PPN Dihapus, Harga Daging Bertahan


CIPANAS-Asosiasi Pedagang Daging Domba, Ayama, dan Sapi Kabupaten Cianjur sambut baik keputusan pemerintah mencabut kembali kebijakan PPN 10 persen. Meski pun harga daging sapi masih berada dikisaran Rp115 ribu per kilogram.
Sekjen Asosiasiasi Pedagang Daging Domba Ayam dan Sapi Kabupaten Cianjur Rudi Lazuardi mengatakan,  langkah pemerintah yang mencabut kembali kebijakan PPN sebesar 10 persen tepat, karena selama kebijakan itu bisa memberatkan para pedagang daging.
"Tak percuma kami selama ini melakukan aksi mogok berdagang, karena akhirnya pemerintah pusat mencabut pajak yang dibebankan terhadap para pemasok dan pedagang daging sapi," katanya.
Menurutnya, saat ini harga daging sapi belum termasuk stabil karena masih bertengger dikisaran Rp 110 ribu hingg Rp115 ribu per kilogram. Kami masih menunggu penyesuaian harga dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Cianjur.
"Kalau normal harga daging sapi Rp90 ribu per kilogram, kalau masih mahal para pembeli akan ogah membeli daging, makanya kami berharap harga bisa normal lagi dan stok barang dari pemasok bisa memadai," tuturnya.
Siti ( 44) salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Cipanas mengaku, masih sangat menyesalkan harga daging sapi yang masih terbilang mahal, walau pun pemerintah sudah me-revisi pemberlakuan PPN menjadi nol persen.
"Pada saat pemerintah memberlakukan PPN pada awal Januari 2016 lalu, harga jual daging sapi melambung tinggi, dari Rp92 ribu per kilogram menjadi Rp120 ribu per kilogram. Namun setelah kebijakan pemerintah berubah, harga daging sapi masih pada angka kisaran Rp110 ribu ribu per kilogram. Kami menilai harga ini masih tergolong tinggi," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Diperindag Cianjur Judi Adi Nugroho menjelaskan, salah satu pemicu harga daging sapi masih tinggi kemungkinan karena para pemasok dan pedagang, masih memiliki stok daging dengan harga pembelian ketika diberlakukannya pajak dengan harga mahal.
“Kalau membelinya pada saat harga mahal, menjualnya juga pasti mahal. Namun setelah stok sebelumnya sudah habis, kami meminta agar harga penjualan kembali ke harga normal, yakni dikisaran Rp95 ribu per kilogram," jelasnya.
Ditambahkannya, stok persedian daging sapi hingga saat ini masih cukup. Namun jika beberapa hari ke depan harga masih mahal, kami akan melakukan kajian dan rapat lintas sektor membahas masalah ini. "Kami mendesak pemasok atau pedagang bisa menjual daging dengan harga normal, karena bisa merugikan masyarakat sebagai konsumen," ungkapnya.(fhn)



Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top