Radar Cianjur »
Cianjur Raya
»
Menyorot Kinerja BPBD dan BNPB
Menyorot Kinerja BPBD dan BNPB
Posted by Radar Cianjur on Jumat, 15 April 2016 |
Cianjur Raya
Menyorot
Kinerja BPBD dan BNPB
Siaga 24 Jam per Hari

Badan Penanggulangan Bencana
Daerah (BPBD) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), seringkali
hanya membuat orang teringat akan kejadian bencana dan bagaimana cara mereka
menangani kejadian bencana, serta apa yang dilakukan pasca terjadinya bencana.
Di luar itu, sedikit yang tahu dan peduli dengan kiprahnya.
Laporan Blacxarea,
Cilaku
Memasuki halaman Kantor
BPBD Cianjur yang terletak di Jalan Raya Cibeber, kesan pertama yang didapat
adalah seperti memasuki sebuah kawasan garis belakang medan tempur. Berbagai
peralatan penanggulangan bencana yang siap diluncurkan ke lapangan memenuhi
sebagian halaman hingga ke teras dan bagian dalam ruangan-ruangan yang ada.
“Kami dituntut untuk
selalu siap menghadapi kemungkinan terburuk pada saat apapun. Makanya
peralatan-peralatan yang ada selalu kami pertahankan dalam kondisi siaga,”
ungkap Kepala BPBD Cianjur, Asep Suparman, kepada Radar Cianjur.
Mantan Camat Mande yang
sebelumnya juga sempat memegang jabatan serupa di Naringgul dan Kadupandak ini,
menjelaskan pula bahwa sebenarnya BPBD bekerja setiap hari, tanpa harus
menunggu terjadinya bencana.
“Setiap hari kami selalu
bersiaga, dan memantau setiap perkembangan yang ada. Cianjur ini ada di angka
siaga bencana tertinggi dibanding kabupaten-kabupaten yang lain di seluruh
Indonesia,” tambahnya.
Menepis anggapan bahwa
BPBD hanya diperlukan saat terjadi musibah, Asep mengatakan bahwa ia bersama
jajarannya sebenarnya adalah badan yang paling waspada dibanding pihak lainnya,
karena setiap hari harus siap tanggap melakukan langkah-langkah antisipasi,
merencanakan dan melatih tenaga, jauh sebelum bencana benar-benar terjadi.
“Kami berkoordinasi
dengan banyak lembaga lain seperti Pramuka dan dinas-dinas terkait agar selalu
siap kapan saja. Setiap kali ada informasi yang masuk tentang kejadian bencana,
di lokasi manapun dan pada waktu kapanpun, akan segera kami tindaklanjuti,
terlepas dari benar atau tidaknya informasi tersebut,” tambah Asep lagi.
Karena kondisi tersebut,
tak jarang Asep dan jajarannya bergerak cepat ke lokasi yang dilaporkan, meski
kabar tentang bencana tersebut merupakan kabar iseng atau bohong. Ia
mencontohkan tentang isu terjadinya longsor di Cipanas yang membuat para
relawan di bawah koordinasinya menyusuri jalur jalan Cipanas hingga ke
perbatasan Kabupaten Bogor.
“Saya tekankan kepada
jajaran relawan bahwa lebih baik kami siaga daripada menunggu bencana
benar-benar terjadi. Makanya, sekecil apapun informasi, akan langsung kami
tindaklanjuti ke lapangan. Walaupun laporannya tidak benar. Daripada menunggu
terjadi dan lebih merepotkan,” ujarnya.
Dalam kesiagaan itu,
menurut Asep, tak jarang masyarakat dan banyak lembaga lain salah paham tentang
hal-hal apa saja yang menjadi bagian dari tanggungjawab BPBD dan BNPB, terutama
setelah terjadinya bencana. Dalam hal ini, pembangunan ulang wilayah yang
terkena bencana seringkali ditimpakan tanggungjawabnya kepada BPBD dan BNPB.
Padahal, menurutnya, peran terpenting kedua badan tersebut adalah sebagai
layanan darurat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terkena bencana.
“Lebih ke mobilisasi
warga yang terkena bencana dan penyediaan logistik. Kalau sebuah daerah terkena
bencana, otomatis aktivitas warga terganggu, mereka tidak bisa memenuhi
kebutuhan standar hidup, dan kami bergerak untuk menyediakan itu, misalnya
membuka dapur umum dan menyediakan tenda-tenda pengungsian, sarana dan tenaga
kesehatan, dan lain-lain,” ungkapnya.
Adapun kondisi pasca
bencana dan rehabilitasi lokasi, menurutnya, bukan merupakan bagian dari tugas
dan wewenang BPBD dan BNPB lagi, melainkan kewajiban dan tanggungjawab badan
dan dinas lainnya.
“Misalnya pembangunan
ulang jembatan yang roboh. Kami di BPBD hanya melakukan tindakan koordinatif
untuk melakukan hal tersebut. Urusan teknisnya itu ada di dinas lain,” tutupnya
seraya menyampaikan beberapa rancangan program BPBD Cianjur yang akan
dilaksanakan pada beberapa waktu mendatang.
Populer
-
Abdulatif BEBERAPA wilayah di Indonesia akan melaksanakan pesta demokrasi Pilkada serentak, tepatnya hari Rabu pada tanggal 27 Ju...
-
SAMBUTAN: Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar berikan sambutan dalam workshop mamaos DKC di Taman Pancaniti Cianjur. FOTO : DENI ABDUL ...
-
SETELAH meraih peringkat ketiga di Piala Presiden 2017, Persib Bandung mulai merancang agenda lanjutan untuk mengisi kekosongan jelang tam...
-
Warga Cibiuk Tolak Pabrik CIRANJANG – Warga Kampung Andir RT01/09, Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang , mengeluhkan proses pelaksana...
-
CIANJUR-Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Cianjur membatasi dana kampanye masing-masing pasangan calon peserta pemilihan bupati dan wakil b...
-
GEKBRONG – Dibalik jabatannya sebagai ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Songgom, Kecamatan Gekbrong, Muhammad Ahmad Jalal...
-
CIANJUR - Kepala Bidang Penyiapan Perumusan dan Kebijakan Reformasi Birokrasi Kementrian Aparatur Negara dan Reforasi Birokrasi (Menpan-R...
-
JAKARTA-Sekretaris Jenderal Mahkamah Agung Nurhadi batal diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi, Kamis (31/3). Seharusnya, ia diperiksa...

Tidak ada komentar: