Presiden Jokowi Minta BBTNGGP Kerja Cepat


CIPANAS- Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) akan segera menuntaskan berbagai kasus pengrusakan areal taman nasional. Menyusul masih banyaknya angka kerusakan di areal taman nasional.
Kepala BTNGGP Herry Subagiadi menjelaskan, sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo bahwa tahun 2016 seluruh jajaran TNGGP harus bisa bekerja cepat, salah satunya kasus ilegal yang dilakukan oknum tak bertanggung jawab dengan merusak areal taman nasional, khusus di wilayah Cianjur yakni areal Gunung Putri Desa Sukatani, Kecamatan Pacet.
“Namun tidak sekejar kerja biasa, karena harus ada rencana matang untuk bisa menuntaskan berbagai masalah ini,” jelasnya.
Diakuinya, masalah di wilayah Sarongge, Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, sudah selesai. Namun disisi lain muncul masalah baru yakni di daerah Gunung Putri. “Disana (Kawasan Gunung Putri) karakteristik masyarakatnya agak sulit, karena ini terkait dengan kondisi sosial dan ekonomi.

"Tahun ini kami akan mencoba melakukan  penyelesaian berbagai kasus pengrusakan lahan di areal Gunung Putri dengan cara persuasif, akan tetapi jika ketangkap basah dan membandel tetap kami akan proses hukum," tegasnya.
Areal TNGGP di kawasan Gunung Putri mencapai 120 hektar. Taman Nasional Gunung Gede Pangrango merupakan penghasil sumber air yang utama untuk sehari-hari warga di Kabupaten Cianjur,  Bogor, dan beberapa daerah lainnya di Jawa Barat hingga Jakarta.
"Salah satu kasus yang terjadi yakni adanya aksi alih fungsi yang dilakukan oknum masyarakat untuk digunakan lahan pertanian sayur-mayur," ujar Herry.
Menurutnya, TNGGP masuk ke dalam kawasan Cagar Biosfer Cibodas dan masuk perhatian dunia internasional, sehingga pihaknya sangat mengharapkan integrasi dan sinergitas dari semua yakni pemerintah dan masyarakat.

"Citarum di wilayah Cianjur bagian Utara mengalami kerusakan, dan pemerintah pusat telah membuat program perawatan DAS Citarum. Mulai 2016 Pemkab Cianjur diharapkan bisa ikut menjaga kondisi DAS dan mendorong masyarakat beralih dari sektor pertanian," tuturnya.(fhn)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top