Radar Cianjur »
Cipanas
»
Presiden Jokowi Minta BBTNGGP Kerja Cepat
Presiden Jokowi Minta BBTNGGP Kerja Cepat
Posted by Radar Cianjur on Senin, 25 Januari 2016 |
Cipanas
CIPANAS-
Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) akan segera menuntaskan
berbagai kasus pengrusakan areal taman nasional. Menyusul masih banyaknya angka
kerusakan di areal taman nasional.
Kepala
BTNGGP Herry Subagiadi menjelaskan, sesuai dengan arahan Presiden RI Joko
Widodo bahwa tahun 2016 seluruh jajaran TNGGP harus bisa bekerja cepat, salah
satunya kasus ilegal yang dilakukan oknum tak bertanggung jawab dengan merusak
areal taman nasional, khusus di wilayah Cianjur yakni areal Gunung Putri Desa
Sukatani, Kecamatan Pacet.
“Namun
tidak sekejar kerja biasa, karena harus ada rencana matang untuk bisa
menuntaskan berbagai masalah ini,” jelasnya.
Diakuinya,
masalah di wilayah Sarongge, Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, sudah selesai.
Namun disisi lain muncul masalah baru yakni di daerah Gunung Putri. “Disana
(Kawasan Gunung Putri) karakteristik masyarakatnya agak sulit, karena ini
terkait dengan kondisi sosial dan ekonomi.
"Tahun ini kami akan mencoba melakukan penyelesaian berbagai kasus pengrusakan lahan di areal Gunung Putri dengan cara persuasif, akan tetapi jika ketangkap basah dan membandel tetap kami akan proses hukum," tegasnya.
"Tahun ini kami akan mencoba melakukan penyelesaian berbagai kasus pengrusakan lahan di areal Gunung Putri dengan cara persuasif, akan tetapi jika ketangkap basah dan membandel tetap kami akan proses hukum," tegasnya.
Areal
TNGGP di kawasan Gunung Putri mencapai 120 hektar. Taman Nasional Gunung Gede
Pangrango merupakan penghasil sumber air yang utama untuk sehari-hari warga di
Kabupaten Cianjur, Bogor, dan beberapa daerah lainnya di Jawa Barat
hingga Jakarta.
"Salah
satu kasus yang terjadi yakni adanya aksi alih fungsi yang dilakukan oknum
masyarakat untuk digunakan lahan pertanian sayur-mayur," ujar Herry.
Menurutnya,
TNGGP masuk ke dalam kawasan Cagar Biosfer Cibodas dan masuk perhatian dunia
internasional, sehingga pihaknya sangat mengharapkan integrasi dan sinergitas
dari semua yakni pemerintah dan masyarakat.
"Citarum
di wilayah Cianjur bagian Utara mengalami kerusakan, dan pemerintah pusat telah
membuat program perawatan DAS Citarum. Mulai 2016 Pemkab Cianjur diharapkan
bisa ikut menjaga kondisi DAS dan mendorong masyarakat beralih dari sektor
pertanian," tuturnya.(fhn)
Populer
-
Neng Eem ingatkan masyarakat pentingnya empat pilar MPR RI CIANJUR- Anggota DPR RI, yang juga anggota MPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa H...
-
PENGURUS MWC Karangtengah dan Mande dilantik CIANJUR-PCNU Kabupaten Cianjur gelar konsolidasi yang merupakan amat organisasi dimasa ak...
-
PERINGATI Hari Air Sedunia, AQUA Grup Tanam Pohon BOGOR-Dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia ke-25 yang jatuh pada tanggal 22 M...
-
CIANJUR-Saat ini SMAN 1 Cianjur tengah melaksanakan Ujian Akhir Semester (UAS). Humas SMAN 1 Cianjur, Siti Nuraini menuturkan, UA...
-
CIANJUR-Untuk antisipasi hal-hal yang tak diinginkan, Polres Cianjur menetapkan Kabupaten Cianjur berstatus siaga 1, akibat suhu politik...
-
CIANJUR-Kurang lebih 30 Hektare sawah di Kampung Pasirgede Desa Mekargalih, Kecamatan Ciranjang terpaksa gagal panen akibat diserang ham...
-
WARUNGKONDANG–Depot jamu yang secara diam-diam suka menjula miras dan minuman oplosan di Kampung Cibinong, Desa Ciwalen, Kecamatan Warun...
-
CIPANAS- Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) akan segera menuntaskan berbagai kasus pengrusakan areal taman nas...

Tidak ada komentar: