Bantuan Lumbung Padi belum Merata



KARANGTENGAH – Sejumlah program bantuan yang dikucurkan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi untuk bisa mencapai target kemandirian pangan dan mampu menopang perkonomian masyarakat, menjadi idaman setiap daerah sehimngga mereka terus melakukan dukungan untuk kelancaran program-program tersebut.

Namun sangat disayangkan bahwa beberapa bantuan tersebut masih belum menyentuh masyarakat secara menyeluruh, seperti yang terjadi kepada para petani di Desa Sukasari, Kecamatan Karangtengah. Mereka mengeluhkan program bantuan yang dikucurkan, karena dianggap tebang pilih oleh sekelompok oknum dinas atau lembaga yang tidak bertanggungjawab.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mitra Cai Desa Sukasari, Kecamatan Karangtengah, Dede Sudrajat, memaparkan bahwa bantuan sosial itu diberikan kepada sejumlah Gapoktan, yang dibagi menjadi tahun awal sebesar Rp150 juta, tahun kedua sejumlah Rp75 juta, dan tahun ketiga diberikan pendampingan dan pembinaan dari Tim Teknis (TT) dan Tim Pembina (TP).



"Pada kenyataannya, kami belum pernah menerima bantuan sampai detik ini, padahal banyak program dari pemerintah. Nah, itu kemana dan sampainya ke siapa? Harusnya bisa melihat-lihat dulu siapa yang diberikan bantuan, jangan karena rekan atau saudara. Berikan kepada warga kelompok tani yang menunggu bantuan," katanya.

Informasi lain yang didapat Radar Cianjur dari beberapa narasumber menyebutkan bahwa bantuan sudah diberikan untuk tahap penumbuhan sebesar Rp150 juta, dan dana tersebut dibagi untuk pembangunan gudang sebesar Rp30 juta, untuk cadangan petani sebesar Rp24 juta, untuk jual-beli gabah sebesar Rp97 juta.


"Informasinya begitu. Kalau untuk tahun kedua merupakan tahun pengembangan, mendapatkan angka sekitar Rp75 juta untuk diterapkan kepada pengolahan beras," kata Dodi (37), salahseorang petani.




Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top