Longsor Tutup Penghubung Dua Desa


CIANJUR-Akses jalan penghubung warga Desa Cibodas dan Desa Gadog Kecamatan Pacet terputus akibat longsor. Bahkan, satu unit alat berat pun sempat terbawa longsor susulan. Longsor kecil dari kaki Gunung Gedogan sudah mulai terjadi sejak dua bulan lalu. Namun, seiring derasnya hujan di daerah Pacet, sekitar pukul 17.00 WIB, Selasa (29/3) jalan penghubung dua desa itu tertutup longsor."Proses evakuasi berjalan cukup lama, karena alat berat pun terbawa longsor susulan di Gunung Gedogan," ungkap Aunul Ma'bud (25) warga Desa Cibodas.
Dia mengaku, akibat longsor tersebut warga kedua desa tersebut tak bisa melintasi jalan tersebut. Lantaran, jalan masih tertutup material tanah dan rawan longsor susulan terjadi. "Tak hanya itu, longsor dari Gunung Gedogan pun mengancam 1 RW di Kampung Ciseupan Kaler), karena batu besar di gunung dekat Gunung Kasur itu bisa saja jatuh ke pemukiman warga. Makanya, kami sangat mengharapkan adanya perhatian serius dari Pemkab Cianjur," tuturnya.
Diakuinya, kalaupun evakuasi terus menerus dilakukan menggunakan alat berat ini tidak akan menyelesaikan masalah, karena seharusnya ada upaya pencegahan yang dilakukan Pemkab Cianjur."Misalnya dibuatkan TPT, agar ada penahan tebing gunung tersebut. Karena, jika dibiarkan dengan hujan terus menerus longsoran tanah bisa meluas dan menimpa warga," ungkapnya.
Saat ini, proses evakuasi longsoran jalan terus dilakukan Pemkab Cianjur melalui BPBD Cianjur. Nampak, sejumlah warga dibantu Babhinsa dan Babhinmas ikut membantu dilokasi.
Kepala BPBD Kabupaten Cianjur Asep Suparman membenarkan adanya bencana tersebut. Sehingga pihaknya menurunkan satu unit alat berat ke lokasi. "Akibat longsor tersebut, akses jalan penghubung Desa Gadog dan Cibodas tertutup," terangnya.
Pasca evakuasi nantinya, tim dari BPBD Kabupaten Cianjur akan melakukan asesmen ulang dilokasi. Sehingga apakah di daerah tersebut masih ada pergerakan tanah ataukah tidak bisa dilihat.
"Kami informasikan warga untuk lebih berhati-hati, karena dikhawatirkan ada pergerakan tanah. Kami segera menerjunkan anggota untuk cek lokasi untuk mengkaji kondisi lapangan," tuturnya.
Terkait masih adanya pemukiman di daerah tersebut, nanti akan diteliti apakah masih bisa ditinggali ataukah tidak. Namun untuk saat ini warga di daerah tersebut harus lebih waspada dan berhati-hati."Saat ini laporan bencana baru satu titik yakni di Desa Cibodas, namun dengan cuaca buruk seperti ini kami terus siaga," paparnya.
Pihaknya mengaku berdasarkan informasi BMKG, Kabupaten Cianjur akan diguyur hujan hingga beberapa bulan mendatang, makanya hingga tanggal 5 Mei mendatang pihaknya akan tetap siaga."Kami imbau warga lebih berhati-hati apalagi warga yang tinggal di daerah rawan bencana," pungksnya.(fhn)


Tidak ada komentar:

Write a Comment

⬆
Top