Keberadaan Penjual Peci di Kota Bersemi



Penjualan Meningkat, Diserbu Santri dan PNS 

MOMEN Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada akhir September ternyata menjadi kesempatan emas bagi para penjual peci. Momen itu pun bertepatan dengan momen keberangkatan haji. Alhasil, dagangan mereka laris manis diserbu masyarakat.

Laporan: NURANI, Cianjur

PENJUAL peci dan baju koko saat ini banyak dikunjungi pembeli. Salah satu pedagang di Jalan Siti Jenab tepatnya di depan Masjid Agung, Eci (40) mengaku, pedagang peci di Cianjur tidak akan sulit ditemukan karena sudah menjadi keseharian dan usaha turun temurun.           
Mendekati hari raya, omset penjualan mengalami kenaikan sekitar 20 persen. “Alhamdulilah untuk penjualan saat ini meningkat dari biasanya. Itu karena banyaknya pengunjung yang mampir ke sini untuk beribadah,” ujar Eci kepada Radar Cianjur.
Selain itu, banyak juga pembeli dari masyarakat yang beristirahat setelah mengantarkan jemaah haji ke asrama. Mereka pun sering membeli baju koko, peci, jas koko dan celana pangsi.
Ia memaparkan, harga baju koko mencapai Rp75 ribu, peci warna putih Rp25 ribu dan celana pangsi Rp35 ribu. Pembeli kebanyakan dari golongan santri pesantren, tidak jarang pula banyak pembeli dari masyarakat sekitar.

“Bahkan para pegawai dinas Cianjur banyak juga yang membeli celana pangsi dan peci hitam di sini,” papar Eci. (*)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top