Pembangunan Lingkar Tengah Diganjal KAI




CILAKU – Sudah hampir sepuluh tahun lamanya, pembangunan Jalan Lingkar Tengah yang memanjang dari perempatan Pasar Induk Pasirhayam hingga ke pertigaan Pasirhayam, prosesnya terkatung-katung karena masih terganjal perizinan dari PT Kereta Api Indonesia (PT KAI).

“Perencanaan berikut gambarnya sudah beres, tinggal satu tahap lagi, perizinan lintasan jalan kereta api dari PT KAI,” kata Kepala Bagian (Kabag) Pembangunan Kabupaten Cianjur, Muqosid, saat ditemui pada hari  Selasa (05/04) lalu.

Padahal, menurut Muqosid, Jalan Lingkar Tengah itu tidak akan melintasi jalan kereta api karena akan dibangun melintasi bagian bawah jalur kereta api.
“Jalan itu akan berada di bawah jalur lintas kereta api, karena itu tidak memerlukan pintu penghalang jika kereta api lewat,” tambah Muqosid.

Jika kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur akan melanjutkan pembangunan jalan itu, kata Muqosid, tinggal melakukan lobi lagi ke PT KAI.
Rencana pembangunan jalan itu merupakan sambungan dari Jalan Lingkar Timur hingga Pertigaan Pasirhayam yang nantinya akan bersambung pula ke Jalan Lingkar Utara, dari Pasirhayam sampai Kecamatan Cugenang.

Urgensinya Jalan Lingkar Tengah ini, masih menurut Muqosid, untuk mengurai kemacetan di jalan Pasirhayam setelah dioperasikannya Pasar Pasirhayam.
Mengenai hal tersebut, Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Kabupaten Cianjur, A Koswara, mengatakan. Pemkab Cianjur tinggal membangun badan jalannya setelah lahan untuk jalan itu dibebaskan seluas 8.000 meter persegi.

Panjang jalan itu mencapai 2 kilometer dengan lebar 40 meter. Jika pembangunannya akan dilanjutkan sesuai rencana, Pemkab Cianjur tinggal membebaskan 11 bangunan rumah dan toko di pertigaan jalan tersebut.
Kepala Seksi (Kasi) Pertanahan, Bagian Pemerintahan, Agung, menambahkan bahwa untuk pembebasan perumahan dan toko itu dulu telah dilakukan kesepakatan dengan para pemiliknya.

“Namun tentunya harga ganti ruginya akan naik karena harga penawaran Pemkab Cianjur dulu telah hampir 10 tahun tertunda,” kata Agung.
Setelah selesai dengan perkara-perkara tersebut, yang paling menentukan dipastikan adalah melunaknya lobi dengan PT KAI yang seperti tidak rela kalau rel perlintasan kereta akan dilewati badan jalan. (ras)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top