Pemuda Tewas Telanjang di Pinggir Kali




CIANJUR-Sesosok jenazah berjenis kelamin laki-laki tanpa identitas ditemukan di kali Cianjur RT01/RW09, Desa Pamoyanan, Kecamatan Cianjur sekitar pukul 06.00 WIB. Mayat tanpa busana yang awalnya diduga berusia sekitar 25 tahunan tersebut ditemukan oleh Max (30) warga setempat dalam kondisi tertelungkup.
Jajaran Polsek Cianjur Kota dibantu tim forensik RSUD Cianjur, PMI Cianjur dan BPBD Cianjur langsung mengevakuasi jenazah. Berdasarkan hasil pemeriksaan tim forensik, jenazah mengalami luka lecet di bagian kening dengan sejumlah luka benjolan lunak akibat benturan benda tumpul.“Sesuai dengan prosedur, kami lakukan pemeriksaan jenazah sebaik mungkin. Ciri-ciri fisik sudah teridentifikasi. Kami juga lakukan koordinasi dengan pihak kepolisian untuk tindak lanjut kejelasan status jenazah,” terang Soni Irawan, Teknisi Forensik RSUD Cianjur yang ditemui di kantornya, kemarin.
Tak disangka, sekitar pukul 21.00 WIB Sabtu (3/4), nampak beberapa pria menyambangi kamar jenazah RSUD Cianjur, tempat dimana jenazah tanpa nama tersebut dibaringkan. Tenyata mereka merupakan keluarga jenazah tersebut. “Sebelum mengecek jenazah, kita cocokan dulu supaya ciri-ciri fisiknya sesuai, karena masih ada beberapa jenazah tanpa identitas yang berada di kamar jenazah ini,” tegas Soni yang saat itu tengah bertugas.
Berdasarkan penuturan yang diberikan, akhirnya positif dinyatakan bahwa jenazah tersebut merupakan anggota keluarganya. Tak lama berselang, pihak keluarga dipersilahkan memeriksa jenazah.
Alhasil, jenazah diketahui bernama Uli Saepudin (24) warga Kampung Cipendawa, RT02/RW06 Desa Cikanyere, Kecamatan Sukaresmi.  Uli merupakan putra bungsu dari tiga bersaudara. Kakak kandung Uli, Hendra (36) mengaku, sempat kehilangan kontak dengan adiknya tersebut sejak seminggu terakhir.“Sudah seminggu tidak ada kabar. Terakhir bertemu Uli katanya mau pergi ke rumah temannya mau mencari kerja. Keluarga sudah kesana kemari mencari Uli. Ternyata adik saya sudah ditemukan tak bernyawa,” ungkap Hendra nampak sedih.
Hendra mengakui bahwa adik kandungnya itu memiliki gangguan mental, namun tak terlalu parah. Dalam waktu-waktu tertentu, Uli masih bisa diajak bicara, dalam saat berlainan, Uli seringkali murung dan melamun sendiri. “Memang adik saya ada gangguan kejiwaan, tapi masih bisa diajak berbicara dan bisa disembuhkan,” imbuh Hendra.
Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Cianjur, AKP Aah Hermawan menuturkan, setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, ternyata benar bahwa jenazah tersebut mengalami gangguan kejiwaan. Namun demikian, ia mengimbau agar masyarakat dapat saling menjaga anggota keluarganya dalam kondisi apa pun.“Ini jadi pelajaran untuk kita semua, agar kita dapat menjaga anggota keluarga kita seperti apa pun kondisinya. Selain itu, di musim penghujan ini harap masyarakat yang sering beraktivitas di sungai agar lebih berhati-hati,” tutur Aah.(lan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top