Radar Cianjur »
Berita Utama
»
Begini Kondisi Cianjur Sekarang
Begini Kondisi Cianjur Sekarang
Posted by Radar Cianjur on Senin, 30 November 2015 |
Berita Utama
![]() |
| Tugu Mamaos Cianjur |
CIANJUR-Beberapa
waktu lalu, salah satu lembaga Pusat Kajian dan Kepakaran Statistika (PK2S),
Fakultas Matematika dan IPA Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung mengeluarkan
hasil penelitian dan survei mengenai kinerja pemerintah kota dan kabupaten di
Jawa Barat.
Hasilnya
pun cukup mengejutkan beberapa daerah, terutama Kabupaten Cianjur ternyata,
menempati posisi terburuk ketiga di Jawa Barat.
Dalam
penilaian itu, infrastruktur, kepemimpinan, regulasi, pelayanan dasar, serta
anggaran dan sumber daya manusia (SDM) menjadi tolak ukur penilaian. Hasilnya,
angka kepuasan masyarakat Cianjur hanya mencapai 15, 21 persen.
Berdasarkan
persentase, Cianjur berada di posisi kedua terbawah setelah Kabupaten Sumedang
yang mencapai angka 10,08 persen. Angka tersebut berbanding lurus dengan hasil
kajian sebuah lembaga, yakni Penyadar Institute yang menyoroti tentang realitas
objektif Cianjur dalam kurun waktu satu dekade terakhir.
Disampaikan
oleh Ridwan Mubarak, salah seorang akademisi Cianjur sekaligus Fungsionaris
Lembaga Kajian Penyadar Institute.
Dalam
kajiannya tersebut, Ridwan menjelaskan, terdapat sejumlah poin yang menjadi
kajian pokok terkait angka kepuasan masyarakat Cianjur terhadap kinerja
pemerintah, diantaranya adalah infrastruktur jalan, kualitas pendidikan, Indeks
Pembangunan Masyarakat (IPM), hingga angka kemiskinan di Cianjur.
“Dari
panjang jalan Kabupaten Cianjur yang mencapai 1.301.697 kilometer, hanya 35,65
persen atau sekitar 462,753 kilometer jalan dalam kondisi mantap. Sedangkan
sisanya sekitar 64 persen jalan, dalam kondisi rusak sedang dan rusak berat,”
jelas Ridwan.
Untuk
kualitas pendidikan sendiri, lanjut Ridwan, hal tersebut terbukti saat Menteri
Pendidikan Nasional Republik Indonesia (Mendiknas-RI), Anies Baswedan yang
menyoroti rapor merah pendidikan Cianjur.
Selain
itu, angka tawuran di Cianjur kini sudah dalam kondisi memprihatinkan, hingga
menewaskan empat nyawa pelajar SMK melayang akibat tawuran dalam kurun waktu
tiga bulan terakhir ini.
“Nah,
kalau mengenai IPM, Cianjur masih kesulitan memenuhi target, hingga Gubernur
Jawa Barat, Ahmad Heryawan meminta kepada Pemkab Cianjur agar lebih menggenjot
IPM Cianjur yang pada tahun 2013 lalu, baru mencapai angka 72,51 persen,”
lanjutnya.
Terkait
angka kemiskinan, masih kata Ridwan. Berdasarkan
data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Cianjur pada tahun 2010
mencapai 310.292 jiwa. Angka tersebut mengalami penurunan yang kurang
signifikan dari tahun 2009 yang mencapai 311.100 jiwa.
“Kita
semua adalah Agent Of Change, yang
harus bersama-sama membangun Cianjur menjadi lebih baik lagi. Bukan hanya
sebatas ucapan, tapi harus ada upaya yang sungguh-sungguh,” tegasnya seraya
berharap.
Wakil
Bupati Cianjur, Suranto sangat menyayangkan, Cianjur mendapat predikat
kabupaten terburuk, dalam kepuasan masyarakat. Hal itu harus jadi pelecut
semangat, untuk menjadikan Cianjur lebih baik dari segala sektor.
“Saya
sebagai wakil bupati, tentu sangat menyayangkan dimana Cianjur pelayanan
publiknya nomor dua terburuk. Sebenarnya ini fungsi sebenarnya pemerintah,
yaitu memberikan pelayanan terbaik,” ungkapnya.
Menurut Suranto, kurangnya
pelayanan publik, sangat dirasakan betul masyarakat. Sedangkan sebagai
fasilitator, pemerintah harus berupaya untuk memberikan layanan terbaik pada
rakyatnya, sehingga keberadaan pemerintah benar-benar dirasakan.
"Masyarakat tentu
menginginkan pemerintahnya benar-benar hadir, dan memenuhi setiap keinginannya.
Dan itu semua bisa dirasakan bila pejabatnya profesional, dan semua bidang
ditangani ahlinya,” pungkas Suranto.(jun/cr2)
Realitas Objektif Kabupaten Cianjur
Dalam Satu Dekade Terakhir
Infrastruktur Jalan
Hanya 35,65 persen
atau sekitar 462,753 kilometer jalan dalam kondisi baik dari 1.301.697
kilometer jalan Kabupaten Cianjur.
sisanya sekitar 64 persen jalan, dalam kondisi rusak sedang dan rusak
berat.
Kualitas Pendidikan
Mendiknas-RI, Anies
Baswedan yang menyoroti rapor merah pendidikan Cianjur. Selain itu, empat nyawa
pelajar SMK melayang akibat tawuran dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.
Indeks Pembangunan Masyarakat (IPM)
Gubernur Jawa
Barat, Ahmad Heryawan meminta kepada Pemkab Cianjur agar lebih menggenjot IPM
Cianjur yang pada tahun 2013 lalu, baru mencapai angka 72,51 persen.
Angka Kemiskinan
Berdasarkan data
Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Cianjur pada tahun 2010
mencapai 310.292 jiwa. Angka tersebut mengalami penurunan yang kurang
signifikan dari tahun 2009 yang mencapai 311.100 jiwa.
Populer
-
JAKARTA-Pupus sudah harapan Jessica Kumala Wongso untuk keluar dari tahanan Sabtu (28/5). Pasalnya, Kamis (26/5), Kejaksaan Tinggi DKI Ja...
-
FOTO: MAMAT MULYADI/ RADAR CIANJUR JUARA: Tim bola voli putri Desa Cipeuyeum menjadi juara dalam rangkaian lomba HUT RI ke-71. HA...
-
Foto: Fadilah Munajat/ Radar Cianjur SERIUS: Tim penilai dari Kabupaten Cianjur melakukan penilaian terhadap posyandu Sartika 3 Desa M...
-
Wanita berparas cantik ini memiliki dua profesi yakni sebagai pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur sekaligus mahasiswa di UNSUR C...
-
JAKARTA-Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyebutkan, rasionalisasi alias pemangkasan jumlah PNS tidak akan sampai sejuta orang. Saat ini ju...
-
SWADAYA: Warga Kampung Padarincang, Desa Palasari, gotong royong perbaiki jalan rusak. CIPANAS- Warga Kampung Padarincang RT 1-5 RW 06,...


Tidak ada komentar: