Radar Cianjur »
Berita Utama
»
5,7 Miliar Dana Sertifikasi Kemenag Mandek
5,7 Miliar Dana Sertifikasi Kemenag Mandek
Posted by Radar Cianjur on Jumat, 27 Mei 2016 |
Berita Utama
CIANJUR-Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cianjur, menggelar tatap muka dengan para guru honorer madrasah se-Kabupaten Cianjur terkait sertifikasi guru yang mandeg, Kamis (26/5).
Dalam rapat audiensi tersebut, pihak Kemenag menyampaikan salah satu akibat belum mandegnya dana sertifikasi guru akibat belum cairnya salah satunya belum lengkapnya syarat administrasi yang telah ditentukan selama ini. Selain itu, mandegnya dana sertifikasi guru karena lambatnya uang masuk ke rekening.
"Guru honorer jangan berburuk sangka kepada kami terkait mandegnya dana sertifikasi tersebut. Kami selama ini sangat memperhatikan nasib para guru honorer madrasah, hanya saja harus bersabar karena keuangan bukan diatur oleh Kemenag kabupaten melainkan pemerintah pusat," kata Kasi Madrasah Kementrian Agama Kabupaten Cianjur, Tavip Supriadi.
Dia menjelaskan, untuk penerimaan dana sertifikasi per guru tidak menentu dan sangat vareatif, misalkan perbandingannya pada tahun 2014 ada yang menerima dana sertifikasi tiga hingga empat bulan. Sedangkan tahun 2015 yang menerima sertifikasi ada yang tiga hingga lima bulan.
"Itu semua tergantung dari SIMPATIKA (Sistem Informasi Pendidik dan Ketenaga Pendidikan Kemenetrian Agama) yang dilakukan oleh pemerintah pusat,"terangnya lagi.
Sementara itu, syarat guru profesional mendapatkan sertifikasi adalah harus mengikuti PLPG dan ada porto folio. "Kalau dari salah satu syarat tersebut tidak lengkap, maka guru tersebut otomatis tidak akan mendapatkan dana sertifikasi, meski sudah terdaftar di SIMPATIKA," jelasnya.
Perlu diketahui, bahwa sertifikasi yang sudah dibayarkan sebesar Rp4 miliar untuk semua jenjang mulai guru honorer, RA, MI, MTs dan MA. Sedangkan untuk guru PNS adalah sebesar Rp1.7 miliar. "Untuk penerimaan dana sertifikasi kebanyakan sekolah swasta," imbuhnya.(riz)
Populer
-
JAKARTA-Pupus sudah harapan Jessica Kumala Wongso untuk keluar dari tahanan Sabtu (28/5). Pasalnya, Kamis (26/5), Kejaksaan Tinggi DKI Ja...
-
FOTO: MAMAT MULYADI/ RADAR CIANJUR JUARA: Tim bola voli putri Desa Cipeuyeum menjadi juara dalam rangkaian lomba HUT RI ke-71. HA...
-
Foto: Fadilah Munajat/ Radar Cianjur SERIUS: Tim penilai dari Kabupaten Cianjur melakukan penilaian terhadap posyandu Sartika 3 Desa M...
-
SOSOK EDI HERMAN KEPALA Desa Cihaur, Edi Herman mengungkapkan, arti dari makna sesungguhnya HUT RI bukan hanya sekedar mengisi hib...
-
Wanita berparas cantik ini memiliki dua profesi yakni sebagai pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur sekaligus mahasiswa di UNSUR C...
-
JAKARTA-Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyebutkan, rasionalisasi alias pemangkasan jumlah PNS tidak akan sampai sejuta orang. Saat ini ju...
-
FOTO: MAMAT MULYADI/ RADAR CIANJUR PERANGI DBD: Cecep Hendra dan Udin Wahyudin mengimbau masyarakat untuk melakukan PSN berkala. ...
-
JAKARTA-Ratusan ribu honorer kategori dua (K2) melayangkan protes kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokras...

Tidak ada komentar: