Belasan Tahun PAUD Terbengkalai


CIKALONGKULON – Kondisi bangunan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Raudhotul Qur'an yang berlokasi di Kampung Leuwibungur RT04/05, Desa Sukagalih, Kecamatan Cikalongkulon, sungguh memprihatinkan, berbanding terbalik dengan fungsi dan kehadirannya yang sangat dibutuhkan warga dan sering dimanfaatkan untuk belajar.
Pengurus PAUD Raudhotul Qur’an,Endang Nurfarid,mengatakan bahwa kondisi ini sudah berjalan hampir belasan tahun. Bangunan yang sekarang ada bukan hanya dipergunakan sebagai ruang Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) saja, akan tetapi juga sering dipergunakan untuk kegiatan pengajian rutin warga.
"Kami berharapada bantuan dari pemerintah untuk ini. Alhamdulillah murid Raudhotul Qur'an semakin bertambah. Sekarang murid TK (Taman Kanak-kanak—red) sebanyak 25 siswa, santri sekitar50 siswa, dan peserta didik tingkat SD (Sekolah Dasar—red) 50 murid, belajarmengaji setiap harinya," kata Endang.
Peserta didik yang aktifbelajar diRaudhotul Qur'an dan rutin mengikuti acara pengajian berasal dari warga Kampung Kebontiwu, Kampung Banceuy, Kampung Pasucen, dan Kampung Cinangsi. Karena padatnya peserta, pihak pengelola terpaksa membagi jadwal, yaitu kegiatanPAUD dilaksanakan pagi hari pada pukul 08.00-10.00 WIB, dan pengajian rutin selesai shalat Maghrib hingga Isya.
Hikmat Abdulloh (20), salahseorang guru di Raudhotul Qur'an menguatkan keinginan pengelola yang berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur bersedia merespon kebutuhan mereka untuk bisa membangun lembaga pendidikan yang berkualitas.

"Pernah ada bantuan stimulan, tapi tidak berlangsung secara  kontinyu, sudah lama terputus. Saat inikondisi bangunan memprihatinkandan terbengkalai, tidak ada anggaran untuk pembangunan. Kondisi genting sudah retakdan bocor, dinding bangunan dari bahan bilik, lantai sudah retak,” pungkas Hikmat. (mat)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top