Radar Cianjur »
Berita Utama
»
TKW Tewas 'Dibelah'
TKW Tewas 'Dibelah'
Posted by Radar Cianjur on Kamis, 13 Agustus 2015 |
Berita Utama
Ada Bekas Lebam di Leher
CIANJUR-Seperti yang sudah-sudah, cerita pilu nan mengenaskan
silih berganti dan kerap menimpa para pekerja luar negeri Indonesia asal
Kabupaten Cianjur ketika mengais rezeki di negeri orang. Ironisnya, peristiwa
demi peristiwa pun berlalu tanpa ada kejelasan dan kelanjutan.
Kali ini, nasib tak kalah mengenaskan, dialami Nurkhodijah (34),
tenaga kerja wanita (TKW) Indonesia asal Kampung Sukajadi RT 05/04, Desa
Cikondang, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur. Ibu tiga anak itu,
akhirnya pulang ke rumahnya sudah dalam keadaan tidak bernyawa dan terbungkus
kain kafan putih dalam sebuah peti mati.
Bukan hanya itu, ada sejumlah kejanggalan dan ketidakwajaran
pada jenazah korban yang menimbulkan kecurigaan keluarga. Hal itu ditambah
dengan kabar yang cukup mendadak.
Berdasarkan pantauan, di rumah semi permanen Nurkhodijah yang
terbuat dari anyaman bambu itu, suasana haru terasa begitu kuat. Tangis
histeris pun langsung pecah seperti tidak tertahan ketika jenasah TKW
Nurkhodijah akan diberangkatkan ke pemakaman setempat untuk dimakamkan, Rabu
(12/8) pagi kemarin sekitar pukul 07.00 WIB.
Tampak suami korban, Samsudin (36), cukup histeris dan pingsan
karena tidak kuat menahan rasa kehilangan dan kesedihan yang begitu sangat. Hal
yang sama pun mendera ketiga anak Nurkhodijah dan segenap kerabat lainnya.
Usai memakamkan jenazah Nurkhodijah, Samsudin pun kembali
pingsan untuk kali kedua dan harus digotong sejumlah kerabat dan tetangga yang
turut mengantarkan jenazah perempuan yang kesehariannya kerap disapa Khokho itu
ke peristirahatan terakhirnya.
Menurut penuturan salah seorang kerabat, meninggalnya Khokho itu
sangat tidak terduga. Pasalnya, pihak keluarga mendapatkan kabar cukup
mendadak. Padahal, sebelumnya, Khokod masih berkomunikasi dengan kelurganya
melalui sambungan telepon.
"Hari Jumat (7/8) kemarin Khokho masih telepon dan
baik-baik saja. Tidak megeluh sakit atau apa-apa lainnya. Pokoknya dalam
kondisi sehat," jelas Enung Nuryani (48), salah seorang kerabat korban,
ditemui di lokasi, Rabu (12/8) pagi kemarin.
Dikatakan Enung, selama 19 bulan bekerja sebagai asisten rumah
tangga di Singapura itu, Khokho hampir setiap hari selalu menjalin komunikasi
dengan keluarganya. Bahkan, setiap bulannya, ia selalu mengirimkan hampir
seluruh uang gaji bulanannya.
Enung menambahkan, komunikasi terakhir antara Khokho dengan
keluarganya terjadi pada Sabtu (8/8) siang kemarin. Dalam komunikasi itu,
Khokho mengaku merasa pusing dan sakit kepala sehabis menyantap seporsi nasi
Padang dan dua tusuk sate daging kambing.
"Katanya pusing-pusing setelah makan itu. Tapi almarhumah
tidak punya sejarah penyakit apapun, apalagi darah tinggi," tambah dia.
Setelah komunikasi itu, keeseokan harinya, pihak keluarga pun
kembali mengontak telepon selular korban. Namun, kendati sudah berkali-kali
menghubungi dan terdengar nada sambung, korban tidak mengangkatnya.
"Dari situ sudah tidak ada kontak lagi dengan
almarhumah," tuturnya lagi.
Kemudian, seperti sambaran kilat di siang hari, keluarga
mendapatkan kabar melalui telepon selular dari Jakarta, Selasa (11/8) siang,
yang menyatakan bahwa Khokho sudah meninggal dunia. Dalam komunikasi itu pun,
pihak keluarga diminta ke Jakarta untuk mengambil jenasahnya.
Selanjutnya, pihak keluarga pun langsung bergegas ke Jakarta
untuk memulangkan jenazah korban yang sudah tiba di Bandara Soekarno-Hatta
dengan ditemani agen penyalurnya, PT Harapan Abadi dari Jakarta. Adapun jenazah
korban baru tiba di kediamannya di Kampung Sukajadi yang akses jalannya rusak
parah itu pada Rabu (12/8) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB.
Masih menurut Enung, pihak keluarga sangat kaget dan tercengang
ketika akan memandikan jenazah korban. Pasalnya, tubuh korban didapati telah
dibelah mulai dari bagian tengah bawah leher dan memanjang sampai tepat di atas
kemaluan. Selain itu, ada juga dua sayatan lain yang membelah mulai dari bawah
tulang pundak kanan dan kiri yang saling bertemu dengan titik awal belahan di
bawah leher.
"Tapi belahan itu sudah ditutup kembali dan dijahit.
Jahitan lain juga ada pada bagian belakang kepala. Selain itu ada beberapa luka
lebam yang membiru pada bagian leher," beber Enung.
Atas kondisi jenzah korban yang sangat tidak lazim itu, pihak
keluarga sebenarnya sangat curiga dan menilai ada banyak kejanggalan. Akan
tetapi. Lanjut Enung, pihak keluarga sepenuhnya ikhlas dan pasrah.
"Sebenarnya sangat curiga. Katanya meninggal cuma karena
darah tinggi. Tapi, kalau hanya karena darah tinggi kok bisa sampai diautopsi
seperti itu. Apalagi untuk autopsi, pihak keluarga sama sekali tidak
dikonformasi," urai dia.
Berdasarkan keterangan pihak agen penyalur, imbuh Enung, Khokho
ditemukan oleh majikannya di dalam kamar mandi dalam keadaan sudah tidak
bernyawa.
"Itu katanya, tapi ya kami kan tidak tahu lagi seperti
apa-apanya," ujar Enung.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Seksi Bina Lembaga Ketenagakerjaan
Dinas Sosial Tenagakerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Cianjur,
Ubaidillah, ditemui di ruang kerjanya, membenarkan bahwa pihaknya telah
mendapatkan kabar maninggalnya Khokhod di Singapura itu. Namun, tidak
disebutkan dengan jelas perihal penyebab kematiannya.
"Kami merasa prihatin dan berbelasungkawa atas meninggalnya
almarhumah. Tapi, kami juga tidak mendapatkan keterangan yang jelas soal
penyebab meninggalnya alamarhumah ini," kata pria asli Betawi yang akrab
di sapa Ubai itu.
Berdasarkan data dan nomor ID dari pihak keluarga, setelah di
cek dalam database, pihaknya sama sekali tidak mendapati nama korban sebagai
salah satu TKW yang terdaftar. Karena itu, pihaknya pun cukup kesulitan untuk
mendapatkan data terkait korban.
"Kalau memang berangkat secara resmi pasti ada dalam
database. Ini data secara nasional. Karena yang resmi itu pasti memiliki nomor
ID," jelas Ubai.
Kendati demikian, Ubai menegaskan, pihaknya tidak akan tinggal
diam dan akan membantu pihak keluarga agar mendapatkan hak-haknya.
"Yang pasti, jika melalui jalur resmi, pasti ada
asuransinya dan itu menjadi hak keluarga selaku ahli warisnya. Tapi kami tetap
akan berusaha membantu sebisa mungkin," pungkas Ubai.(ruh)
Populer
-
Ketua DPC PKB Kabupaten Cianjur, Lefi Ali Firmansyah CIANJUR-Setelah menetapkan dan mendaftarkan pasangan Irvan Rivano Muchtar-Herman S...
-
GRESIK-Ada fakta menarik yang baru saja terungkap di balik kericuhan suporter yang terjadi pada laga TSC A antara Persegres dan ...
-
MOMENTUM bulan Ramadan dimanfaatkan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Cianjur, Moch Ginanjar, untuk selalu m...
-
Ruas Jalan Raya Cipanas sudah menjadi langganan banjir, tak pelak kondisi ini semakin mempersulit pengendara ketika melintas. Amat dis...
-
Neng Eem sosialisasi empat pilar Sabtu (14/4) di majlis taklim At-takwa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur. CIANJUR- Indonesia se...
-
USIA DINI: TK Al Azhar Cianjur mengajarkan kepada siswa sejak dini tentang sopan santun terhadap guru dan orang tua. CIANJUR-Mar...
-
CIANJUR- Pondok Pesantren At-Taubah Lapas Kelas II B Cianjur bina para narapidana dengan berbagai materi keagamaan. Harapannya agar kelak...
-
CIANJUR-DPD PKS Cianjur akan menggelar kegiatan halal bihalal, tanggal 23 Agustus 2015 di Gedung As Sakinah. Humas DPD PKS Cianjur, Aulia...

Tidak ada komentar: