Ikut Ajang Pencarian Bakat dengan Ciri Khas




UNIK: Amanda Rekadini (19) gadis belia dengan talenta unik ini memperkenalkan boneka pendongengnya bernama Pelangi.




Gadis Asal Cianjur ini Harumkan Nama Cianjur

Talenta yang dimiliki Amanda Rekadini (19), gadis belia asal Cianjur ini terbilang unik. Pecinta dunia pendidikan ini membawa sebuah boneka yang ceriwis dan ceria bernama Pelangi atau yang sering disapa Angi sampai tembus dalam sebuah ajang pencarian bakat.

Amanda Rekadini (19) hanya seorang gadis biasa yang bertempat tinggal di Perum Pesona Cianjur Indah, Kecamatan Cianjur. Putri sulung daru dua bersaudara pasangan Cecep Supriyadi (42) dan Sri Yulia (43) ini memiliki talenta unik sampai mampu menembus peringkat teratas dalam sebuah ajang pencarian bakat oleh salah satu televisi swasta baru-baru ini. 

Kendati tak menembus sampai tahapan selanjutnya, namun orang sudah mengenal Amanda, gadis yang sudah membawa nama baik Cianjur dengan bakat uniknya. Manda, begitu ia akrab disapa, memiliki sebuah boneka yang cerewet, serba ingin tahu, namun ceria yang diberi nama Pelangi, atau yang akrab disapa Angi. Boneka bernama Angi itu, Manda peragakan dengan sangat terlatih disertai suara yang terdengar ramah.

“Halo perkenalkan, namaku Angi. Nama Kakak siapa? Makanan favorit kakak apa? Kalau aku makanan favoritnya tempe goreng,” celoteh Pelangi nampak hidup.

Saat ditanya sumber inspirasinya, Manda mengaku sangat terinspirasi dari gurunya, Kak Mal, pendongeng kondang asal Cianjur yang sudah malang melintang di dunia dongeng-mendongeng. Sebelum menciptakan karakter Pelangi, Manda mengaku sejak kecil sudah sering menirukan berbagai suara. Hobi Manda yang mendapat dukungan penuh dari kedua orang tuanya itu akhirnya mampu dimanfaatkan dengan baik tatkala Manda menciptakan karakter Pelangi yang tak pernah lelah untuk terus berceloteh dan menghibur orang disekitarnya.

“Angi membawa pengaruh yang sangat besar. Pada ajang pencarian bakat yang sama tahun lalu, aku tidak lolos sampai sejauh ini. Tapi berkat Angi, semuanya menjadi semakin mulus. Malah, peserta dari daerah lainnya sempat ada yang meniru,” ungkap Manda.

Ternyata, Angi diciptakan bukan hanya untuk ajang pencarian bakat saja. Manda yang bercita-cita menjadi seorang guru ini kerap diundang sekolah-sekolah untuk mendongeng dihadapan anak-anak sambil mengisahkan cerita-cerita tertentu yang kebanyakan berisi tentang dakwah dan nilai-nilai teladan sehari-hari.

“Mendongeng juga bisa kita manfaatkan sebagai media dakwah untuk anak-anak. Malah, seringkali bukan hanya anak-anak, orang tuanya juga ikut antusias,” kata Manda sambil memegang erat dan merapikan pakaian Pelangi. 

Saat ditanya soal cita-cita lainnya, gadis yang amat mencintai dunia pendidikan ini ternyata mempunyai tujuan yang mulia, yakni membangun sekolah untuk orang-orang yang tidak mampu serta yang memiliki niat dan antusiasme belajar yang besar juga mimpi yang tinggi.

“Padahal orang tua bukan berprofesi sebagai guru, tapi entah kenapa aku cinta sama dunia pendidikan dan anak-anak. Selain itu, aku juga suka juga dunia modelling, sebagai hiburan. Itulah kenapa aku beri nama boneka ini Pelangi, terinspirasi dari desainer terkenal, Dian Pelangi,” ulasnya.

Kini, Manda yang juga sering nongkrong di Komunitas Lapak Baca Asma Nadia di Alun-Alun Cianjur setiap akhir pekan ini mengaku tetap memiliki kepercayaan diri yang besar. Ia optimis, suatu saat nanti ia bisa meraih impiannya tersebut. Bukan tanpa alasan, tak sedikit orang yang tersihir oleh talentanya hingga membuat karakter Pelangi nampak begitu hidup.

“Yang terpenting kita haru tetap optimis dan percaya diri. Terlebih, kalau sudah ada dukungan dari orang tua, tidak ada yang tidak mungkin,” pungkasnya. (**)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top