Radar Cianjur »
Cipanas
»
PPN Dihapus, Harga Daging Bertahan
PPN Dihapus, Harga Daging Bertahan
Posted by Radar Cianjur on Rabu, 27 Januari 2016 |
Cipanas
CIPANAS-Asosiasi Pedagang Daging Domba, Ayama, dan Sapi Kabupaten
Cianjur sambut baik keputusan pemerintah mencabut kembali kebijakan PPN 10
persen. Meski pun harga daging sapi masih berada dikisaran Rp115 ribu per
kilogram.
Sekjen Asosiasiasi Pedagang Daging Domba Ayam dan Sapi Kabupaten
Cianjur Rudi Lazuardi mengatakan,
langkah pemerintah yang mencabut kembali kebijakan PPN sebesar 10 persen
tepat, karena selama kebijakan itu bisa memberatkan para pedagang daging.
"Tak percuma kami selama ini melakukan aksi mogok berdagang,
karena akhirnya pemerintah pusat mencabut pajak yang dibebankan terhadap para
pemasok dan pedagang daging sapi," katanya.
Menurutnya, saat ini harga daging sapi belum termasuk stabil karena
masih bertengger dikisaran Rp 110 ribu hingg Rp115 ribu per kilogram. Kami
masih menunggu penyesuaian harga dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan
Kabupaten Cianjur.
"Kalau normal harga daging sapi Rp90 ribu per kilogram, kalau
masih mahal para pembeli akan ogah membeli daging, makanya kami berharap harga
bisa normal lagi dan stok barang dari pemasok bisa memadai," tuturnya.
Siti ( 44) salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Cipanas mengaku,
masih sangat menyesalkan harga daging sapi yang masih terbilang mahal, walau
pun pemerintah sudah me-revisi pemberlakuan PPN menjadi nol persen.
"Pada saat pemerintah memberlakukan PPN pada awal Januari 2016
lalu, harga jual daging sapi melambung tinggi, dari Rp92 ribu per kilogram
menjadi Rp120 ribu per kilogram. Namun setelah kebijakan pemerintah berubah,
harga daging sapi masih pada angka kisaran Rp110 ribu ribu per kilogram. Kami
menilai harga ini masih tergolong tinggi," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Diperindag Cianjur Judi Adi
Nugroho menjelaskan, salah satu pemicu harga daging sapi masih tinggi
kemungkinan karena para pemasok dan pedagang, masih memiliki stok daging dengan
harga pembelian ketika diberlakukannya pajak dengan harga mahal.
“Kalau membelinya pada saat harga mahal, menjualnya juga pasti mahal.
Namun setelah stok sebelumnya sudah habis, kami meminta agar harga penjualan
kembali ke harga normal, yakni dikisaran Rp95 ribu per kilogram,"
jelasnya.
Ditambahkannya, stok persedian daging sapi hingga saat ini masih cukup.
Namun jika beberapa hari ke depan harga masih mahal, kami akan melakukan kajian
dan rapat lintas sektor membahas masalah ini. "Kami mendesak pemasok atau
pedagang bisa menjual daging dengan harga normal, karena bisa merugikan
masyarakat sebagai konsumen," ungkapnya.(fhn)
Populer
-
CIANJUR - Sepeda Motor sudah jadi alat transfortasi yang dibutuhkan. Tak heran hampir semua orang mempunyai sepeda motor. Meski demi...
-
Neng Eem ingatkan masyarakat pentingnya empat pilar MPR RI CIANJUR- Anggota DPR RI, yang juga anggota MPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa H...
-
PERINGATI Hari Air Sedunia, AQUA Grup Tanam Pohon BOGOR-Dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia ke-25 yang jatuh pada tanggal 22 M...
-
CIANJUR-Tiga siswa SMAN 1 Cianjur berhasil mendapatkan nilai ujian nasional tertinggi. Ketiga siswa itu diantaranya, Muhammad Audie (1...
-
CIANJUR-Saat ini SMAN 1 Cianjur tengah melaksanakan Ujian Akhir Semester (UAS). Humas SMAN 1 Cianjur, Siti Nuraini menuturkan, UA...
-
CIANJUR-Untuk antisipasi hal-hal yang tak diinginkan, Polres Cianjur menetapkan Kabupaten Cianjur berstatus siaga 1, akibat suhu politik...
-
CIANJUR-Kurang lebih 30 Hektare sawah di Kampung Pasirgede Desa Mekargalih, Kecamatan Ciranjang terpaksa gagal panen akibat diserang ham...
-
WARUNGKONDANG–Depot jamu yang secara diam-diam suka menjula miras dan minuman oplosan di Kampung Cibinong, Desa Ciwalen, Kecamatan Warun...

Tidak ada komentar: