Radar Cianjur »
Metro Cianjur
»
Dari Obrolan Warung Kopi, Tak Terpaku Seni Teater
Dari Obrolan Warung Kopi, Tak Terpaku Seni Teater
Posted by Radar Cianjur on Rabu, 02 Maret 2016 |
Metro Cianjur
MUNGKIN tak banyak orang yang mengetahui keberadaan
mereka, para pegiat seni yang tergabung dalam Komunitas Sapu Nyere (KSN).
Namun, siapa sangka ternyata KSN sudah melakukan banyak kegiatan khususnya di
Cianjur. KSN yang lahir di Bandung ini sudah berada di Cianjur sejak 12 tahun
silam.
KSN merupakan wadah berkumpulnya para remaja Cianjur yang
memiliki ketertarikan terhadap seni teater. KSN lahir atas inisiasi empat orang
pemuda Cianjur yang saat itu berkuliah di Bandung. Mereka adalah Ridwansyah
Gempar Galuh atau Gege lulusan Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung
jurusan Teater, Gani Muhammad Karim lulusan Fakultas Ekonomi Universitas
Padjadjaran (Unpad), Hadi Iskandar lulusan STSI jurusan Karawitan, Endang
Setiawan lulusan STIE PASIM Bandung jurusan Manajemen. Meski berbeda latar
belakang pendidikan, semua memiliki kesamaan, yakni kecintaan terhadap seni.
Berawal sekitar tahun 2002, keempat mahasiswa itu membuka
obrolan sederhana di warung kopi tempat berdiskusi di kawasan Bojongsoang,
Bandung, kemudian terbesit sebuah gagasan untuk menularkan wawasan kelimuan
mereka dalam sebuah wadah yang diberi nama KSN. “Asal mulanya waktu itu di
komplek Bojongsoang, kami dipercaya masyarakat sekitar untuk menggarap sebuah
pementasan.
Lalu terpikir, kenapa tidak saya lakukan juga di kampung halaman
saya, Cianjur,” kenang salah seorang penggagas KSN, Gani Muhammad Karim saat
diwawancarai Radar Cianjur, kemarin. Alhasil, berkat dedikasinya, sejak kembali
merintis KSN di Cianjur pada tahun 2004 lalu, mereka kian menunjukan geliat
dalam menumbuhkembangkan teater di Cianjur. SMAN 1 Cilaku jadi pionir yang
menggarap ekstrakurikuler Teater dibawah binaan KSN. Mereka yang secara
sukarela menjadi mentor sejak 2004, mulai merambah ke sekolah lain, hingga
akhirnya, SMAK 1 Cianjur turut bergabung tahun 2007.
“Jumlah anggotanya mungkin sudah tidak terhitung ada
berapa. Kami juga tidak terpaku kepada seni teater saja. Kini berkembang,
merambah dan berinovasi ke dance modern, musik modern, seni rupa,” imbuh Gani. Pria
yang mengabdikan diri di dunia pendidikan itu hingga kini bercita-cita ingin
mendirikan sebuah sekolah seni di Cianjur. Ia pun optimis, kelak, Cianjur akan
memiliki gedung kesenian yang lebih layak dan memenuhi kualifikasi. “Sekarang
kami lebih fokus dalam menampilkan karya-karya nyata kami saja. Bagaimanapun
juga kita harus selalu optimis. Ke depan kami harap seni teater di Cianjur
semakin dikenal di masyarakat luas,” harapnya. (*)
Populer
-
WARU N GKONDANG – Jalan Desa Ciwalen di Kecamatan Warungkondang berada dalam kondisi nyaris putus , p asalnya gorong- gorong ya...
-
TAMPIL di kompetisi elite Liga Primer Inggris, seolah mimpi yang jadi nyata bagi penyerang Leicester City. Apalagi, timnya kian ...
-
KARANGTENGAH – Kegiatan memancing yang banyak digemari masyarakat Cianjur, menjadi lahan pencarian keuntungan bagi sebagian orang, sep...
-
CIANJUR-Upaya pencarian korban terseret air sungai Cianjur sudah ditemukan. Mas'ud (50) seorang warga Kampung Sukasirna RT 03/02, D...
-
MOMENTUM bulan Ramadan dimanfaatkan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Cianjur, Moch Ginanjar, untuk selalu m...
-
BARANG bukti hasil OTT pungli diamankan Polres Cianjur CIANJUR- Satgas Saber Pungli Kabupaten Cianjur masih mengusut dugaan keterlibat...
-
Cianjur memiliki luas wilayah yang cukup besar. Hal tersebut tentunya perlu ditunjang dengan pelayanan publik yang efektif, terutam...
-
CIPANAS - Pengembangan ikan koi di Sindanglaya Kecamatan Cipanas kini semakin maju. Bahkan pemasarannya sudah terkenal hingga luar nege...


Tidak ada komentar: