Radar Cianjur »
Cianjur Raya
»
Danau Jangari Perlu Pengelolaan Serius
Danau Jangari Perlu Pengelolaan Serius
Posted by Radar Cianjur on Senin, 28 Maret 2016 |
Cianjur Raya
Masyarakat Desa Bobojong di Kecamatan Mande mencapai
sekitar 14.857 jiwa, yang terdiri dari 3.963 Kepala Keluarga (KK), menempati luas wilayah sekitar
610.568 kilometer persegi. Jenis tanah di wilayah ini merupakan tanah subur yang berada di dataran rendah, dan digunakan oleh masyarakat sebagai
lahan perkebunan dan pertanian. Sektor lain yang belum
terkelola adalah adanya objek wisata Danau Jangari yang terlantar.
Saat Radar Cianjur menelusuri wilayah Desa
Bobojong di Kecamatan Mande, selain potensi perkebunan dan pertanian, di wilayah
ini juga banyak ditemui aneka ragam potensi Usaha Kecil dan Menengah (UKM), juga sektor
perikanan yang bisa dikatakan sebagai potensi lokal terbesar yang terus ada.
Usaha perikanan yang terutama
bertempat di Danau Jangari, sebenarnya setiap harinya cukup meramaikan lokasi
ini, bisa terlihat dengan tak pernah sepinya proses memanen ikan hingga dibawa oleh
truk-truk besar yang mengantar ikan-ikan segar ke berbagai kota besar di Indonesia. Namun sayang
sekali, keramaian ini berbanding terbalik dengan kegiatan wisata yang seperti
sengaja ditelantarkan.
"Setiap harinya disini tidak pernah sepi
dari aktivitas. Pasti selalu ramai dikunjungi masyarakat," ujar petugas Dinas Perikanan dan
Kelautan Waduk Cirata Jangari, Ade Durahman.
Desa ini bisa dikatakan merupakan desa yang sangat besar dan padat
penduduknya. Dengan wilayah yang terbagi menjadi 5 dusun, belum seluruh
potensinya dimaksimalkan.
"Hasil pertanian seperti sayur-sayuran dan
beras dikirim ke beberapa daerah, di antaranya Jakarta,
Bandung, Sukabumi, dan kota besar lainnya," kata Ujang (50), salahseorang warga.
Kedusunan 4 dan 5 bisa dikatakan
dusun paling jauh dari pusat desa. Namun lokasi yang jauh ini
justru menyimpan potensi sangat besar bila dikelola dengan baik.
Sebagian besar dari warga di
kedusunan ini bekerja sehari-hari di bidang perikanan, dan hampir semuanya memiliki jaring terapung
di Danau Jangari yang diisi dengan pembudidayaan ikan air tawar, di antaranya ikan nila,
ikan mas,ikan gurame, ikan patin,dan jenis ikan air tawar lainnya.
Dari sisi industri dan
perekonomian, bidang perikanan yang terus ditekuni oleh warga ini merupakan sumber penghasilan
utama.
Untuk sisi pariwisata, semua
aktivitas di Danau Jangari seakan tidak pernah dilirik untuk dikembangkan,
meskipun tak jarang ada orang yang datang untuk melihat keindahan pemandangan
danau dan ribuan ikan dengan berbagai jenis dan warna yang menghiasi
permukaannya.
Potensi wisata di desa ini, sejauh pantauan
Radar Cianjur, perlu dikembangkan dan dikelola dengan baik, karena banyak aset yang memang sangat
bisa dikembangkan, sehingga bisa mengundang kedatangan wisatawan dan investir.
Kepala Desa (Kades) Bobojong,
H Ayi, mengatakan bahwa itu semua butuh motivasi dan bantuan semua pihak, terutama dari
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur.
"Kawasan Jangari, bila dikelola, akan menjadi aset daerah dan sangat menjanjikan,” kata Kades.
(**)
Populer
-
CIPANAS - Koperasi Baitul Maal Wat-Tamwil (KBMT) As-salam, di Jl. Raya Pacet Cipanas, bergerak di bidang simpan pinjam dan pembiya...
-
PENYANYI Reza Artamevia ?merasa senang setelah menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan kepemilikan senjata illegal dan peluru...
-
ANGGOTA DPR RI dari Fraksi PPP Joko Purwanto reses di Aula Universitas Suryakancana Cianjur CIANJUR - Anggota Komisi VII DPR RI Joko P...
-
Neng Eem ingatkan masyarakat pentingnya empat pilar MPR RI CIANJUR- Anggota DPR RI, yang juga anggota MPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa H...

Tidak ada komentar: