Prabu Salya Taklukan Puncak Sindoro-Sumbing




CIANJUR–Mahasiswa FH Unsur yang juga anggota UKM Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Prabu Salya, Aldi Muhammad Mustopa beberapa waktu lalu, tepatnya Selasa (22/3) kemarin diketahui sukses melakukan pendakian di Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing, Temanggung, Jawa Tengah.
“Saya mendaki Gunung Sindoro dari hari Rabu sampai Kamis. Dilanjutkan ke Gunung Sumbing hari  Jumat sampai Sabtu,” ungkap Aldi kepada Radar Cianjur yang ditemui di kampus FH Unsur, usai pendakian.
Seperti diketahui, Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing tergolong sebagai gunung yang jarang dapat ditaklukan oleh orang-orang biasa. Gunung Sindoro memiliki ketingian 3.153 mdpl, sementara Gunung Sumbing memiliki ketinggian 3.371 mdpl.
“Pendakian ini juga dalam rangka memperingati dies natalis Mapala Prabu Salya yang ke-IX. Pendakian ini juga dalam rangka menyambut ujian tengah semester,” imbuhnya.
Aldi menambahkan, ada kesan yang mendalam saat pendakian kala itu. Gunung tersebut terbilang gersang dengan puncak bayangannya yang membosankan seakan mematahkan semangat setiap pendaki yang datang. Tetapi, pendakian Aldi tidak demikan. Kali ini proses pendakian terbilang menyenangkan.
Selain dapat menikmati keindahan alam, penduduk lokal yang begitu ramah meninggalkan kesan yang melekat hingga menjadikan perjalanan mendaki kali ini lebih berkesan.
“Jadi bagi kalian yang ingin mendaki Gunung Sindoro dan Sumbing dijamin tidak akan menyesal,” ujar Aldi seraya mengajak.
Ia pun berpesan kepada para mahasiswa yang ingin mendaki Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing agar sebaiknya membawa pasokan air yang cukup, mengingat jalur pendakian yang minim sumber mata air. Selain itu ia juga menegaskan bahwa kewaspadaan seorang pendaki harus ditingkatkan, terlebih saat beristirahat dan mendirikan tenda.
“Keganasan babi hutan disini cukup terkenal, apalagi saat mencium bau masakan. Kalau tak hati-hati tenda kalian bisa jadi korban. Jangan sampai juga kalian meneteskan air mata karena kehabisan air,” candanya.
Terakhir, ia mengingatkan agar para mahasiswa yang hendak mendaki ke gunung manapun agar selalu membawa kembali sampah usai pendakian. Menurutnya, syarat wajib seorang pandaki gunung harus selalu sadar akan kebersihan lingkungannya.
“Bawa kembali sampah yang kalian bawa dan konsumsi ke tempat sampah yang telah disediakan, biasanya ada di basecamp kaki gunung,” tegas Aldi. (lan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment

⬆
Top