Begini Kondisi Cianjur Sekarang

Tugu Mamaos Cianjur
CIANJUR-Beberapa waktu lalu, salah satu lembaga Pusat Kajian dan Kepakaran Statistika (PK2S), Fakultas Matematika dan IPA Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung mengeluarkan hasil penelitian dan survei mengenai kinerja pemerintah kota dan kabupaten di Jawa Barat.
Hasilnya pun cukup mengejutkan beberapa daerah, terutama Kabupaten Cianjur ternyata, menempati posisi terburuk ketiga di Jawa Barat.
Dalam penilaian itu, infrastruktur, kepemimpinan, regulasi, pelayanan dasar, serta anggaran dan sumber daya manusia (SDM) menjadi tolak ukur penilaian. Hasilnya, angka kepuasan masyarakat Cianjur hanya mencapai 15, 21 persen.
Berdasarkan persentase, Cianjur berada di posisi kedua terbawah setelah Kabupaten Sumedang yang mencapai angka 10,08 persen. Angka tersebut berbanding lurus dengan hasil kajian sebuah lembaga, yakni Penyadar Institute yang menyoroti tentang realitas objektif Cianjur dalam kurun waktu satu dekade terakhir.
Disampaikan oleh Ridwan Mubarak, salah seorang akademisi Cianjur sekaligus Fungsionaris Lembaga Kajian Penyadar Institute.
Dalam kajiannya tersebut, Ridwan menjelaskan, terdapat sejumlah poin yang menjadi kajian pokok terkait angka kepuasan masyarakat Cianjur terhadap kinerja pemerintah, diantaranya adalah infrastruktur jalan, kualitas pendidikan, Indeks Pembangunan Masyarakat (IPM), hingga angka kemiskinan di Cianjur.
“Dari panjang jalan Kabupaten Cianjur yang mencapai 1.301.697 kilometer, hanya 35,65 persen atau sekitar 462,753 kilometer jalan dalam kondisi mantap. Sedangkan sisanya sekitar 64 persen jalan, dalam kondisi rusak sedang dan rusak berat,” jelas Ridwan.
Untuk kualitas pendidikan sendiri, lanjut Ridwan, hal tersebut terbukti saat Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia (Mendiknas-RI), Anies Baswedan yang menyoroti rapor merah pendidikan Cianjur.
Selain itu, angka tawuran di Cianjur kini sudah dalam kondisi memprihatinkan, hingga menewaskan empat nyawa pelajar SMK melayang akibat tawuran dalam kurun waktu tiga bulan terakhir ini.
“Nah, kalau mengenai IPM, Cianjur masih kesulitan memenuhi target, hingga Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan meminta kepada Pemkab Cianjur agar lebih menggenjot IPM Cianjur yang pada tahun 2013 lalu, baru mencapai angka 72,51 persen,” lanjutnya.
Terkait angka kemiskinan, masih kata Ridwan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Cianjur pada tahun 2010 mencapai 310.292 jiwa. Angka tersebut mengalami penurunan yang kurang signifikan dari tahun 2009 yang mencapai 311.100 jiwa.
“Kita semua adalah Agent Of Change, yang harus bersama-sama membangun Cianjur menjadi lebih baik lagi. Bukan hanya sebatas ucapan, tapi harus ada upaya yang sungguh-sungguh,” tegasnya seraya berharap.
Wakil Bupati Cianjur, Suranto sangat menyayangkan, Cianjur mendapat predikat kabupaten terburuk, dalam kepuasan masyarakat. Hal itu harus jadi pelecut semangat, untuk menjadikan Cianjur lebih baik dari segala sektor.
Saya sebagai wakil bupati, tentu sangat menyayangkan dimana Cianjur pelayanan publiknya nomor dua terburuk. Sebenarnya ini fungsi sebenarnya pemerintah, yaitu memberikan pelayanan terbaik,” ungkapnya.
Menurut Suranto, kurangnya pelayanan publik, sangat dirasakan betul masyarakat. Sedangkan sebagai fasilitator, pemerintah harus berupaya untuk memberikan layanan terbaik pada rakyatnya, sehingga keberadaan pemerintah benar-benar dirasakan.

"Masyarakat tentu menginginkan pemerintahnya benar-benar hadir, dan memenuhi setiap keinginannya. Dan itu semua bisa dirasakan bila pejabatnya profesional, dan semua bidang ditangani ahlinya,” pungkas Suranto.(jun/cr2)

Realitas Objektif Kabupaten Cianjur
Dalam Satu Dekade Terakhir

Infrastruktur Jalan
Hanya 35,65 persen atau sekitar 462,753 kilometer jalan dalam kondisi baik dari 1.301.697 kilometer jalan Kabupaten Cianjur.  sisanya sekitar 64 persen jalan, dalam kondisi rusak sedang dan rusak berat.

Kualitas Pendidikan
Mendiknas-RI, Anies Baswedan yang menyoroti rapor merah pendidikan Cianjur. Selain itu, empat nyawa pelajar SMK melayang akibat tawuran dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.

Indeks Pembangunan Masyarakat (IPM)
Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan meminta kepada Pemkab Cianjur agar lebih menggenjot IPM Cianjur yang pada tahun 2013 lalu, baru mencapai angka 72,51 persen.

Angka Kemiskinan
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Cianjur pada tahun 2010 mencapai 310.292 jiwa. Angka tersebut mengalami penurunan yang kurang signifikan dari tahun 2009 yang mencapai 311.100 jiwa.


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top