Radar Cianjur »
Berita Utama
»
Helaran Digelar September
Helaran Digelar September
Posted by Radar Cianjur on Kamis, 20 Agustus 2015 |
Berita Utama
CIANJUR-Ini bisa jadi kabar gembira untuk masyarakat Cianjur.
Pasalnya, pawai Helaran Budaya yang sebelumnya dilarang bupati dengan alasan
takut terjadi kerusuhan karena mendekati pilkada, dipastikan bakal tetap akan
digelar. Rencananya, jika memang tidak ada perubahan, maka pawai tersebut bakal
dilaksanakan pada pertengahan atau akhir September bulan depan.
Kepastian pelaksanaan pawai budaya yang selalu digelar setiap
tahunnya itu diungkapkan Ketua Umum Lembaga Kesenian Cianjur (LKC), Deny
Rusyandi, Rabu (19/8) siang kemarin. Ia pun memastikan, bahwa pihaknya bakal
menjadi panitia dari pawai yang pada pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya itu
dibarengkan antara HUT Kabupaten Cianjur dan HUT Kemerdekaan RI.
"Iya, kami LKC, siap menyelenggarakan pawai Helaran Budaya
setelah sebelumnya dilarang bupati," tegas Deny yang ketika itu bertandang
ke kediaman Harry M Sastrakusumah, kemarin.
Deny menyebut, tanda-tanda akan ditiadakannya helaran memang
sempat terlintas di benaknya. Pasalnya, sudah sejak berkali-kali sebelumnya,
pihaknya selalu diundang oleh Pemkab Cianjur untuk membicarakan sekaligus masuk
ke dalam kepanitian. Namun, setelah ditungu-tunggu, undangan itu tidak pernah
datang dan tiba-tiba media sudah memberitakan bahwa bupati melarang pawai yang
selalu menampilkan kirab Kuda Kosong itu.
"Kami bukannya mengharap atau mengemis untuk dimasukkan ke
dalam kepanitian. Tapi sudah sejak lama pemkab selalu mengajak kami untuk
berembug. Tiba-tiba saja tahu-tahu media memberitakan bahwa helaran dilarang.
Jelas kami kaget," tutur dia.
Begitu mendengar dan membaca pemberitaan tersebut, pihaknya pun
mencoba untuk mencari tahu dan mendapatkan penjelasan langsung dari pemkab,
khususnya bupati Tjetjep Muchtar Soleh. Tapi, hingga kini, penjelasan pun tidak
pernah didapatkan langsung dari orang nomor satu di Pemkab Cianjur itu.
"Sampai saat ini kami belum mendapatkan penjelasan
langsung. Padahal kami ingin mendengarkan dan mendapatkan penjelasan langsung.
Bukan dari orang-orang lain di bawah bupati," sesal Deny.
Dikatakan Deny, keputusan bupati meniadakan helaran itu
dinilainya cukup mengecewakan banyak pihak dan masyarakat luas di seluruh
Cianjur. Selain karena sudah menjadi agenda rutin tahunan hingga 'meritual',
pawai Helaran Budaya juga telah menjadi ikon dari Cianjur. Apalagi, dalam pawai
tersebut juga diarak Kuda Kosong yang sangat kesohor dan dipandang sebagai
ritual yang haram untuk ditinggalkan.
"Setelah adanya pemberitaan itu, kami banyak mendapatkan
respon dari berbagai pihak. Intinya, mereka menanyakan kebenaran hal itu dan
cukup menyesalkannya," jelas dia.
Deny menambahkan, sebenarnya, hal itu bukan berarti pihaknya
memandang dan menyangkutpautkan pawai Helaran Budaya dengan Kuda Kosongnya itu
kepada hal-hal mistis atau musrik. Tapi, Kuda Kosong itu sendiri memiliki nilai
budaya dan sejarah yang cukup panjang dan besar bagi Cianjur.
"Kuda Kosong itu kan bagian dari sejarah berdirinya
Cianjur. Jadi tidak salah jika itu mendapatkan tempat tersendiri bagi
masyarakat yang cukup menyanjung dan membanggakannya sebagai identitas dan
kearifan lokal Cianjur," beber dia.
Selain itu, Deny juga mengungkapkan, respon masyarakat yang
tetap menghendaki terselenggaranya helaran itu banyak disampaikan masyarakat ke
pihaknya. Sebagian besar, selain mengungkapkan kekecewaan, juga menyampaikan
dukungan dan dorongan agar LKC sepenuhnya mengambil-alih helaran tersebut tanpa
mempedulikan pemkab sama sekali.
"Sampai sejauh ini, LKC sedang memusyawarahkan hal ini.
Tapi kami pastikan, kami siap menyelenggarakan helaran," tegas dia.
Karena itu, lanjut Deny, LKC pun berinisiatif menjadi lembaga
yang menyelenggarakan pawai Helaran Budaya nantinya. Keseriusan pihaknya itu,
salah satunya, dengan mengirimkan surat pemberitahuan kepada bupati Tjetjep
Muchtar Soleh yang ditembuskan ke sejumlah pihak terkait, termasuk Polres
Cianjur dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupeten Cianjur.
Ia menyebut, alasan pihaknya menembuskan surat tersebut ke
Polres Cianjur adalah karena untuk masalah keamanan dan pengamanan menjadi domain
dari kepolisian. Karena itu, pihaknya pun berharap secepatnya mendapatkan
respon sehingga persiapan pun bisa segera dilakukan.
"Alhamdulilah, setelah saya baca di koran, ternyata
Kapolres Cianjur mengizinkan dengan sejumlah syarat-syarat. Kami juga sangat
mengapresiasi dukungan dari Ketua DPRD terhadap helaran ini," ujar Deny
lagi.
Dengan adanya pernyataan kesiapan dari Polres Cianjur melalui
Kapolres AKBP Asep Guntur Rahayu dan dukungan dari Ketua DPRD Yadi Mulayadi,
Deny mengatakan, hal itu semakin memantapkan pihaknya. Kedepannya, pihaknya pun
sangat siap untuk duduk bersama dan mendiskusikan penyelenggaraan helaran ini.
"Kalau Kapolres bilang siap, ya tentu kami lebih sangat
siap lagi. Ditambah ada dukungan dari ketua dewan. Tinggal bertemu dan duduk bersama
untuk berembug," ujar dia sumringah.
Sementara, Ketua Yayasan Abdi Cianjur, Harry M Sastarkusumah pun
mengamininya. Lelaki yang juga selalu masuk dalam kepanitian setiap
penyelenggaraan pawai Helaran Budaya itu menambahkan kesiapannya. Sedangkan komunikasi
dengan komunitas-komunitas kesenian dan budaya di Cianjur pun sudah
dilakukannya sejak pertama kali ia mendapatkan informasi pelarangan pawai oleh
bupati.
"Mereka semua sangat siap. Kami terua komunikasi selama
ini," lugas Harry.
Selain komunikasi dengan seniman san budayawan Cianjur, Harry
mengaku, juga telah dihubungi oleh 15 kabupaten/kota di Jawa Barat yang
menegaskan siap ikut serta dan meramaikan pawai Helaran Budaya kali ini.
"Ini bukti bahwa Helaran Budaya bukan hanya dinantikan oleh
orang Cianjur. Tapi juga dinantikan oleh daerah lain. Mereka saja antusias,
kok. Berarti Cianjur harus lebih antusias lagi," tukas Harry.
Ketika ditanya soal anggaran yang bakal dikeluarkan untuk
penyelenggaraan helaran, Harry mengatakan, hal itu jangan menjadi ganjalan atau
halangan. Pasalnya, ia menegaskan bahwa selama ini, pawai Helaran Budaya sama
sekali tidak menggunakan anggaran sepeserpun dari Pemkab Cianjur.
"Anggaran itu bisa dicari. Toh, selama ini helaran itu
didanai dari sumbangan masyarakat dan pengusaha, kok," tegas Harry.(ruh)
Populer
-
Ketua DPC PKB Kabupaten Cianjur, Lefi Ali Firmansyah CIANJUR-Setelah menetapkan dan mendaftarkan pasangan Irvan Rivano Muchtar-Herman S...
-
MOMENTUM bulan Ramadan dimanfaatkan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Cianjur, Moch Ginanjar, untuk selalu m...
-
Ruas Jalan Raya Cipanas sudah menjadi langganan banjir, tak pelak kondisi ini semakin mempersulit pengendara ketika melintas. Amat dis...
-
Neng Eem sosialisasi empat pilar Sabtu (14/4) di majlis taklim At-takwa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur. CIANJUR- Indonesia se...
-
USIA DINI: TK Al Azhar Cianjur mengajarkan kepada siswa sejak dini tentang sopan santun terhadap guru dan orang tua. CIANJUR-Mar...
-
CIANJUR- Pondok Pesantren At-Taubah Lapas Kelas II B Cianjur bina para narapidana dengan berbagai materi keagamaan. Harapannya agar kelak...
-
CIANJUR-DPD PKS Cianjur akan menggelar kegiatan halal bihalal, tanggal 23 Agustus 2015 di Gedung As Sakinah. Humas DPD PKS Cianjur, Aulia...
-
CIANJUR-Tahun ajaran 2016/2017 mendatang. SMK IT Al-Musyaroah Cianjur bakal membuka jurusan perbankan syariah. Guna mencetak siswa yang pah...


Tidak ada komentar: