Radar Cianjur »
Berita Utama
»
Saat Sadar Sudah Berada di Tengah Penampungan Wanita
Saat Sadar Sudah Berada di Tengah Penampungan Wanita
Posted by Radar Cianjur on Selasa, 29 Maret 2016 |
Berita Utama
RITA
Nuryudiawati (34) beberapa waktu lalu diketahui sempat menjadi korban hipnotis
oleh orang tak bertanggungjawab saat ia dan putri sulungnya, Zilfia Andria
Putri (4) hendak berbelanja di Pasar Cipanas, Jumat (11/3) lalu. Rita baru
sadarkan diri saat berada di Makassar.
SAAT disambangi
di kediamannya di Kampung Warung Nangka, RT02/RW03 Desa Sukaresmi, Kecamatan
Sukaresmi, ibu tiga anak ini berbagi pengalamannya saat ia berada di tempat
asing baginya itu, yakni Makassar, Sulawesi Selatan.
Rita diketahui
tinggal bersama suaminya, Andri Sugianto (43) dan ketiga putrinya, Zahra
Fadillah (14), Zaskia Dwi Putri (8) dan Zilfia Andria Putri. Ketika hendak
dikunjungi, lokasi kediamannya memang terbilang cukup jauh dari hingar bingar
kehidupan kota dengan berbagai gaya hidupnya.
Dari Pasar
Cipanas saja masih perlu menempuh perjalanan sebelas kilometer. Sekitar tiga
kilometer dari kantor Kecamatan Sukaresmi dan Polsek Sukaresmi. Kondisi jalan
saat memasuki Jalan Mariwati terbilang kurang baik karena beberapa kondisi
aspal sudah rusak. Ketika tiba di Kantor Polsek Sukaresmi untuk menanyakan
kediaman Rita, salah seorang petugas kepolisian yang saat itu tengah berjaga,
AIPTU Nanda tak segan memberikan arahan. Beberapa warga pun saat ditanyai
menjawab dengan salam dan sapa yang ramah khas masyarakat pedesaan.
Setibanya di
kediaman Rita, ia nampak sumringah lantaran bisa kembali berkumpul bersama
keluarga. Tak menunggu lama, ia pun tak segan berbagi cerita seputar peristiwa
kurang menyenangkan yang ia alami tersebut.
Awal mulanya ia
mengaku ditepuk di bagian bahu oleh seorang pria tak dikenal. Rita yang
kemudian linglung itu lantas tak sadarkan diri. Bahkan, Rita pun tak mengetahui
apakah ia berangkat naik pesawat atau kapal fery. "Tidak tahu, tiba-tiba
seperti tak sadarkan diri seperti orang linglung. Yang saya ingat sampai
sekarang ada laki-laki usianya sekitar 30 tahunan tiba-tiba menepuk bahu,"
tutur Rita.
Ia pun baru
menyadari bahwa dirinya sudah berada di tempat asing dengan banyak orang
berbahasa lain yang tidak ia mengerti. Sesadarnya Rita, baru ia sadari saat itu
ia berada di tengah-tengah sebuah penampungan dimana kebanyakan didominasi kaum
wanita yang sudah berusia di atas 30 tahun. "Saya tidak tahu waktu itu
sedang berada dimana, tapi di salah satu rumah tertulis kata Ujung Pandang di
dalam sticker KPU bekas pemilihan presiden, saya langsung meminta tolong
seseorang, lalu saya melapor ke pos polisi terdekat," ulasnya mengingat-ngingat.
Rita mengaku,
peristiwa tersebut jadi sebuah pengalaman berharga baginya. Tak hanya Rita,
putri sulungnya, Zahra juga mengaku akan lebih memperhatikan ibundanya seraya
menemani Rita kemanapun ia pergi. "Awalnya sempat panik, tapi ditenangkan
oleh saudara-saudara terdekat. Bapak juga berusaha menghubungi sana-sini.
Alhamdulillah ketemu dalam keadaan yang baik-baik saja. Saat itu juga bapak
jemput ke Makassar," ungkap Zahra.
Ia pun mengaku
sangat senang dapat kembali berkumpul bersama ibundanya itu. Saat ditanya
tentang perasaannya selama ibundanya hilang, Zahra juga mengaku mendapat
firasat bahwa ibunya baik-baik saja. Rita bahkan mengakui bahwa putri-putri
cantiknya itu begitu dekat dengan dirinya hingga terjalin erat sebuah ikatan
batin yang kuat. "Saking dekatnya, ke warung saja selalu ikut,"
sambung Rita ditemani putri-putrinya. (*)
Populer
-
CIBEBER-Atin Supriatna (59) warga Kampung Irigasi RT 04/03, Desa Cikondang, Kecamatan Cibeber, tewas terseret air Sungai Cikondang. Se...
-
CIPANAS- Kondisi badan jalan berlubang di sejumlah titik Ruas Jalan Raya Cipanas-Puncak menyita perhatian sejumlah pihak, diantaranya ...
-
TAWASUTH : Pengurus Cabang PMII Cianjur memberikan pernyataan sikap untuk berada ditengah, dan tidak mengurangi nalar kritis terhadap k...
-
HAURWANGI – Forum Badan Permusyawaratan Desa (FBPD) Kecamatan Haurwangi menyampaikan keberatan atas kegiatan rekrutmen petugas S ens...
-
CIANJUR – Butuh rumah strategis, Perumahan Grand Amanda solusinya. Grand Amanda di Jalan Aria Wiratanudatar, Sindanglaka-Cianjur, p...
-
RAIB: Kondisi ruang leb komputer SMAN 1 Mande yang dijarah kawanan pencuri CIANJUR- SMA Negeri 1 Mande, nyaris tidak mengikuti pelaksa...
-
CIPANAS-Satpol PP Kecamatan Cipanas berupaya menyisir keberadaan monyet di Kampung Tegal Lega Desa Palasari Kecamatan Cipanas. Namun saat...
-
Upaya mendongkrak penjualan, Protanmas Samolo Indah sebagai perumahan strategis yang mengusung konsep perumahan modern, serta merupakan...


Tidak ada komentar: