Tampilkan postingan dengan label RAMADAN. Tampilkan semua postingan
Pendidikan, RAMADAN

SURABAYA -Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Bela Negara UPN Veteran Jawa Timur kembali melahirkan Rayon Fakultas Teknik, yang mana sebelumnya telah lahir di PMII Rayon Fakultas Ekonomi dan Fakultas Pertanian. Ketua Komisariat Bela Negara UPN Surabaya Nurul Haqqi mengatakan lahirnya lahirnya rayon teknik tidak lain hanya untuk menciptakan wadah untuk kader kader fakultas teknik dalam hal mengolah organisasi "Belajar kepemimpinan dan belajar bertanggung jawab selain kebiasaan sehari-harinya yakni melakukan tugas-tugas kuliah dan menata karir untuk kedepannya," ungkap Nurul Haqqi Nurul Haqqi berharap Rayon Teknik dalam panjang mampu menciptakan kader-kader yang memiliki keilmuan fakultatif secara kerja profesional menjadi teknisi-teknisi berkarir, bahkan yang lain tidak melupakan yang namanya kesadaran wawasan kebangsaan, berwawasan nusantara dan cinta tanah air dan cinta terhadap negaranya sendiri. "Rayon Teknik harus bisa dan mampu mewarnai dalam konteks mengembangkan Islam Indonesia yang tinggi akan nilai-nilai toleransi kemudian dapat menetralisir gerakan-gerakan radikalisme yang ada di UPN dan sekelilinganya," ungkapnya Sementara itu, Ketua Rayon Tehnik Wahyu Kurniawan bercerita bahwasanya sejarah 20 tahun lalu Rayon Teknik sempat ada dan mampu membuat terobosan dan saat ini Rayon Teknik mampu membuat suatu sejarah baru. “kedepanya Rayon Teknik bisa menjadi garda terdepan menjadi sarjana keteknikan tanpa meninggalkan nilai budaya PMII, dan bisa berprestasi secara akademis maupun kualitas SDM di era globalisasi” Pada acara Deklarasi Kelahiran Rayon PMII Fakultas Teknik itu juga dihadiri oleh perwakilan Muspika Kecamatan Rungkut yang diantaranya ada Rois Syuriah MWC NU Rungkut, Kapolsek Rungkut dan Perwakilan Danramil Rungkut, yang mana beliau bertiga menjadi pembicara juga dalam rangkaian acara Deklarasi tersebut. Mereka mengharapkan agar kader PMII UPN dapat bersinergi dengan Polsek dan Koramil dalam hal memberantas paham-paham radikal terutama terorisme (rc)

SURABAYA -Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Bela Negara UPN Veteran Jawa Timur kembali melahirkan Rayon Fakultas Teknik, yang mana sebelumnya telah lahir di PMII Rayon Fakultas Ekonomi dan Fakultas Pertanian. Ketua Komisariat Bela Negara UPN Surabaya Nurul Haqqi mengatakan lahirnya lahirnya rayon teknik tidak lain hanya untuk menciptakan wadah untuk kader kader fakultas teknik dalam hal mengolah organisasi "Belajar kepemimpinan dan belajar bertanggung jawab selain kebiasaan sehari-harinya yakni melakukan tugas-tugas kuliah dan menata karir untuk kedepannya," ungkap Nurul Haqqi Nurul Haqqi berharap Rayon Teknik dalam panjang mampu menciptakan kader-kader yang memiliki keilmuan fakultatif secara kerja profesional menjadi teknisi-teknisi berkarir, bahkan yang lain tidak melupakan yang namanya kesadaran wawasan kebangsaan, berwawasan nusantara dan cinta tanah air dan cinta terhadap negaranya sendiri. "Rayon Teknik harus bisa dan mampu mewarnai dalam konteks mengembangkan Islam Indonesia yang tinggi akan nilai-nilai toleransi kemudian dapat menetralisir gerakan-gerakan radikalisme yang ada di UPN dan sekelilinganya," ungkapnya Sementara itu, Ketua Rayon Tehnik Wahyu Kurniawan bercerita bahwasanya sejarah 20 tahun lalu Rayon Teknik sempat ada dan mampu membuat terobosan dan saat ini Rayon Teknik mampu membuat suatu sejarah baru. “kedepanya Rayon Teknik bisa menjadi garda terdepan menjadi sarjana keteknikan tanpa meninggalkan nilai budaya PMII, dan bisa berprestasi secara akademis maupun kualitas SDM di era globalisasi” Pada acara Deklarasi Kelahiran Rayon PMII Fakultas Teknik itu juga dihadiri oleh perwakilan Muspika Kecamatan Rungkut yang diantaranya ada Rois Syuriah MWC NU Rungkut, Kapolsek Rungkut dan Perwakilan Danramil Rungkut, yang mana beliau bertiga menjadi pembicara juga dalam rangkaian acara Deklarasi tersebut. Mereka mengharapkan agar kader PMII UPN dapat bersinergi dengan Polsek dan Koramil dalam hal memberantas paham-paham radikal terutama terorisme (rc)
Cianjur Raya, RAMADAN

CIANJUR-Setelah dilauncing beberapa waktu lalu, gerakan koin kotak infak NU bersama NU Care-Lazisnu terus disosialisasikan melalui kirab Koin NU ke pesantren-pesantren, yang diawali di Pesantren Nurul Hidayah Al Khodijah Cianjur, (1/6).
Sekretaris Lazisnu Asep Maulana Hidayat mengatakan, Kirab Koin NU sebagai uapaya memantapkan program gerakan koin NU hingga lebih diketahui banyak orang. Selain itu, untuk menginspirsi pada masyarakat lain, untuk melakukan infak dan sedekah.
"Kita akan terus mengenalkan gerakan koin NU ini ke pesantren-pesantren di Cianjur," ujarnya.
Menurutnya, hasil yang didapat dari program ini, akan disalurkan pada empat program unggulan yakni pemberdayaan ekonomi umat, pemberdayaan pendidikan, pemberdayaan kesehatan dan siaga bencana
.
"Selain kirab kita juga adakan kencleng koin NU yang disimpan di banyak tempat," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Lazisnu Asep Sopyan Halim mengatakam, program gerakan koin kotak infak NU ini adalah sebuah gerakan yang harus digerakan oleh warga nahdliyin, sebab menurutnya jika warga nahdliyin infaknya tersalurkan ke Lazisnu maka akan tercipta kemandirian ekonomi ummat.
"Warga NU itu banyak hapir 90 persen penduduk Cianjur, maka jika warga nu lebih mengutamakan penyaluran infaknya ke Lazisnu kita yakini warga NU lebih maju dalam bidang pembangunan ekonomi ummat," ungkapnya.
Ia menuturkan, jika program gerakan koin sukses maka penyaluran infak dan sodakoh akan di salurkan terhadap kebutuhan ummat, baik dalam bidang sosial, kesehatan pendidikan dan peningkatan ekonomi masyarakat.
"Kalo NU di luar daerah dari infak bisa bikin rumah sakit NU. Kenapa tidak kita pun melakukan hal yang sama," tegasnya.(Rc)
Cianjur Raya, RAMADAN

WARUNGKONDANG - Hidayah hanya diberikan kepada orang yang benar-benar mau bertobat dengan sungguh-sungguh. Seperti mantan preman dan pemakai narkoba di Terminal Pasirhayam ini.
Siapa sangka preman kelahiran tahun 1968 yang sempat ditakuti pada tahun 2010 an itu, berubah 180 derajat berkat hidayah.
Bagaimana tidak, Asep Martin yang dulunya menjadi preman dengan banyak anak buahnya, serta sekaligus sebagai pemakai narkoba, kini telah bertobat.
Tentunya, dulu Asep menjadi preman, lantaran faktor pergaulan. Pertobatan mantan preman ini memuncak ketika dirinya dan anak buahnya ditangkap polisi saat ada razia preman.
“Waktu itu bulan Ramadan, kebetulan ada razia preman, dan ada anak buah saya yang tertangkap, karena merasa tanggungjawab dengan keselamatan anak buah hingga saya pun menyambangi razia itu hingga ikut ditangkap,” katanya, (21/05).
Kejadian itu membuat dirinya merasa hina dan Asep memilih sering mendatangi ustad yang memberikan pencerahan, hingga akhirnya sadar.
“Setelah peristiwa itu kebetulan ada teman seorang ustad, hingga akhirnya kami tukar ilmu, saya belajar ngaji, ustad belajar tenis meja ke saya,” ujarnya.
Menurut Asep, setelah insaf sekarang dipercaya menjadi pemimpin. Dirinya juga selau rutin menghadiri pengajian-pengajian.
“Setelah keluar dari dunia preman saya terpilih jadi ketua PNPM di Desa Ciwalen, hingga akhirnya saya terpilih menjadi kepala desa,” katanya.
Kini, rasa syukur selalu terucap dari mulut Asep Martin mantan preman ini. Dengan menjabat sebagai kepala desa, tentu dapat membatu warga di wilayahnya.
“Ada untungnya juga jadi mantan preman, mungkin karena mereka takut, jadi masalah–masalah yang ada di masyarakat mudah diselesaikan, hingga akhirnya Desa Ciwalen menjadi desa yang paling kompak di Kecamatan Warungkondang,” katanya sambil bergurau.
Asep menjelaskan, meski dirinya dulu sebagai pecandu narkoba namun tak pernah masuk panti rehabilitasi hingga saat ini berhenti.
“Kuncinya adalah jangan dikuasai oleh narkoba,” katanya.
Setelah insaf jadi preman Asep mengaku tak pernah lagi berdekatan dengan narkoba dan miras.
“Sekarang jangankan minum nyium baunya juga sudah enek,” katanya.(dil)
Berita Utama, RAMADAN
![]() |
| ilustrasi |
CIANJUR - Dalam menjalankan puasa mungkin bagi umat Islam yang sudah terbiasa tidak ada kendala. Namun bagaimana dengan seorang mualaf yang baru pertama kali menjalani ibadah puasa. Seperti yang dijalani Stephen Sanjaya (19).
Pria yang akrab disapa Stephen pernah hidup dalam kebingungan yakni karena kedua orangtua yang berbeda agama, ayahnya yang merupakan seorang Katolik dan ibunya yang merupakan seorang Islam. Hal ini membuat Stephen merasa bingung lantaran karena merasa tidak jelas.
Stephen yang tinggal di Kampung Rawa Belut, Desa Cibadak, Kecamatan Pacet, Cianjur ini mengaku, selama itu agama yang dianutnya adalah atas kemauan saudaranya.
“Saat saya pulang kampung ke keluarga mamah, saudara dari mamah menyuruh saya mengaji, salat dan pergi ke masjid. Dan saat pergi ke saudara papa pun saya disuruh pergi ke gereja. Sayapun mengikuti kedua hal itu,” jelasnya.
Saat melakukan hal itu juga dirinya tidak merasa ingin mecari tahu kenapa dan mengapa, hanya merasa bingung dan akhirnya menikmatinya.
Ketika usianya menginjak 17 tahun, Stephen merasa dirinya sudah dewasa dan mulai memutuskan untuk memilih salah satu agama dari kedua orangtuanya.
“Saya seperti mempelajari kedua agama itu dan saya terus memahami diantara kedua agama itu. Berbagai pertanyaan dibenak saya tentang kepercayaan mulai muncul. Saat itu saya memiliki keraguan tentunya dan hari itu nenek saya telah mencerahkan keraguan saya,” kata Stephen.
Dua kalimat Syahadat diucapkannya begitu tulus dan menandakan bahwa dirinya telah menjadi seorang muslim. “Saat saya sudah menentukan agama saya, alhamdulillah respon mereka baik semua dan gak neko-neko,” ujarnya.
Stephen yakin bahwa Allah SWT menyayanginya, hal ini dia rasakan dari perubahan yang dia rasakan.
“Intinya Allah SWT sayang pada saya dan Dia beri jalan untuk saya kembali pada jalan-Nya,” ungkap Stephen dengan tegas.
Pengalaman yang tak pernah dia rasakan sebelumnya pun akhirnya dia rasakan, seperti berpuasa di bulan Ramadhan.
“Pastinya kaget pas pertama karena laper dan haus banget, sempet pengen godin tapi alhamdulillah godaan-godaan itu pergi, kebetulan saat ngerasain puasa pertama kali itu saat itu saya sedang sekolah dan sedang diklatsar kewiraan dimana harus berpuasa sambil merasakan pendidikan dari kewiraan, yang tergeregetnya adalah masuk nyebur balong terus dijemur di lapang dan banyak melakuakan aktivitas beratnya saat kewiraan,” paparnya.
Selain menahan diri dari godaan alias puasa, Stephen juga melakukan budaya ngabuburit.
“Biasa pergi main dengan kawan-kawan untuk motor-motoran karena kebetulan saya juga ikut dalam komunitas motor. Biasanya nongkrong sama temen-temen maen gitar-gitaran. Tapi ngabuburit yang paling simpel dan sering buat saya adalah tidur,” jelasnya.
Godaan terberat bagi Stephen saat puasa pertamanya adalah melihat kawan-kawannya makan di depannya.
“Temen-temen juga ada yang gak puasa waktu itu dan mereka cuek-cuek aja makan di depan saya. Meski mereka nawarin tapi tetep saya tolak, itulah godaan terbesar saya melihat orang makan,” ungkap Stephen.
Stephen juga mengatakan, setelah masuk Islam hidup saya menjadi lebih bahagia dan terarah.
