Melihat Kondisi Jalan Pasca Diguyur Hujan Deras



 
 Jalan Perlahan, Takut Terperosok dan Jatuh
Satu bulan belakangan hujan deras terus mengguyur wilayah Kecamatan Sukaresmi. Kondisi ini membuat sejumlah ruas jalan di Sukaresmi dipenuhi lumpur dan tanah. Salah satunya seperti di wilayah Desa Rawabelut, Kecamatan Sukaresmi, warga terpaksa harus melintas di jalan berlumpur.
Melintas di atas badan jalan beraspal bagi sebagian warga di Kecamatan Sukaresmi, merupakan sesuatu yang nahal bahkan bisa disebut sebuah mimpi. Bagaimana tidak, hampir di sejumlah titik jalan dipenuhi lumpur dan bebatuan terutama pasca diguyur hujan.
Bukan tanpa alasan, jalan dipenuhi lumpur akibat kondisi badan jalan rusak dan sudah lama belum ditutup aspal. Akibatnya jalan berlumpur dan sulit untuk dilintasi karena licin.
"Kalau pas panas, lumpur itu mengeras dan berdebu, tapi kalau sore atau malam diguyur hujan lagi, jalan jadi basah dan licin," kata salah seorang warga setempat Rismaharja.
Kondisi jalan berlubang di wilayah Kecamatan Sukaresmi, bahkan di wilayah lain di Kabupaten Cianjur, merupakan pemandangan biasa. Tak heran banyak warga yang mengeluhkan kondisi jalan yang rusak dan berlubang.
Tidak hanya menghambat aktivitas warga, sejumlah pengendara terutama pengendara roda dua banyak dirugikan karena kerap terperosok atau jatuh akibat licin.
"Setiap hujan badan jalan digenangi air. Kami sudah pasrah, karena sudah lama kondisinya seperti ini dan tak ada upaya perbaikan dari pemerintah," ujar Rismaharja.
Suhendar (48) warga lainnya sangat berharap, jalan berlumpur bisa segera ditangani pemerintah, karena kalau terus dibiarkan banyak pihak yang dirugikan. "Paling tidak lumpur-lumpur itu bisa diangkut dengan menggunakan alat berat," ujarnya.
Dijelaskannya, ruas jalan yang menghubungkan Desa Rawabelut dan Desa Cibanteng serta beberapa desa lainnya, merupakan akses vital bagi warga.
“Saya berharap jalan bisa segera diaspal karena sudah lama seperti ini, saat kemarau saja sudah parah apalagi saat musim hujan,” ungkapnya.(*)


Tidak ada komentar:

Write a Comment

⬆
Top