TKW Tewas 'Dibelah'


Ada Bekas Lebam di Leher

CIANJUR-Seperti yang sudah-sudah, cerita pilu nan mengenaskan silih berganti dan kerap menimpa para pekerja luar negeri Indonesia asal Kabupaten Cianjur ketika mengais rezeki di negeri orang. Ironisnya, peristiwa demi peristiwa pun berlalu tanpa ada kejelasan dan kelanjutan.
Kali ini, nasib tak kalah mengenaskan, dialami Nurkhodijah (34), tenaga kerja wanita (TKW) Indonesia asal Kampung Sukajadi RT 05/04, Desa Cikondang, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur. Ibu tiga anak itu, akhirnya pulang ke rumahnya sudah dalam keadaan tidak bernyawa dan terbungkus kain kafan putih dalam sebuah peti mati.
Bukan hanya itu, ada sejumlah kejanggalan dan ketidakwajaran pada jenazah korban yang menimbulkan kecurigaan keluarga. Hal itu ditambah dengan kabar yang cukup mendadak.
Berdasarkan pantauan, di rumah semi permanen Nurkhodijah yang terbuat dari anyaman bambu itu, suasana haru terasa begitu kuat. Tangis histeris pun langsung pecah seperti tidak tertahan ketika jenasah TKW Nurkhodijah akan diberangkatkan ke pemakaman setempat untuk dimakamkan, Rabu (12/8) pagi kemarin sekitar pukul 07.00 WIB.
Tampak suami korban, Samsudin (36), cukup histeris dan pingsan karena tidak kuat menahan rasa kehilangan dan kesedihan yang begitu sangat. Hal yang sama pun mendera ketiga anak Nurkhodijah dan segenap kerabat lainnya.
Usai memakamkan jenazah Nurkhodijah, Samsudin pun kembali pingsan untuk kali kedua dan harus digotong sejumlah kerabat dan tetangga yang turut mengantarkan jenazah perempuan yang kesehariannya kerap disapa Khokho itu ke peristirahatan terakhirnya.
Menurut penuturan salah seorang kerabat, meninggalnya Khokho itu sangat tidak terduga. Pasalnya, pihak keluarga mendapatkan kabar cukup mendadak. Padahal, sebelumnya, Khokod masih berkomunikasi dengan kelurganya melalui sambungan telepon.
"Hari Jumat (7/8) kemarin Khokho masih telepon dan baik-baik saja. Tidak megeluh sakit atau apa-apa lainnya. Pokoknya dalam kondisi sehat," jelas Enung Nuryani (48), salah seorang kerabat korban, ditemui di lokasi, Rabu (12/8) pagi kemarin.
Dikatakan Enung, selama 19 bulan bekerja sebagai asisten rumah tangga di Singapura itu, Khokho hampir setiap hari selalu menjalin komunikasi dengan keluarganya. Bahkan, setiap bulannya, ia selalu mengirimkan hampir seluruh uang gaji bulanannya.
Enung menambahkan, komunikasi terakhir antara Khokho dengan keluarganya terjadi pada Sabtu (8/8) siang kemarin. Dalam komunikasi itu, Khokho mengaku merasa pusing dan sakit kepala sehabis menyantap seporsi nasi Padang dan dua tusuk sate daging kambing.
"Katanya pusing-pusing setelah makan itu. Tapi almarhumah tidak punya sejarah penyakit apapun, apalagi darah tinggi," tambah dia.
Setelah komunikasi itu, keeseokan harinya, pihak keluarga pun kembali mengontak telepon selular korban. Namun, kendati sudah berkali-kali menghubungi dan terdengar nada sambung, korban tidak mengangkatnya.
"Dari situ sudah tidak ada kontak lagi dengan almarhumah," tuturnya lagi.
Kemudian, seperti sambaran kilat di siang hari, keluarga mendapatkan kabar melalui telepon selular dari Jakarta, Selasa (11/8) siang, yang menyatakan bahwa Khokho sudah meninggal dunia. Dalam komunikasi itu pun, pihak keluarga diminta ke Jakarta untuk mengambil jenasahnya.
Selanjutnya, pihak keluarga pun langsung bergegas ke Jakarta untuk memulangkan jenazah korban yang sudah tiba di Bandara Soekarno-Hatta dengan ditemani agen penyalurnya, PT Harapan Abadi dari Jakarta. Adapun jenazah korban baru tiba di kediamannya di Kampung Sukajadi yang akses jalannya rusak parah itu pada Rabu (12/8) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB.
Masih menurut Enung, pihak keluarga sangat kaget dan tercengang ketika akan memandikan jenazah korban. Pasalnya, tubuh korban didapati telah dibelah mulai dari bagian tengah bawah leher dan memanjang sampai tepat di atas kemaluan. Selain itu, ada juga dua sayatan lain yang membelah mulai dari bawah tulang pundak kanan dan kiri yang saling bertemu dengan titik awal belahan di bawah leher.
"Tapi belahan itu sudah ditutup kembali dan dijahit. Jahitan lain juga ada pada bagian belakang kepala. Selain itu ada beberapa luka lebam yang membiru pada bagian leher," beber Enung.
Atas kondisi jenzah korban yang sangat tidak lazim itu, pihak keluarga sebenarnya sangat curiga dan menilai ada banyak kejanggalan. Akan tetapi. Lanjut Enung, pihak keluarga sepenuhnya ikhlas dan pasrah.
"Sebenarnya sangat curiga. Katanya meninggal cuma karena darah tinggi. Tapi, kalau hanya karena darah tinggi kok bisa sampai diautopsi seperti itu. Apalagi untuk autopsi, pihak keluarga sama sekali tidak dikonformasi," urai dia.
Berdasarkan keterangan pihak agen penyalur, imbuh Enung, Khokho ditemukan oleh majikannya di dalam kamar mandi dalam keadaan sudah tidak bernyawa.
"Itu katanya, tapi ya kami kan tidak tahu lagi seperti apa-apanya," ujar Enung.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Seksi Bina Lembaga Ketenagakerjaan Dinas Sosial Tenagakerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Cianjur, Ubaidillah, ditemui di ruang kerjanya, membenarkan bahwa pihaknya telah mendapatkan kabar maninggalnya Khokhod di Singapura itu. Namun, tidak disebutkan dengan jelas perihal penyebab kematiannya.
"Kami merasa prihatin dan berbelasungkawa atas meninggalnya almarhumah. Tapi, kami juga tidak mendapatkan keterangan yang jelas soal penyebab meninggalnya alamarhumah ini," kata pria asli Betawi yang akrab di sapa Ubai itu.
Berdasarkan data dan nomor ID dari pihak keluarga, setelah di cek dalam database, pihaknya sama sekali tidak mendapati nama korban sebagai salah satu TKW yang terdaftar. Karena itu, pihaknya pun cukup kesulitan untuk mendapatkan data terkait korban.
"Kalau memang berangkat secara resmi pasti ada dalam database. Ini data secara nasional. Karena yang resmi itu pasti memiliki nomor ID," jelas Ubai.
Kendati demikian, Ubai menegaskan, pihaknya tidak akan tinggal diam dan akan membantu pihak keluarga agar mendapatkan hak-haknya.
"Yang pasti, jika melalui jalur resmi, pasti ada asuransinya dan itu menjadi hak keluarga selaku ahli warisnya. Tapi kami tetap akan berusaha membantu sebisa mungkin," pungkas Ubai.(ruh)



Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top