“Yang jelas saya senang dan bangga masuk Islam karena menjadi salah satu bukti kebaikan Allah telah tuntun saya,” pungkasnya. (RC)
RAMADAN

CIANJUR - Sejumlah LSM, Ormas dan beberapa awak media tergabung dalam Barvo Komando Grup pasang ratusan tenda untuk memfasilitasi para pedagang UMKM di Cianjur.
Bazar Ramadhan 2018 ini berlokasi di dekat Tugu Tauco, tepatnya di Gang Los RT 2/5, Kelurahan Muka, Kecamatan Cianjur.
Ketua Umum Tim Bravo Komando Grup, Bambang Adi S alias Mas Bengbeng mengatakan, proses pelaksanaan pemasangan bisa mencapai sekitar tiga hari bahkan seminggu ada. Sebelumnya pembersihan dulu, kini hanya tinggal pesangan tenda saja untuk ditempati para pedagang.
“Segera selesai, dan silahkan bila ada para pelaku UMKM hendak mau buka stand silahkan hubungi kami atau bisa langsung datang ke lokasi,” kata dia.
Pihaknya menyebutkan, secara garis besar kontek tujuan ini menyambut baik bulan suci Ramadan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi UMKM masyarakat, khususnya di Kabupaten Cianjur. Maka itu perlu dukungan dari pemilik lahan, Pemkab Cianjur, dan semua pihak lainnya juga melalui beberapa dinas terkait dan warga setempat.
Sementara, salah satu pengurus inti Bravo Komando Grup memaparkan, program ini merupakan hajat para pelaku UMKM di Kabupaten Cianjur khususnya, selaku jajaran panitia hanya memfasilitasi saja tidak lebih dari itu.
“Ya, mudah-mudahan nanti bisa sinergis khususnya pemilik lahan eks dan pemangku kebijakn, bisa mendukung penuh apa dicanangkan melalui program ekonomi dan sosial meningkatkan ekonomian masyarakat,” diamini pengurus lainya, Yadi Mulyadi alias Kang Mbie. (RC)
Cianjur Raya, RAMADAN

CIANJUR - Bulan Ramadhan adalah bulan yang paling utama diantara bulan-bulan lain untuk umat muslim. Wajar jika umat muslim sangat menjaga kebersihan dan kesempurnaan bulan ini dengan kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan kualitas ibadah.
Selain itu dari gaya berpakaian pun sangat diperhatikan.Memilih pakaian muslim pasti dilakukan oleh semua orang Islam khususnya kaum hawa yang tidak selalu memngikuti perkembangan zaman.
Salah satu toko yang menyediakan pakaian muslim adalah toko Latifa Fashion Cianjur, toko ini menyajikan berbagai pakaian wanita termasuk pakaian syari muslimah.
Penjaga toko Latifa Fashion Cianjur, Erna mengatakan, ada berbagai model dari atasan dan bawahan yang terpisah hingga syari.
“Yang banyak dipilih dan dicari oleh muslimah saat ini adalah pakaian syari dimana dari kerudung hingga long dressnya satu paket sama. Kalau menjelang lebaran pakaian syari memang banyak dicari,” jelasnya.
Harga yang diluncurkan oleh toko Latifa Fashion ini mulai dari Rp175 ribu sampai Rp250 ribu.
“Harga yang dipasangpun bisa ditawar dan jangan ragu dengan bahan atau pakain yang dijual di sini karena semuanya berkualitas,” pungkasya. (sar)
Populer
-
CIANJUR - Pererat silaturahmi sesama penggemar musik Sabyan Gambus khususnya, dan pemuda/i yang mencintai Sholawat yang tergabung dalam ...
-
ILUSTRASI SEBUAH studi baru menemukan bahwa menonton TV berkaitan dengan beberapa penyebab utama kematian di Amerika Serikat. Sembil...
-
Neng Eem didampingi Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VI Jakarta Hari Suko Setiono, tinjau evakuasi longsor, di Cianjur Selat...
-
GEKBRONG – Dibalik jabatannya sebagai ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Songgom, Kecamatan Gekbrong, Muhammad Ahmad Jalal...
-
PANIK: Warga sempat panik mobil di pom bensi terbakar CIPANAS-Warga dan para pengguna jalan di Cipanas sempat dihebohkan dengan muncu...
-
)* Nanang Rustandi GEBRAKAN ekonomi untuk mengatasi berbagai resesi digulirkan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) sej...
-
ilustrasi CIANJUR - Dalam menjalankan puasa mungkin bagi umat Islam yang sudah terbiasa tidak ada kendala. Namun bagaimana dengan se...
-
Anggota DPR RI dari Fraksi PKB, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz sosialisasikan empat pilar MPR CIANJUR -Anggota DPR RI dari Fraksi PKB, N...
