Radar Cianjur »
PILKADA
»
Fahira: Lawan Sudah Panik, Makanya Serang Saya
Fahira: Lawan Sudah Panik, Makanya Serang Saya
Posted by Radar Cianjur on Kamis, 03 Desember 2015 |
PILKADA
| Fahira Idris istri cawabup Aldwin Rahadian. |
CIANJUR
- Adanya pengaduan dari Tim Advokasi paslon Beriman, pada Badan Kehormatan
(BKD) DPD RI yang melaporkan Senator Fahira Idris, dianggap sebagai bentuk
kepanikan dan pengalihan isu. Pasalnya, berbagai dugaan kecurangan mereka mulai
terkuak dan berbagai bukti kecurangan sudah dimiliki berbagai instansi mulai
dari DKPP, Bawaslu, Komisi II DPR RI, hingga KemenPAN-RB.
Tim
kampanye paslon nomor 2 diduga kuat melakukan berbagai kecurangan yang masif
dan terstruktur untuk memenangkan Pilkada Cianjur, 9 Desember 2015 mendatang.
Berbagai dugaaan kecurangan mulai dari intimidasi dan ancaman untuk para PNS
serta seluruh struktur Pemkab Cianjur, dugaan melakukan politik uang,
menyebarkan fitnah, menyebar isu SARA dan membunuh karakter paslon nomor 3,
Suranto-Aldwin Rahadian beserta keluarganya.
Istri
cawabup Aldwin Rahadian, Fahira Idris mengaku, dirinya jauh sebelum menjadi
senator dan saat menjadi senator, kerap menggelar berbagai pelatihan terutama
kepada perempuan dan melakukan kegiatan sosial budaya di berbagai daerah di
Indonesia.
“Mereka
sudah panik, semua bukti dugaan kecurangan mereka sudah sampai ke pihak-pihak
yang berwenang di Jakarta. Sekarang mau mengalihkan isu, jadi mencari-cari
kesalahan dan menyerang saya dengan alasan yang mengada-ngada, yaitu memakai
dan menyalahgunakan atribut DPD RI berbentuk Bros Kecil saat kampanye. Silahkan
saja mengadu, saya punya bukti dan argumen yang kuat,” ujar Fahira Idris.
Sebagai
anggota DPD RI, Fahira dalam kegiatan apapun dirinya selalu mengenakan bros
kecil DPD RI di jilbabnya. “Apa iya, saya datang ke Cianjur dan tidak sengaja
mengenakan bros kecil bisa mempengaruhi orang-orang Cianjur agar memilih suami
saya yang kebetulan salah satu kandidat? Ini kan mengada-ngada,” tukas Fahira.
Menurut
Fahira, sebagai Wakil Ketua Komite III. dirinya berkewajiban melakukan
pengawasan 13 bidang mulai dari pendidikan, agama, kebudayaan, kesehatan, pariwisata,
pemuda dan oah raga, kesejahteraan sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungan
anak, tenaga kerja dan transmigrasi, ekonomi kreatif, administrasi kependudukan/
pencatatan sipil, pengendalian kependudukan/keluarga berencana, dan perpustakaan
di seluruh Indonesia.
“Jadi
apa yang salah? Silahkan saja kalau mau membunuh karakter saya, tetapi warga
Cianjur sudah dewasa dalam berdemokrasi, tahu mana yang benar, mana yang salah.
Serangan-serangan seperti ini takkan menyurutkan saya. Bahkan saya sudah
konfirmasi ke BKD DPD RI, semuanya tidak ada masalah,” tukas Fahira.
Fahira
menegaskan, dirinya sebagai pribadi, istri, sebagai muslimah, sebagai warga
kampung Malingping Desa Rarahan Kecamatan Cipanas, akan terus berjuang untuk
daerah yang dicintainya.
“Melihat
keterpurukan Cianjur 10 tahun terakhir ini dan menyaksikan sendiri bagaimana
kekuasaan digunakan untuk sebanyak-banyaknya kepentingan pribadi dan golongan
serta mengabaikan kemaslahatan warga, maka sebesar apapun aral yang melintang,
sekuat apapun fitnah yang menghadang perjuangan ini takkan pernah surut hingga
Cianjur bisa berubah,” tegasnya.(*/jun)
Populer
-
JAKARTA-Pupus sudah harapan Jessica Kumala Wongso untuk keluar dari tahanan Sabtu (28/5). Pasalnya, Kamis (26/5), Kejaksaan Tinggi DKI Ja...
-
FOTO: MAMAT MULYADI/ RADAR CIANJUR JUARA: Tim bola voli putri Desa Cipeuyeum menjadi juara dalam rangkaian lomba HUT RI ke-71. HA...
-
Foto: Fadilah Munajat/ Radar Cianjur SERIUS: Tim penilai dari Kabupaten Cianjur melakukan penilaian terhadap posyandu Sartika 3 Desa M...
-
SOSOK EDI HERMAN KEPALA Desa Cihaur, Edi Herman mengungkapkan, arti dari makna sesungguhnya HUT RI bukan hanya sekedar mengisi hib...
-
Wanita berparas cantik ini memiliki dua profesi yakni sebagai pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur sekaligus mahasiswa di UNSUR C...
-
JAKARTA-Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyebutkan, rasionalisasi alias pemangkasan jumlah PNS tidak akan sampai sejuta orang. Saat ini ju...
-
JAKARTA-Ratusan ribu honorer kategori dua (K2) melayangkan protes kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokras...

Tidak ada komentar: