Radar Cianjur »
Berita Utama
»
Soal Visa 12 Calhaj Diserahkan ke Provinsi
Soal Visa 12 Calhaj Diserahkan ke Provinsi
Posted by Radar Cianjur on Selasa, 25 Agustus 2015 |
Berita Utama
CIANJUR-Sebanyak
12 calon jemaah haji (calhaj) kloter 10 Kabupaten Cianjur, terancam tertunda
keberangkatannya ke tanah suci. Pasalnya, visa yang seharusnya sudah mereka
pegang ternyata masih belum didapatkan.
Hal itu
diungkapkan Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kementerian Agama
(Kemenag) Kabupaten Cianjur, Aang Abdul Rouf, Senin (24/8) siang kemarin.
Karena visa tersebut belum didapatkan, jika memang sangat terpaksa, maka ke 12
calhaj tersebut baru bisa berangkat setelah proses pembuatan visanya rampung.
"Iya ada 12 calhaj yang visanya masih dalam proses di kedutaan,” ungkap
Rouf, kemarin.
Meski
begitu pasca pemberangkatan Kloter 10, Senin (24/8) malam sekitar pukul 19.00
WIB dari Asrama Haji Komplek Kemenag Cianjur, sebanyak 444 calhaj tetap
diberangkatkan menggunakan 11 bus ke Asrama Haji Embarkasi Jakarta-Bekasi
Provinsi Jawa Barat.
“Kami sudah berangkatkan menggunakan bus ke Embarkasi Bekasi, nah
soal keputusan apakah ke 12 jemaah mendapat visa atau tidak, kami sudah
serahkan sepenuhnya ke Panitia Jemaah Haji Tingkat Provinsi Jawa Barat,” terang
Rouf dihubungi Radar Cianjur, semalam.
Untuk
itu pihaknya hingga kini terus menjalin komunikasi dengan pihak panitia
Provinsi Jawa Barat yang berada di Embarkasi Bekasi. “Informasi yang kami
peroleh dari panitia provinsi, Insya Allah 12 jemaah haji yang masih ada
persoalan visa dapat tetap berangkat ke tanah suci serta menjalankan ibadah
haji sesuai dengan yang dijanjikan oleh pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian
Agama," ungkap Aang.
Kendati
belum mengantongi visa, Rouf menegaskan, 12 calhaj tersebut tetap akan
berangkat pada musim tahun ini juga. Karena, para calhaj tersebut bakal tetap
berangkat bergabung dengan kloter selanjutnya. "Itupun kalau memang sangat
terpaksa. Tapi tetap mereka akan berangkat tahun ini. Itu sudah dijamin.
Apalagi semua calhaj kan sudah punya paspor," tegas dia.
Rouf
mengakui, permasalahan visa calhaj ini memang cukup banyak dan terjadi hingga
skala nasional. Pasalnya, untuk bisa mendapatkan visa haji, tahun ini prosesnya
memang lebih panjang dan lama dibanding sebelum-sebelumnya. Selain itu,
pemberlakuan elektronik haji juga memberikan pengaruh dalam proses pembuatan
visa tersebut.
Karena
itu, salah satu yang terkena imbas dari lamanya proses pembuatan visa itu
adalah kloter calhaj asal Cianjur. "Kan sekarang elektrik haji. Jadi untuk
entry san validasi datanya harus benar-benar valid, tidak boleh ada
kesalahan," jelas dia.
Rouf
meyakini, dua belas calhaj yang belum mengantongi visa tersebut nantinya bakal
berkurang hingga akhirnya, ia memastikan, semua calhaj asal Cianjur bakal
mengantongi visa hajinya masing-masing. Hal itu mengacu pada data sebelumnya
yang mencapai total 150 calhaj dari kloter 10 yang belum mendapatkan visa.
Dari
angka itu, lanjut dia, pada Rabu (19/8) pekan lalu, ada 40 visa yang turun.
Kemudian, pada Sabtu (22/8) lalu, ada 62 visa turun lagi disusul kemudian pada
Minggu dini hari kemarin, 36 visa sudah diterima para calhaj.
"Makanya
sampai dengan Minggu itu tiggal 12 calhaj yang belum. Kabarnya hari ini ada
lagi visa yang turun tapi saya belum cek informasinya," tutur Rouf tanpa
mau merinci nama-nama calhaj yang belum memiliki visa itu.
Rouf
menambahkan, untuk jemaah calhaj dari Kabupaten Cianjur sendiri, untuk tahun
ini total berjumlah 1.061 calhaj. Mereka semua terbagi dalam tiga kloter yakni
kloter 10, kloter 51 dan kloter 64.
Untuk
kloter 10 yang diberangkatkan pada Senin (24/8) malam, terdiri dari 444 calhaj,
sama dengan jumlah calhaj kloter 51 yang rencananya akan diberangkatkan pada
tanggal 9 September mendatang. Sedangkan khusus untuk kloter 64 yang
diberangkatkan pada 14 September, bakal dibarengkan dengan calhaj dari Sumedang
dan Banjar.
"Tapi
calhaj yang dari Cianjur hanya 122 orang saja. Karena kloter 64 itu gabungan
dengan Sumedang dan Banjar," imbuh dia.
Rouf
menuturkan, untuk kloter 10 ini, ada sepasang suami-istri asal Cugenang yang
dipastikan ditunda keberangkatannya karena alasan kesehatan. Keduanya nantinya
digantikan pasangan suami-istri dari kloter 64 asal Mande.
"Jadi
istilahnya tukar kloter. Karena yang dr Cugenang itu, Miftah, memiliki skait
jantung dan saat ini sedang dirawat di RSUD Cianjur. Kalau memang dokter bilang
aman, ya bisa berangkat. Kan itu kewenangan dokter," beber dia.
Rouf
menjelaskan, untuk pemeriksaan kesehatan, sudah dilakukan di masing-masing
puskemas karena memang hal itu menjadi domain Dinas Kesehatan (Dinkes). Meski
begitu, pemeriksaan kesehatan nantinya juga akan dilakukan kembali di
embarkasih untuk memastikan kesehatan para calhaj.
"Tapi
sampai sejauh ini dinyatakan lolos kesehatan. Hanya Miftah saja yang sekarang
masih dirawat. Kan yang jadi prioritas itu calhaj resiko tinggi (resti,
red)," tambah dia.
Untuk
tahun ini, ucap Rouf, calhaj termuda tercatat berusia 21 tahun atas nama Titin
Fatimah Watusholihah dari Kampung Gununglanjung, Desa Cijedil, Cugenang.
Sedangkan jemaah calhaj tertua berusia 87 tahun atas nama Engkah bin Enjum dari
Kampunh Buniayu, Desa Kertamukti, Haurwangi.
"Keduanya
sama-sama dari kloter 51. Kalau untuk armada, tiap kloter, kami siapkan 10 bus
dan 1 cadangan," tukas Rouf.(cr2/ruh)
Populer
-
JAKARTA-Dua pelatih yang menjadi sorotan karena lisensi kepelatihannya tak sesuai regulasi turnamen jangka panjang TSC 2016, yakni D...
-
PETUGAS BNNK tes urine siswa SMAN 1 Ciranjang. CIANJUR-Antisipasi bahaya penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar dan di lingkungan s...
-
PANIK: Warga sempat panik mobil di pom bensi terbakar CIPANAS-Warga dan para pengguna jalan di Cipanas sempat dihebohkan dengan muncu...
-
CIPANAS - Koperasi Baitul Maal Wat-Tamwil (KBMT) As-salam, di Jl. Raya Pacet Cipanas, bergerak di bidang simpan pinjam dan pembiya...
-
ILUSTRASI PEREMPUAN hamil memiliki tantangan besar mulai dari mual di pagi hari, kaki kram, sakit punggung, dan berat badan yang naik ...
-
CIANJUR-Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-70, Polres Kabupaten Cianjur, bekerjasama deng...
-
CIANJUR – Gelaran Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang dilangsungkan secara serentak se-Kabupaten Cianjur pada Minggu (29/5) kemarin, ...
-
KURANG dari satu pekan pesta sepakbola terbesar di benua Eropa atau yang dikenal dengan Euro 2016 akan dimulai. Turnamen ...


Tidak ada komentar: