Radar Cianjur »
Berita Utama
»
Angka Partisipasi Pilkades Minim
Angka Partisipasi Pilkades Minim
Posted by Radar Cianjur on Selasa, 31 Mei 2016 |
Berita Utama
CIANJUR – Gelaran Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang dilangsungkan secara
serentak se-Kabupaten Cianjur pada Minggu (29/5) kemarin, memunculkan berbagai
persepsi. Pasalnya, di sejumlah wilayah yang menyelenggarakan pilkades
serentak, masih banyak warga yang tidak menyalurkan hak pilihnya. Padahal,
calon-calon yang ingin menjabat posisi Kepala Desa (Kades) cukup bertebaran.
Data yang berhasil
dihimpun, untuk sejumlah kawasan Cianjur Selatan (Cisel) misalnya. pilkades
yang diselenggarakan di tiga kecamatan dan lima desa, masih banyak masyarakat
yang tidak mencoblos. Tiga desa di Kecamatan Pagelaran, seperti di Desa
Bunijaya yang memiliki jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 4.955 orang,
angka ketidakhadiran mencapai 1.543 orang. Desa Buniwangi yang memiliki jumlah
DPT sebanyak 4.903 orang, angka ketidakhadirannya mencapai 2.267 orang.
Sementara Desa
Kertaraharja yang memiliki jumlah DPT sebanyak 3.364 orang, angka
ketidakhadirannya mencapai 1.049 orang. Belum lagi di desa lainnya seperti Desa
Pasirjambu, Kecamatan Tanggeung, dan Desa Simpang, Kecamatan Pasirkuda. Dari
total 3.752 DPT, angka ketidakhadiran mencapai 1.283 orang. Sementara di Desa
Simpang, Kecamatan Pasirkuda, dari total 3.175 DPT, angka ketidakhadiran
mencapai 1.221 orang. Hal serupa juga di Desa Gadog, Kecamatan Pacet. Dari
total DPT sebanyak 7.158 orang, angka ketidakhadiran mencapai 3.554 orang.
Tak demikian dengan
Pilkades Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur. Salah seorang warga Kampung
Warungkiara, Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur, Didin Samsudin (50) mengaku, ia
tetap menyalurkan hak pilihnya. Namun, sayangnya, Didin kurang begitu antusias
berpartisipasi dalam Pilkades lantaran ia tidak mengenal satu demi satu orang
yang mencalonkan diri menjadi kades di wilayahnya. “Saya tetap menyalurkan hak
pilih. Sayangnya, saya tidak mengenal calon-calon yang wajahnya dipampang di
selebaran-selebaran itu,” ungkap Didin.
Menanggapi hal
tersebut, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMPD) Kabupaten Cianjur,
Yeyen Rohyanda menjelaskan, secara menyeluruh angka partisipasi masyarakat
terhadap gelaran Pilkades di 76 Kecamatan se-Kabupaten Cianjur kali ini
mencapai lebih dari 50 persen. Ia juga mengatakan, sejauh ini selenggaraan pilkades
berjalan aman, lancar dan kondusif, tanpa menemui kendala yang berarti.
“Sosialisasi sejak
jauh-jauh hari sudah dilakukan di masing-masing desa. Kehadiran masih lebih
dari 50 persen, sisanya barangkali terkendala oleh berbagai hal,” ungkap Yeyen
kepada Radar Cianjur, kemarin.
Meski sempat
tersiar kabar di beberapa desa sempat terjadi ketegangan, namun Yeyen mengaku
hal tersebut sudah bisa diantisipasi dengan baik oleh pihak aparat keamanan
yang berada di masing-masing wilayah hukumnya. “Kita harapkan semuanya selesai,
tidak ada konflik berkepanjangan. Masyarakat jangan mau terkotak-kotak, cukup
sampai bilik suara saja. Setelah itu, semuanya kembali bersatu,” ajak dia
seraya mengimbau.
Eks Kepala Dinas
Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Cianjur tersebut menilai, masih
banyak hal yang membuat warga terkendala untuk melakukan pencoblosan, seperti
yang tengah melakukan aktivitas usaha atau bekerja diluar kota, yang letaknya
jauh dari tempat mereka melakukan pencoblosan.
“Intinya kembali
lagi kepada kesadaran masing-masing. Desa adalah ujung tombak pembangunan.
Jadi, kalau mau desanya maju, pesat dalam membangun, maka masyarakatnya harus
lebih proaktif,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Yeyen
memaparkan, beberapa desa lainnya yang akan habis masa jabatannya, juga akan
melakukan Pilkades serupa pada 2018 mendatang. Berkaca pada selenggaraan
Pilkades serentak tahun ini, kedepan masyarakat diharapkan lebih proaktif dalam
menyalurkan hak pilihnya. Bahkan, tak menutup kemungkinan, momentum politik
seperti Pilpres, Pilgub, Pilkada, sampai Pilkades bakal diselenggarakan secara
serentak pula.
“Pilkades kali ini
sejatinya bisa menjadi sebuah pembelajaran dan pendewasaan pola pikir
masyarakat yang lebih maju dan agamis,” tutup Yeyen. (lan)
Populer
-
CIANJUR - Sepeda Motor sudah jadi alat transfortasi yang dibutuhkan. Tak heran hampir semua orang mempunyai sepeda motor. Meski demi...
-
Neng Eem ingatkan masyarakat pentingnya empat pilar MPR RI CIANJUR- Anggota DPR RI, yang juga anggota MPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa H...
-
PERINGATI Hari Air Sedunia, AQUA Grup Tanam Pohon BOGOR-Dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia ke-25 yang jatuh pada tanggal 22 M...
-
CIANJUR-Tiga siswa SMAN 1 Cianjur berhasil mendapatkan nilai ujian nasional tertinggi. Ketiga siswa itu diantaranya, Muhammad Audie (1...
-
CIANJUR-Saat ini SMAN 1 Cianjur tengah melaksanakan Ujian Akhir Semester (UAS). Humas SMAN 1 Cianjur, Siti Nuraini menuturkan, UA...
-
CIANJUR-Pemerintah pusat melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI telah mengatur kebijakan baru terkait biaya pernikahan sejak beberapa ...
-
CIANJUR-Untuk antisipasi hal-hal yang tak diinginkan, Polres Cianjur menetapkan Kabupaten Cianjur berstatus siaga 1, akibat suhu politik...
-
CIANJUR-Kurang lebih 30 Hektare sawah di Kampung Pasirgede Desa Mekargalih, Kecamatan Ciranjang terpaksa gagal panen akibat diserang ham...

Tidak ada komentar: