Tampilkan postingan dengan label Berita Utama. Tampilkan semua postingan
Berita Utama
![]() |
| Pengurus PARFI Cianjur saat soft launching di Langan Kreatif Joglo. |
CIANJUR-Pada penghujung tahun 2018, Pengurus DPD Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) Kabupaten Cianjur, akan menggelar Road Show (Safari) dengan menampilkan 60 judul Film Humor Sufie berjudul “Rumah Kita”.
Rumah Kita, merupakan sebuah film jenaka namun sarat dengan pesan moral, bernilai filosofis, inspiring, tidak menggurui dan tidak ada benturan psykologis. “Ini sebagai karya besar dari para motivator ternama Indonesia beserta para Kyai dari Dewan Pakar PARFI yang dikemas dan diproduseri oleh DPP – PARFI,” ujar Sekertaris DPD PARFI Kabupaten Cianjur Abdul Malik. A.MI.
Lebih jauh dikatakannya, bahwa film tersebut diharapkan dapat mengedukasi masyarakat Kabupaten Cianjur dengan bentuk kemasan yang menghibur. “Semoga ini dapat menghibur masyarakat Cianjur,” harap Abdul Malik A.MI.
Pada kesempatan yang sama, Ketua DPD PARFI Kabupaten Cianjur Hendri Ardiansyah mengatakan, misi dari pagelaran film tersebut sesungguhnya sederhana saja. Karena diselenggarakan dengan konsep Layar Film Bioskop Keliling (Tausyiah Visual). Namun melalui pagelaran film tersebut diharapkan dapat memberikan motivasi dan pembelajaran khususnya kepada masyarakat Cianjur, tentang hidup dan berkehidupan secara Islami yang objektif dan sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW.
“Kami DPD PARFI Kabupaten Cianjur ingin mengucapkan terima kasih kepada DPP-PARFI yang juga disponsori oleh DPP-GERAKAN 212 yang telah memberi kepercayaan untuk mengadakan acara pagelaran tersebut di Cianjur,” ujarnya pada acara soft launching di Taman Kreatif Joglo yang juga dihadiri pengurus DPP - PARFI beserta para artis dari Jakarta.
Masih kata Hendri, sebagaimana diketahui, bahwa Cianjur dikenal sebagai Kota Santri yang penuh dengan nuansa Islami. Hal itu karena banyaknya pondok pesantren yang dibina oleh para Kiyai dana para Habaib yang cukup dikenal khususnya di Cianjur, yang tentunya akan menyambut baik dengan kehadiran acara pagelaran film tersebut.
Oleh karena itu diharapkan kepada seluruh masyarakat terutama para remaja santriawan dan santriawati dapat turut serta menyambut kedatangan acara pagelaran film tersebut di desanya masing-masing. “Ini sebagai bentuk penyegaran dan edukasi ditengah nuansa remaja yang sudah pola pikir serba IT dan smart,” ucap Hendri Ardiansyah.
Sekalipun acara soft launching tersebut terkesan sederhana namun nampak dihadiri oleh warga masyarakat yang antusias terhadap rencana pagelaran tersebut dan tidak ketinggalan para anggauta FORSA (Fans Of Rhoma And Soneta) pun turut hadir. Dan ketika para awak media bertanya tentang kenapa pagelaran tersebut diadakan di tengah tahun politik? Abdul Malik selaku sekertaris kembali mengatakan.
“Di tahun politik ini apapun yang akan kita lakukan tentu akan dimaknai sebagai bentuk politik, tetapi sesungguhnya justru pagelaran ini diadakan adalah sebagai penyejuk di tengah panasnya tahun politik, lebih-lebih pada 22 Oktober ini merupakan hari santri nasional, sehingga dapat menjadi tontonan alternatif bagi masyarakat khususnya di Kabupaten Cianjur.
Dan dari ke 60 judul film tersebut akan digelar sebanyak 5 (lima) judul dalam 1 x pagelaran di tiap desa. Namun begitu film tersebut akan diberikan kepada seluruh penonton hadir secara berkala 1 (satu) judul setiap minggu sebagai bentuk cindera mata yang akan dishare lewat hand phonenya masing-masing secara cuma-cuma,” pungkas Abdul Malik.(jun)
Berita Utama, Nasional
![]() |
| BERAKSI: Atlet berkuda Cianjur Auria Irene Kansha dengan kudanya si Keling, tengah menaklukan rintangan dalam lomba |
BOGOR - Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kabupaten Cianjur kembali raih satu medali pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat ke XIII tahun 2018.
Setelah sebelumnya berhasil meraih perunggu, kini giliran medali perak yang digondol atas nama Muhammad Akbar Maulana dengan kuda bernama Camelias, Kamis (11/10) di Kabupaten Bogor.
”Alhamdulillah kami berhasil mendapatkan satu medali lagi yakni perak untuk kategori dressage junior perorangan,” ujar Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kabupaten Cianjur H Joko Purwanto.
Ditambahkan Joko, Pordasi Cianjur hanya melakukan persiapan tiga bulan sebelum berkompetisi di Porda Jabar 2018. Selain itu, tidak adanya sarana latihan, memaksa atlet Cianjur harus berlatih di Jakarta. Meski demikian tidak menyurutkan semangat untuk berprestasi.
”Ini prestasi yang membanggakan bagi Kabupaten Cianjur. Karena meski kepengurusan baru diresmikan bulan April 2018 lalu, tapi Pordasi Cianjur sudah bisa bersaing di tingkat Provinis Jawa Barat. Dan kami berharap masih bisa meraih medali di kategori lainnya,” ungkap pria yang juga anggota DPR RI Komisi VII F-PPP Dapil Jabar III Kabupaten Cianjur dan kota Bogor ini.
Ditambahkanya, dalam pertandingan hari kedua Tim Pordasi Kabupaten Cianjur seharusnya memperoleh medali emas hari. Namun diduga adanya keberpihakan dewan juri Tim Pordasi Cianjur harus merasa puas hanya memperoleh perak.
"Banyak peserta dari Tim kabupaten/kota lainnya sebagai Peserta Porda XIII Jawa Barat, sangat menyesalkan diduga adanya keberpihakan dewan juri dalam memberikan penilainnya, yang dirasakan memberikan perhatian lebih kepada Tim Pordasi Kabupaten Bogor selaku tuan rumah," sesalnya.
Meski demikian Joko optimis, anak asuhnya masih bisa meraih beberapa medali. Lantaran masih ada beberapa kategori yang belum dipertandingkan.
”Pelaksanaan lomba ini sampai tanggal 14 Oktober dan kami targetkan satu medali emas pada kategori jumping,” pungkasnya.(radar cianjur/jun)
Berita Utama, Nasional
![]() |
| Ketua Pordasi Cianjur Joko Purwanto mendapat kehormatan untuk memberikan medali kepada juara berkuda. |
Kali ini Kabupaten Cianjur berhasil raih medali perunggu pada Cabang Olahraga Berkuda Equestrian, Rabu (10/10) di Kabupaten Bogor.
Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kabupaten Cianjur H Joko Purwanto mengatakan, dalam Porda Jawa Barat 2018 ini, Kabupaten Cianjur mengirimkan perwakilan untuk lomba berkuda equestrian.
"Ada tiga kategori lomba yang diikuti. Yaitu tunggang serasi (dressage) dan lompat rintangan (jumping) dan trilomba (eventing). Dan hari pertama ini Cianjaur meraih medali perunggu kategori Dressage Junior," ujarnya.
Raihan itu atas nama Auria Irene Kansha dengan kuda bernama keling, Mia Andika dengan kuda bernama Achiless, Muhammad Akbar Maulana dengan kuda bernama Camelias dan Muhammad Akbar Kurniawan dengan kuda bernama Malika.
"Alhamdulillah kami berhasil prestasi ini, meski pun ini yang pertama kalinya Cianjur mengirimkan perwakilan," ujar pria yang juga anggota DPR RI Komisi VII F-PPP Dapil Jabar III Kabupaten Cianjur dan kota Bogor ini.
Dijelaskannya, meskipun Kepengurusan Pengcab Pordasi Kabupaten Cianjur terbilang masih muda, yakni dilantik pada bulan April 2018, namun sudah mampu berprestasi. Pihaknya optimis kedepan para atlet bisa terus berprestasi, tentunya ini tak lepas dari berbagai latihan yang rajin dilakukan para atlet.
"Pelaksanaan lomba sendiri sampai tanggal 14 Oktober, dan Alhamdulillah baru hari pertama kami sudah mendapatkan satu perunggu. Kami optimis masih bisa mendapatkan beberapa medali. Tagetnya satu emas," tuturnya.
Joko Purwanto menambahkan, untuk seluruh kebutuhan loma, dirinya berusaha mandiri agar tidak membebani pemerintah Kabupaten Cianjur. Namun selama ini pihaknya terus bersemangat untuk memajukan dan mengharumkan nama Kabupaten Cianjur.
"Saat ini ada 12 atlet Cianjur untuk cabor Berkuda Equestrian. Kami harapkan kedepan adanya perhatian khusus Pemkab Cianjur dalam melakukan pembinaan atlet berpotensi dan atlet yang sudah berprestasi dalam kejuaraan," tuturnya.(jun)
Berita Utama
![]() |
| FOTO: DOK |
MAKKAH-Kabar duka kembali datang dari Jamaah Haji Cianjur, Rabu (22/8/2018) malam. Salah seorang jamaah di kloter 27, Kh Saepulloh Hanafiah Abdul Rozak (79) meninggal dunia lantaran sakit ginjal.
Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, yang juga satu kloter dengan jamaah tersebut menerangkan, sepuluh hari sebelumnya pimpinan pondok pesantren Al Huda, Bojong Gintung Desa Girimukti Kecamatan Campaka itu sempat menjalani operasi lantaran mengalami gangguan pada ginjal dan hati.
Setelah itu, jamaah tersebut menjalani perawatan selama lebih kurang sepuluh hari pasca operasi di salah satu Rumah Sakit di Arab Saudi. Bahkan setelah operasi kondisinya terpantau terus membaik.
“Saya juga sempat menjenguk, kondisinya saat itu membaik. Tapi pada Rabu (22/8) malam, sekitar pukul 22.00 WIB atau pukul 17.00 waktu Arab Saudi, beliau meninggal dunia. Jadi meninggalnya bukan saat kritis, namun setelah kondisinya membaik,” katanya mengabarkan saat dihubungi melalui telepon seluler, Kamis (23/8).
Ia memaparkan, sebelumnya pun jamaah asal Cianjur ada yang wafat, yaitu Arief Hidayat bin Fadli (62), salah seorang jamaah haji yang berasal dari kloter 27, dilaporkan meninggal dunia di tanah suci, Minggu (5/8). Diduga meningalnya jamaah tersebut akibat penyakit jantung.
“Total ada dua orang jamaah di kloter 27 ini yang meninggal. Namun dari kloter lain informasinya sehat,” ujarnya.
Dia menambahkan, dua orang jamaah yang meninggal dunia tersebut langsung disalatkan di Masjidil Haram dan di makamkan di Arab Saudi.
“Keduanya ini merupakan pendidik dan tokoh agama yang juga memiliki pondok pesantren, kita doakan agar mereka diberikan tempat yang terbaik di sisi-Nya,” tutur Herman.
Herman pun mengharapkan para jamaah bisa tetap sehat hingga kembali pulang ke CIanjur. Dia juga sudah mengimbau kepada jamaah untuk mengikuti aturan, termasuk saat pelaksanaan jumroh yang dilakukan pada Kamis (23/8).
“Jam-jam padat jamaah diimbau untuk tidak diikuti, jadi mencari jam yang lengang untuk antisipasi hal yang tidak diinginkan. Terpenting semua ikut aturan, supaya selamat hingga pulang lagi ke tanah air dan kampung halaman,” pungkasnya.(ndk)
Berita Utama, Cipanas
CIANJUR- Sebagai salahsatu upaya untuk mengeliminasi Penyakit Tuberkulosis (TBC) yang merupakan salah satu penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia bahkan Cianjur Kementrian Kesehatan bekerjasama dengan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Pusat, melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pemberdayan melalui pelatihan kader TB di Wisma Kompas, Pacet. Senin (23/7).
Koordinator SSR LKNU Region Cianjur, Sopwanudin mengungkapkan berdasarkan data yang terhimpun dari sistem informasi terpadu yang ada di Puskesmas yang tersebar di seluruh kecamatan dan desa penderita penyakit TB di Cianjur tahun 2017 berjumlah 11.239 orang.
"Jumlah yang sangat besar itu menjadi perhatian kami, karena belum semua tertanggulangi dan tidak menutup kemungkinan masih banyak TB positif yang tidak terdata di puskesmas, maka selain optimalisasi dan advokasi atau pendampingan dalam penanggulangan penyakit, kader yang dibentuk ini akan mendata ulang orang yang belum masuk data dipuskesmas,"
Menurut Sopwan, pihaknya melakukan upaya pemberdayaan melalui pelatihan kader TB, yang akan dilaksanakan di lima zona, salah satunya yang sudah terlaksana di zona II Cipanas.
"Adapun tugas kader, melakuan advokasi komunikasi dan mobilisasi sosial, baik itu dalam penemuan kasus TB baru atau pun pengobatan kepada orang yang sudah terjangkit, dengan harapan penyakit TB bisa tereliminasi di tahun 2030," ujarnya.
Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Cianjur, N. Efa Fatimah mengatakan, dari sepuluh penyakit penyebab kematian di Cianjur salahsatunya adalah penyakit TBC.
"Sebetulnya banyak yang disinyalir mempunyai penyakit TB namun dari sekian banyak baru 30 orang yang seudah berobat," ungkapnya.
Ia menyebutkan rata-rata usia penyandang penyakit TB berusia masih produktif, antara usia 15 tahun sampai 30 tahun.
"Upaya pencegahan dan penangulangan penyakit TB sebetulnya seudah menjadi canangan pemerintah pusat dimulai dari pengobatan termasuk ini salah satunya dengan adanya sosialisasi tbc," katanya.
Menurutnya, selain pengobatan dari pemerintah untuk penyakit ini harus dimulai dari masyarakat, maka perlu adanya pemberdayaan masyarakat.
"Dengan membentuk kader TBC para kader dapat mengadvokasi, membantu mengantarkan para penyandang penyakit TB maupun menggali orang-orang yang siapa tau terjangkit TB. Jadi eliminasi ini akan berkurang dan dapat tereliminasi sesuai dengan program pemerintah," tandasnya. (Rc)
Koordinator SSR LKNU Region Cianjur, Sopwanudin mengungkapkan berdasarkan data yang terhimpun dari sistem informasi terpadu yang ada di Puskesmas yang tersebar di seluruh kecamatan dan desa penderita penyakit TB di Cianjur tahun 2017 berjumlah 11.239 orang.
"Jumlah yang sangat besar itu menjadi perhatian kami, karena belum semua tertanggulangi dan tidak menutup kemungkinan masih banyak TB positif yang tidak terdata di puskesmas, maka selain optimalisasi dan advokasi atau pendampingan dalam penanggulangan penyakit, kader yang dibentuk ini akan mendata ulang orang yang belum masuk data dipuskesmas,"
Menurut Sopwan, pihaknya melakukan upaya pemberdayaan melalui pelatihan kader TB, yang akan dilaksanakan di lima zona, salah satunya yang sudah terlaksana di zona II Cipanas.
"Adapun tugas kader, melakuan advokasi komunikasi dan mobilisasi sosial, baik itu dalam penemuan kasus TB baru atau pun pengobatan kepada orang yang sudah terjangkit, dengan harapan penyakit TB bisa tereliminasi di tahun 2030," ujarnya.
Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Cianjur, N. Efa Fatimah mengatakan, dari sepuluh penyakit penyebab kematian di Cianjur salahsatunya adalah penyakit TBC.
"Sebetulnya banyak yang disinyalir mempunyai penyakit TB namun dari sekian banyak baru 30 orang yang seudah berobat," ungkapnya.
Ia menyebutkan rata-rata usia penyandang penyakit TB berusia masih produktif, antara usia 15 tahun sampai 30 tahun.
"Upaya pencegahan dan penangulangan penyakit TB sebetulnya seudah menjadi canangan pemerintah pusat dimulai dari pengobatan termasuk ini salah satunya dengan adanya sosialisasi tbc," katanya.
Menurutnya, selain pengobatan dari pemerintah untuk penyakit ini harus dimulai dari masyarakat, maka perlu adanya pemberdayaan masyarakat.
"Dengan membentuk kader TBC para kader dapat mengadvokasi, membantu mengantarkan para penyandang penyakit TB maupun menggali orang-orang yang siapa tau terjangkit TB. Jadi eliminasi ini akan berkurang dan dapat tereliminasi sesuai dengan program pemerintah," tandasnya. (Rc)
Berita Utama, Cianjur Raya
Banjir sempat membuat sejumlah jalan tergenang sehingga membuat pejalan kaki dan kendaraan sulit melintas. Seorang pengendara motor, Dang Hendra (39) mengatakan, luapan air sempat membuat sejumlah warga panik dan menyulitkan dirinya saat melintasi Jalan HOS Cokroaminoto. Padahal, saat itu tengah ramai akan aktivitas warga.
“Tentunya mengganggu. Perlu hati-hati dan waspada bila melintas. Karena rawan akan kecelakaan,” katanya diamini Yanti Hidayat (40) warga lainnya dari Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur.
Warga menilai, banjir timbul akibat sistem drainase yang sudah tidak baik sudah dangkal dan juga got atau gorong-gorong terlalu kecil sehingga mudah dipenuhi tumpukan sampah.
“Motor yang mogok banyak. Mesin kendaraan terendam air. Banjir tingginya sekitar kaki lutut orang dewasa,” ungkapnya.
Agus Irwansyah (38) pengendara motor lainnya memaparkan, saat hujan deras tiba-tiba air meluap dan membanjiri jalan. Bahkan pengemudi motor harus menepikan kendaraannya karena khawatir terbawa arus. Memang benar, ada satu unit mobil terparkir terendam bajir dibiarkan begitu saja sama pemiliknya.
“Kemungkinan banjir terjadi, akibat buruknya drainase, terutama pembangunan mengenai gorong-gorong itu kurang lebar atau asal jadi,” pungkasnya.
Menanggapi banjir yang menyelimuti Kota Cianjur kemarin, Kepala Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Dodi Permadi menjelaskan, penyebab banjir yaitu air hujan yang memenuhi got atau gorong-gorong dan tidak tertampung sehingga menyebabkan banjir dadakan.
Namun, pihaknya selalu antisipasi, berusaha dan tetap waspada 24 jam bilamana ada hal atau kejadian bencana alam.
“Kita akan jemput bola membantu, dan langsung bergerak ke lokasi kejadian. Selain banjir, ada dua pohon tumbang langsung bergerak tim BPBD ke lapangan untuk membantu,” katanya kepada Radar Cianjur.
Masih menurut Dodi, bahkan ada salah satu pengendara motor yang tertimpa pohon tumbang di Desa Bojong, Kecamatan Karangtengah dan sudah dibawa ke RSUD Cianjur untuk mendapatkan perawatan medis.
Menurutnya, banjir yang mengepung Cianjur kemarin masih bisa diatasi dan tidak masuk banjir yang berbahaya.
“Hanya beberapa jam saja sudah mulai surut kembali, tidak ada hal diharapkan terjadi. Hanya saja kendalanya mungkin banyaknya tumpukan sampah yang mampet di got. Mengenai pembangunan asal-asalan tidak mau komentar. Ya, karena ranahnya bukan dari BPBD kita hanya membantu dan memantau benacananya saja,” jelasnya. (rc)
Berita Utama, Nasional
Jakarta - Sekretaris Jendral PB PMII Sabolah El - Kalambi singgung soal Import garam ditengah melimpahnya kekayaan maritim. Ia membuktikan bahwa pengelolaan kekayaan maritim belum optimal. Ia mempertanyakan apakah ada kaitannya dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia ataukah tidak.
"Kita tanyakan langsung kepada kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia," ungkap Sabolah saat Persentasi pada Tadarus Maritim yang dilaksanakan di Graha Mahbub Junaidi Jalan Salemba Tengah, Jakarta Pusat 2 Juni 2018 Silam.
Sebelumnya, Ia mengapresiasi adanya Tadarus Maritim yang digagas oleh Ketua Bidang Kemaritiman Sahabat Ayi Sopwanul Umam karena selain membuka ruang wacana soal kekayaan maritim inipun akan menjadi pecutan supaya generasi muda ingin melaut.
"Saya apresiasi kegiatan ini kemudian kami ucapkan terimakasih kepada KKKP dan pihak lain yang terlibat dalam acara ini," ucap Pria Aktivis Asal NTB yang kini jadi orang kedua di PB PMII.
Sementera itu, Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan RI M Zulfikar. optimis organisasi sebesar PMII berpeluang besar dalam mengelola potensi laut yang selama ini belum tergarap secara optimal.
Ia menyayangkan potensi laut banyak dicuri oleh asing ia memastikan belakangan ini tidak kurang 7 ribu kapal asing terbukti salah berlalu lalang mencuri ikan dilaut lepas Indonesia.
ia bercerita soal potensi maritime yang banyak ditinggalkan oleh generasi muda. menurutnya selama ini stigma laut menakutkan, menyeramkan dan stigma tersebut masih tertanam di benak generasi muda kebanyakan.
Oleh karenanya Kementerian Kelautan dan Perikanan RI menyambut betul inisiatif PB PMII yang akan melangsungkan pelatihan kader maritim pada Juli 2018 mendatang. dalam rangka menyiapkan generasiuntuk mengelola potensi kekayaan maritime.
“Kesadaran ini perlu kita tanamkan karena kalau kita memegang potensi kekayaan laut. Negara kita akan menjadi super power inilah yang ditakutkan oleh bangsa lain makanya sejak dari awal kita dibius dengan bercocok tanam dan laut di tinggalkan,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua PB PMII Bidang kemaritiman Ayi Sopwanul Umam menyatakan Sekolah kader Maritim ini akan di laksanakan pada Juli 2018 mendatang yang akan tersebar di berbagai Zona dimaksudkan untuk membekali kader – kader PMII dalam mengelola laut.
“Peluang besar ini mesti kita sambut dengan menyiapkan sumber daya manusia dengan kompetensi yang memadai,” ungkapnya.
selain itu, mulai saat ini bidang kemaritiman PB PMII mengintruksikan khususnya kepada kader – kader PMII agar senantiasa mengkonsumsi ikan hasil tangkap nelayan agar nilai ekonomi bagi nelayan bisa meningkat secara signifikan. (Rc)
Populer
-
FOTO: DOK/RADAR CIANJUR MENTAS: Sanggar Campaka Bodas tampil di halaman parkir Hypermar Cianjur beberapa waktu lalu. CIANJUR-San...






