Radar Cianjur »
Berita Utama
»
Parpol Baru Dianggap tak Sesuai Harapan
Parpol Baru Dianggap tak Sesuai Harapan
Posted by Radar Cianjur on Selasa, 31 Mei 2016 |
Berita Utama
CIANJUR – Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) baru-baru ini sudah membuka
pendaftaran badan hukum bagi parpol baru. Seperti diberitakan sebelumnya, enam
parpol baru, diantaranya Partai Rakyat, Partai Priboemi, Partai Idaman, Partai
Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Beringin Karya, dan Partai Indonesia Kerja
langsung mengajukan diri, memenuhi legalitas formal partainya.
Verifikasi
administrasi meliputi salinan akta notaris yang memuat data pendiri dan AD/ART
partai, pernyataan nama lambang dan tanda gambar yang tidak menyamai partai
lain, bukti rekening partai, hingga persyaratan kepengurusan di daerah di 34
provinsi, 75 persen kabupaten/kota, dan 50 persen kecamatan di seluruh
Indonesia. Selain itu, ketentuan jumlah kantor wilayah maupun cabang wajib
dipenuhi tanpa pengecualian. Rencananya, proses verifikasi dilaksanakan hingga
Oktober 2016.
Pengumuman kelolosan dilakukan sebulan kemudian atau November
2016.
Pakar Hukum Tata
Negara, Dedi Mulyadi menilai, fenomena tersebut sudah dianggap sebagai hal yang
lumrah, terlebih menjelang berbagai kontestasi politik yang rutin
diselenggarakan di negara ini, seperti Pilpres, Pilgub, atau bahkan Pileg.
Fenomena munculnya partai baru semacam itu, menurut Dedi, merupakan hal yang
cukup menarik bagi segelintir kalangan.
“Partai tersebut
memungkinkan mereka menarik konstituen yang sudah tidak percaya terhadap partai
politik lama dan tidak kunjung menawarkan solusi. Karena itu, potensinya cukup
besar,” papar akademisi Unuversitas Suryakancana Cianjur (Unsur) tersebut.
Masih kata Dedi.
Menurutnya, bagi satu atau sekelompok orang yang dianggap memiliki kemapuan
baik dari segi intelektualitas maupun finansial yang cukup, tidak dilarang
untuk membangun sebuah partai politik. Selanjutnya, hanya bagaimana partai
tersebut mampu meraih dukungan masyarakat sebanyak-banyaknya.
“Kalau kita lihat
kultur di Cianjur yang religius, untuk parpol yang berhaluan kanan masih bisa
diterima masyarakat. Tapi untuk yang berhaluan sebaliknya, mungkin akan cukup
sulit, ditambah setelah ada isu PKI beberapa waktu lalu,” imbuhnya.
Saat ditanya soal
kemelut partai politik dewasa ini, sampai meningkatnya angka golput, dibarengi
dengan bermunculannya calon-calon pemimpin yang memilih jalur non-partai alias
independen, Dedi menilai hal tersebut sejatinya bisa dijadikan acuan
partai-partai baru untuk menunjukan geliatnya. Terlebih, jika parpol-parpol
baru tersebut mampu menarik minat para pemilih pemula yang potensinya sangat
besar.
“Kalau mereka bisa
menyusun platform yang sesuai dengan ekspektasi masyarakat, saya yakin,
mereka akan bisa menunjukan geliatnya. Tapi dengan catatan, harus lulus
verifikasi dari Kemekumham terlebih dahulu,” pungkasnya. (lan/jpnn)
Populer
-
* Jawapos Kuasai 70 Persen Saham SURABAYA-Persebaya Surabaya resmi memiliki struktur kepemilikan baru plus manajemen baru. Rapat umum pe...
-
Foto: Fadilah Munajat/ Radar Cianjur Camat Warungkondang Candra Dwi Kusumah WARUNGKONDANG–Masih hangat pasca aksi demo Forum Masyr...
-
Bakal Diatur dalam Peraturan Menteri CIANJUR-Jika belanja di minimarket, supermarket, dan hypermarket, kini Anda tidak bisa minta kan...
-
PETUGAS BNNK tes urine siswa SMAN 1 Ciranjang. CIANJUR-Antisipasi bahaya penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar dan di lingkungan s...
-
CIPANAS - Koperasi Baitul Maal Wat-Tamwil (KBMT) As-salam, di Jl. Raya Pacet Cipanas, bergerak di bidang simpan pinjam dan pembiya...
-
BANDUNG - Divisi Honda Customer Care Centre (HC3) PT Daya Adicipta Motora mengemban tanggung jawab untuk mengembangkan sumber day...
-
GIANYAR - Laga hidup dan mati akan tersaji di laga Bali Island Cup (BIC) 2016 mempertemukan Persib melawan Arema Cronus, (23/2) di Stadi...
-
CIANJUR – Gelaran Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang dilangsungkan secara serentak se-Kabupaten Cianjur pada Minggu (29/5) kemarin, ...

Tidak ada komentar: