Radar Cianjur »
Berita Utama
»
Waspada, Maraknya Peredaran Uang Palsu, Kasusnya Meningkat 173 Persen
Waspada, Maraknya Peredaran Uang Palsu, Kasusnya Meningkat 173 Persen
Posted by Radar Cianjur on Selasa, 24 Mei 2016 |
Berita Utama
JAKARTA-Peredaran uang palsu jelang Ramadan mulai meningkat, sehingga
masyarakat pengusaha, dan pedagang kecil diminta selalu waspada. Kemarin, Bareskrim
Polri membongkar sindikat pengedar uang palsu. Dua orang ditetapkan sebagai
tersangka yakni SW (58) dan MAR (59) yang diamankan saat transaksi uang palsu
Rp 100 ribu sebanyak 18 ribu lembar di kawasan Taman Mini dan Tol Jorr.
Menurut Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus
Bareskrim Polri, Brigjen Agung Setya, pihaknya sudah memetakan dan mengincar
sejak lama sindikat tersebut. Setelah mendapatkan informasi intelijen yang
kuat, pihaknya lantas menghubungi pelaku dengan dalih ingin melakukan transaksi
uang palsu.
Setelah bertemu, penyidik menangkap tersangka
SW di Taman Mini. Polisi menyita uang palsu 2.000 lembar pecahan Rp 100 ribu
dari tangannya. Dari penangkapan itu kemudian penyidik melakukan pengembangan
dan menemukan pelaku lainnya yakni MAR. SW memberikan informasi bahwa MAR
tengah merencanakan transaksi uang palsu di bilangan Taman Mini.
Namun, ternyata MAR mengendus bahwa gerakannya
sudah dipantau polisi. Ia pun melarikan diri dengan mobilnya melalui tol JORR.
Meski begitu, tak butuh waktu lama polisi menemukan dan mengakhiri pelarian
MAR.
"Penyidik mengejar dan akhirnya membekuk
MAR dengan barang bukti 16 ribu uang palsu pecahan Rp 100 ribu," beber dia
di Mabes Polri, Jakarta, Senin (23/5).
Agung mengatakan, para pelaku sudah sepuluh
kali megedarkan uang palsu di beberapa wilayah.
Peredaran paling banyak di
wilayah Jawa Barat. "Mereka menawarkan melalui jaringan mereka.
Nantinya,
akan diedarkan oleh beberapa orang di sejumlah tempat keramaian," ujarnya.
Agung menambahkan, uang palsu ini bisa dibeli
dengan harga satu banding dua. Artinya, pembeli harus merogoh kocek Rp 50 ribu
untuk mendapatkan pecahan uang palsu Rp 100 ribu. "Jadi pelaku ini bisa
dapat untung setengah harga. Modusnya memang untuk mencari keuntungan saja.
Masih kami kembangakan dari mana mereka mencetak," katanya.
Kedua pria tersebut dijerat dengan pasal 36
ayat 1 dan 2 UU No 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dengan ancaman kurungan 10
tahun penjara.
Smentara itu, Bank Indonesia (BI) mencatat terjadi peningkatan
peredaran uang palsu setiap tahunnya. Bahkan, peredaran uang palsu,
peningkatannya cukup signifikan setiap tahun.
Kepala Divisi Penanggulangan Uang Palsu BI,
Hasiholan Siahaan, dalam dua tahun belakangan mengatakan, peningkatan uang
palsu tembus di angka 173 persen.
Berdasarkan data statistik BI, pada 2014
ditemukan 120.417 lembar uang palsu. Sementara pada 2015, pihaknya mencatat ada
319.641 lembar uang palsu. Dia juga mengungkapkan, pada Maret 2015, terjadi
lonjakan uang palsu mencapai 55.441 lembar uang palsu.
"Kejahatan uang palsu sudah dalam tahap
mengkhawatirkan. Tingkat kaulitas kejahatannya juga sudah meningkat," kata
Hasiholan di Mabes Polri, Jakarta, Senin (23/5).
Hasiholan merinci, daerah-daerah mana saja
yang kerap dijadikan sasaran peredaran uang palsu. Di mana, pada 2015, Pulau
Jawa merupakan surganya peredaran uang palsu.
"Peringkat pertama Jawa Timur, DKI
Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, kemudian Banten," ujar Hasiholan di
Mabes Polri, Jakarta, Senin (23/5).
Selain itu, sambung Hasiholan, Pulau Dewata,
Bali juga diindikaskan sebagai tempat yang banyak beredar jumlah uang palsu,
dalam mata uang asing. Apalagi, Bali kerap disambangi oleh turis-turis asing.
"Karena di tempat itu (Bali) transaksi
ekonomi termasuk tinggi. Selain itu jumlah penduduknya yang banyak juga
dijadikan sasaran empuk bagi pelaku untuk menyebarkan uang palsunya,"
ungkap Hasiholan. Hanya, pihaknya tak merinci berapa presentase peredaran uang
palsu di daerah-daerah itu. (mg4/chi/jpnn)
Populer
-
JAKARTA-Peredaran uang palsu jelang Ramadan mulai meningkat, sehingga masyarakat pengusaha, dan pedagang kecil diminta selalu wasp...
-
KH Deden CIANJUR-Pondok Pesantren Al-I'tishom Coblong, Desa Tegallega, Kecamatan Warungkondang, membantah keras jika mendukung sala...
-
CIANJUR - Banyak faktor pemicu terjadinya kecelakaan berlalu lintas kebut - kebutan dalam berkendara, kendaraan yang tidak normal, pe...
-
CIANJUR – Lampu merupakan aksesoris rumah yang penting, khususnya pada malam hari; karena lampumemberikan cahaya dan menjadikan suasana r...
-
Ketua DPC PKB Kabupaten Cianjur, Lefi Ali Firmansyah CIANJUR-Setelah menetapkan dan mendaftarkan pasangan Irvan Rivano Muchtar-Herman S...
-
GRESIK-Ada fakta menarik yang baru saja terungkap di balik kericuhan suporter yang terjadi pada laga TSC A antara Persegres dan ...
-
Mereka yang sering mengenakan pakaian bergaya maskulin namun tidak mau terkesan liar dan tetap berusaha mengenakan hijab, banyak yang mem...
-
ILUSTRASI CIANJUR-Istilah 'Salam Pramuka' dan 'Salam OSIS' berada di daftar pencarian teratas dalam sebuah mesin telus...

Tidak ada komentar: