Kejar Adipura Demi Gengsi



SELURUH organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Cianjur, sejak beberapa hari yang lalu nampak begitu sibuk membenahi hampir seluruh sudut pusat kota Cianjur. Bukan tanpa alasan, pasalnya Cianjur digadang-gadang hendak menyabet Piala Adipura.
Namun nyatanya, masih banyak yang perlu dibenahi terkait pengelolaan kebersihan di Cianjur, ketimbang menyabet Piala Adipura itu sendiri. Seperti misalnya dalam mengelola persampahan. Bagaimana bisa titel kota/kabupaten terbersih itu diraih, tanpa adanya pengelolaan sampah secara menyeluruh.
Di sejumlah kawasan pusat kota Cianjur saja, masih banyak sampah berserakan di pinggir jalan. Para petugas kebersihan yang personilnya terbatas, otomatis kewalahan melihat tumpukan sampah yang kian hari kian menggunung.
Belum lagi masih banyak masyarakat yang belum sadar akan kebersihan lingkungan. Kebanyakan masih hobi membuang sampah sembarangan. Hal ini tentu menjadi catatan besar buat Pemkab Cianjur. Alhasil, kinerja Pemkab, khususnya Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Cianjur kian mendapat sorotan.
Menanggapi hal tersebut, pihak DKP Cianjur melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan dan Pemanfaatan Sampah, Sumarna menjelaskan, sejumlah upaya hingga kini kian digencarkan guna meminimalisir penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sirnagalih.
“Semakin ke sini, Alhamdulillah penumpukan sampah berangsur teratasi. Ini berkat kekompakan dan kerjasama tim bidang kami. Hampir setiap hari dilakukan pemantauan ke TPA secara langsung,” jelas Sumarna.
Mulai dari pengurukan tanah, hingga sistem pelapisan dengan batu kerikil juga dilakukan secara berangsur. Seperti diketahui, salah satu kriteria penilaian adalah indikator kondisi fisik lingkungan perkotaan dalam hal kebersihan dan keteduhan kota. Sementara, kriteria penilaian lainnya mengenai indikator pengelolaan lingkungan perkotaan yang meliputi institusi, manajemen, dan daya tanggap. Kini, Cianjur tinggal menanti hasil penilaian pemerintah pusat.“Kami tentunya sangat respon terhadap penilaian Piala Adipura ini. Kami jalin kerja sama juga antar bidang di DKP agar semakin sinergis. Namun, kami bekerja ekstra bukan hanya saat ada penilaian Adipura saja, di hari-hari biasa juga tetap sama,” sambung Sumarna.
Pihaknya mengimbau seraya kepada masyarakat untuk turut pula peduli dalam mengelola persampahan di Cianjur dengan membuang sampah pada tempatnya, serta sesuai dengan jadwal yang telah diatur.“Semuanya sudah diatur sebaik mungkin. Masyarakat tinggal mematuhinya. Bak sampah sudah tersedia, jadi diharapkan masyarakat jangan sampai membuang atau melempar sampah itu dengan seenaknya,” tutup Sumarna berharap.
Terpisah, anggota Komisi III DPRD Cianjur, Sahli Saidi menilai, sudah seharusnya pengelolaan sampah di Cianjur semakin hari semakin lebih baik lagi. Terlebih, banyak pihak yang cukup menaruh perhatian terhadap pengelolaan sampah tersebut. “Sebagai seorang anggota legislatif, tentu kami akan terus mengawasi kinerja eksekutif, dalam hal ini tentang pengelolaan kebersihan yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, saat disambangi, gundukan sampah di TPA Sirnagalih juga tak lagi mengeluarkan asap hingga bau yang menyengat. Nampak sejumlah pemulung tengah berjibaku mengeruk tumpukan sampah menggunakan garpu yang di desain khusus untuk menunjang pekerjaan mereka. Beberapa diantaranya bahkan diketahui sudah berkumpul sejak pagi.
Seperti dilakukan Juju (39), ibu empat anak asal Kampung Kandangsapi, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku ini mengaku sudah sejak pagi berada di TPA. Sama halnya dengan Komar (47), yang memiliki dua anak ini sudah menggeluti profesi pemulung puluhan tahun. "Untuk menghidupi keluarga saja sudah cukup," ungkapnya.(lan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top