30 hari saja," paparnya.
Herman menyebutkan, para turis yang berkunjung ke Cianjur haruslah dibina. Dirinya mengakui jika prilaku para turis asal timur tengah tersebut sangat arogan. "Memang mereka ini sangat arogan. Contohnya tadi pada saat sebelum kita lakukan sosialisasi, mereka mengendarai sepeda motor secara ugal-ugalan serta tanpa pakai helm pula," sebutnya.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Sukabumi, Thinus Sidalle membenarkan, jika sidak yang ia lakukan kali ini bocor. Hal itu ditandai dengan tak ditemukannya sasaran yang memang sudah ditargetkan sebelumnya. "Walaupun bocor, minimal sidak ini sudah membuat shock teraphy bagi mereka WNA yang ilegal dan melanggar," ujarnya.
Kata dia, imigrasi sendiri sebetulnya melakukan pengawasan penuh terhadap WNA di Kabupaten Cianjur, khususnya kawasan villa. Pihaknya juga sudah mempunyai tim yang ditugaskan untuk mndeteksi keberadaan turis ilegal. "Pantauan yang kami lakukan ada dua tipe. Satu terbuka seperti ini, dan yang kedua tertutup, sehingga tak ada cara bagi para turis yang ilegal bisa bebas," pungkasnya.(cr1)
Populer
-
CILAKU-SMAN 1 Cilaku mendapatkan bantuan dari Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) berupa lima tong sampah, dua alat pembuat kompos, dua...
-
GEKBRONG-Seorang pengendara sepeda motor, Mira Yuliantini (25) warga Jalan KH Saleh Pabuaran RT 1/4 kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur te...
-
BANDUNG - Laga persahabatan antara Persib Bandung dan Persipasi Bandung Raya (PBR) batal digelar di Stadion Pakansari, Bogor. Laga y...
-
MENJELANG bergulirnya babak 8 Besar Piala Presiden 2017, Persib Bandung masih dibuat sibuk dengan pencarian gelandang serang asing. Nama...
-
ILUSTRASI PEREMPUAN hamil memiliki tantangan besar mulai dari mual di pagi hari, kaki kram, sakit punggung, dan berat badan yang naik ...
-
GEKBRONG – Teknologi Tepat Guna adalah teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dapat menjawab kebutuhan masyarakat, tidak...
-
GEKBRONG – Kecelakaan lalulintas kembali terjadi di Jalan Raya Cianjur - Sukabumi, hari Sabtu (16/01) lalu, sekitar pukul 06.30 WIB. S...
-
CIANJUR- Sebanyak 1.800 siswa TK yang berasal dari 50 TK dari tiga kecamatan yakni Kecamatan Cianjur, Warongkondang dan Gekbrong, ...


Tidak ada komentar: