Radar Cianjur »
Cianjur Raya
»
Pembangunan Lingkar Tengah Diganjal KAI
Pembangunan Lingkar Tengah Diganjal KAI
Posted by Radar Cianjur on Kamis, 07 April 2016 |
Cianjur Raya
CILAKU – Sudah hampir sepuluh tahun lamanya, pembangunan Jalan Lingkar Tengah yang memanjang
dari perempatan Pasar Induk Pasirhayam hingga ke pertigaan Pasirhayam, prosesnya terkatung-katung karena masih
terganjal perizinan dari PT
Kereta Api Indonesia (PT KAI).
“Perencanaan
berikut gambarnya sudah beres, tinggal satu tahap lagi, perizinan lintasan jalan kereta api dari
PT KAI,” kata Kepala Bagian (Kabag) Pembangunan
Kabupaten Cianjur, Muqosid, saat ditemui pada hari Selasa (05/04) lalu.
Padahal,
menurut Muqosid, Jalan Lingkar
Tengah itu tidak akan melintasi jalan kereta api karena akan dibangun melintasi
bagian bawah jalur kereta api.
“Jalan itu
akan berada di bawah jalur
lintas kereta api, karena itu tidak memerlukan pintu penghalang jika kereta api
lewat,” tambah Muqosid.
Jika
kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur akan melanjutkan pembangunan jalan itu, kata
Muqosid, tinggal melakukan lobi lagi ke PT KAI.
Rencana
pembangunan jalan itu merupakan sambungan dari Jalan Lingkar Timur hingga
Pertigaan Pasirhayam yang nantinya akan bersambung pula ke Jalan Lingkar Utara,
dari Pasirhayam sampai Kecamatan Cugenang.
Urgensinya Jalan Lingkar Tengah ini, masih menurut Muqosid, untuk mengurai
kemacetan di jalan Pasirhayam setelah dioperasikannya Pasar Pasirhayam.
Mengenai hal
tersebut, Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Kabupaten Cianjur, A Koswara, mengatakan. Pemkab Cianjur
tinggal membangun badan jalannya setelah lahan untuk jalan itu dibebaskan
seluas 8.000 meter persegi.
Panjang
jalan itu mencapai 2 kilometer dengan lebar 40 meter. Jika pembangunannya akan
dilanjutkan sesuai
rencana, Pemkab Cianjur
tinggal membebaskan 11 bangunan rumah dan toko di pertigaan jalan tersebut.
Kepala Seksi (Kasi) Pertanahan,
Bagian Pemerintahan, Agung, menambahkan bahwa untuk pembebasan perumahan dan toko
itu dulu telah dilakukan kesepakatan dengan para pemiliknya.
“Namun tentunya harga ganti ruginya akan
naik karena harga penawaran Pemkab Cianjur dulu telah hampir 10 tahun
tertunda,” kata Agung.
Setelah selesai dengan perkara-perkara tersebut, yang paling menentukan
dipastikan adalah melunaknya lobi dengan PT KAI yang seperti tidak rela kalau
rel perlintasan kereta akan dilewati badan jalan. (ras)
Populer
-
Kantor Pos memberikan salah satu pemenang hadiah sepeda gunung. CIANJUR – Sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan pos, khususnya ma...
-
FOTO: RISMA RUSTIKA SARI/RADAR CIANJUR TAMPIL: Grup marawis YPPT As Shiddiqin tampil dalam menghibur dalam sebuah kesempatan. CIBEBE...
-
BANDUNG-Selain fokus sebagai pesepakbola profesional, bek Persib Rudolof Yanto Basna nyatanya terdaftar sebagai mahasiswa di Unive...
-
*) Nanang Rustandi BEGITU berseliweran berbagai informasi dan berita di era Jaman Now. Semua harus disortir mana yang benar-benar infor...
-
CELTIC FC sempat membuat Skotlandia bangga lantaran mampu meraih trofi Liga Champions musim 1966-67. Tapi, pada Selasa (12/7) atau R...
-
24 Tewas Lainnya Tewas PIHAK militer Filipina terus menekan Kelompok Abu Sayyaf yang berada di Pulau Basilan. Menuruty lansiran s...
-
RUSAK: Satu buah kursi papan disimpan tepat di atas badan Jalan Hanjawar-Pacet yang berlubang sebagai bentuk peringatan terhadap para pen...
-
CIANJUR- Tak kurang dari dua pekan terhitung sejak hari ini, Jumat (15/4), pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di tingkat SMP bakal dig...
Tidak ada komentar: