Radar Cianjur »
Cianjur Raya
»
Warga Cibiuk Tolak Pabrik
Warga Cibiuk Tolak Pabrik
Posted by Radar Cianjur on Kamis, 14 April 2016 |
Cianjur Raya
Warga Cibiuk Tolak Pabrik
CIRANJANG – Warga Kampung Andir RT01/09, Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang, mengeluhkan proses pelaksanaan pembangunan PT Thersik World Indonesia. Berdasarkan keterangan dari beberapa orang warga pada Selasa (12/04) kemarin, rencananya pabrik tersebut akan memproduksi kemeja dan jas. Warga khawatir berdirinya pabrik tersebut akan berdampak besar, khususnya mencemarkan lingkungan dan berdiri di atas lahan produktif seluas 3 hektar.
Menurut Ketua RT 01/09, Aryadi, selama ini proses pembangunan tidak pernah menempuh koordinasi dan meminta persetujuan warga setempat. Hingga proses pelaksanaan pembangunan dimulai, tidak ada komunikasi yang terjalin dengan baik, dan tidak ada pula kompensasi khusus yang diberikan kepada warga yang menjadi korban dampak lingkungan dari pabrik tersebut.
"Kami
berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur bisa mengkaji ulang perizinannya. Jangan sampai warga yang menjadi korban setelah
berdirinya pabrik,” katanya.
Menurut warga, berdirinya pabrik tersebut malah dikhawatirkan akan merugikan. Apalagi selama ini warga mengaku belum pernah memberikan persetujuan atau menandatangani pernyataan setuju atas berdirinya pabrik itu.
Menurut warga, berdirinya pabrik tersebut malah dikhawatirkan akan merugikan. Apalagi selama ini warga mengaku belum pernah memberikan persetujuan atau menandatangani pernyataan setuju atas berdirinya pabrik itu.
Ketua
Forum Masyarakat Peduli Cianjur (FMPC), Farid Sandi, mengatakan
bahwa kondisi paling fatal
dari berdirinya pabrik tersebut adalah menggerus
habis lahan pertanian warga yang produktif. Pihaknya mengaku pernah melakukan koordinasi
dengan pihak perusahaan dalam sebuah audensi, namun tidak ada hasil dan
tindakan yang jelas dari pihak perusahaan.
"Audiensi tidak mendapat. Pernah akan dilakukan pembangunan saluran drainase, tapi pada kenyataannya tak kunjung dilakukan sampai saat ini," ujarnya.
"Audiensi tidak mendapat. Pernah akan dilakukan pembangunan saluran drainase, tapi pada kenyataannya tak kunjung dilakukan sampai saat ini," ujarnya.
Di lain
pihak, pelaksana proyek pembangunan PT Thersik World Indoensia,
Mulyono, menjelaskan bahwa proses
pelaksanaan pembangunan selokan akan dilakukan, namun butuh
proses dan tahapan tertentu karena saat ini musim
hujan dan harus menunggu kering dulu, karena khawatir
hasil pekerjaan akan cepat rusak.
"Nanti
akan ditindaklanjuti untuk pembangunan selokan semaksimal mungkin. Mengenai persoalan kompensasi, perizinan, dan lainnya, kami tidak
tahu apa-apa. Jelas itu pihak manajemen perusahaan
yang menentukan segalanya, kami hanya sebagai
pelaksana pembangunan saja," katanya saat dihubungi
via telepon. (mat)

Tidak ada komentar: