Radar Cianjur »
Berita Utama
»
Ikut Ajang Pencarian Bakat dengan Ciri Khas
Ikut Ajang Pencarian Bakat dengan Ciri Khas
Posted by Radar Cianjur on Rabu, 25 Mei 2016 |
Berita Utama
| UNIK: Amanda Rekadini (19) gadis belia dengan talenta unik ini memperkenalkan boneka pendongengnya bernama Pelangi. |
Gadis
Asal Cianjur ini Harumkan Nama Cianjur
Talenta
yang dimiliki Amanda Rekadini (19), gadis belia asal Cianjur ini terbilang
unik. Pecinta dunia pendidikan ini membawa sebuah boneka yang ceriwis dan ceria
bernama Pelangi atau yang sering disapa Angi sampai tembus dalam sebuah ajang
pencarian bakat.
Amanda
Rekadini (19) hanya seorang gadis biasa yang bertempat tinggal di Perum Pesona
Cianjur Indah, Kecamatan Cianjur. Putri sulung daru dua bersaudara pasangan
Cecep Supriyadi (42) dan Sri Yulia (43) ini memiliki talenta unik sampai mampu
menembus peringkat teratas dalam sebuah ajang pencarian bakat oleh salah satu
televisi swasta baru-baru ini.
Kendati
tak menembus sampai tahapan selanjutnya, namun orang sudah mengenal Amanda,
gadis yang sudah membawa nama baik Cianjur dengan bakat uniknya. Manda, begitu
ia akrab disapa, memiliki sebuah boneka yang cerewet, serba ingin tahu, namun
ceria yang diberi nama Pelangi, atau yang akrab disapa Angi. Boneka bernama
Angi itu, Manda peragakan dengan sangat terlatih disertai suara yang terdengar
ramah.
“Halo
perkenalkan, namaku Angi. Nama Kakak siapa? Makanan favorit kakak apa? Kalau
aku makanan favoritnya tempe goreng,” celoteh Pelangi nampak hidup.
Saat
ditanya sumber inspirasinya, Manda mengaku sangat terinspirasi dari gurunya,
Kak Mal, pendongeng kondang asal Cianjur yang sudah malang melintang di dunia
dongeng-mendongeng. Sebelum menciptakan karakter Pelangi, Manda mengaku sejak
kecil sudah sering menirukan berbagai suara. Hobi Manda yang mendapat dukungan
penuh dari kedua orang tuanya itu akhirnya mampu dimanfaatkan dengan baik
tatkala Manda menciptakan karakter Pelangi yang tak pernah lelah untuk terus
berceloteh dan menghibur orang disekitarnya.
“Angi
membawa pengaruh yang sangat besar. Pada ajang pencarian bakat yang sama tahun
lalu, aku tidak lolos sampai sejauh ini. Tapi berkat Angi, semuanya menjadi
semakin mulus. Malah, peserta dari daerah lainnya sempat ada yang meniru,”
ungkap Manda.
Ternyata,
Angi diciptakan bukan hanya untuk ajang pencarian bakat saja. Manda yang bercita-cita
menjadi seorang guru ini kerap diundang sekolah-sekolah untuk mendongeng
dihadapan anak-anak sambil mengisahkan cerita-cerita tertentu yang kebanyakan
berisi tentang dakwah dan nilai-nilai teladan sehari-hari.
“Mendongeng
juga bisa kita manfaatkan sebagai media dakwah untuk anak-anak. Malah,
seringkali bukan hanya anak-anak, orang tuanya juga ikut antusias,” kata Manda
sambil memegang erat dan merapikan pakaian Pelangi.
Saat
ditanya soal cita-cita lainnya, gadis yang amat mencintai dunia pendidikan ini
ternyata mempunyai tujuan yang mulia, yakni membangun sekolah untuk orang-orang
yang tidak mampu serta yang memiliki niat dan antusiasme belajar yang besar
juga mimpi yang tinggi.
“Padahal
orang tua bukan berprofesi sebagai guru, tapi entah kenapa aku cinta sama dunia
pendidikan dan anak-anak. Selain itu, aku juga suka juga dunia modelling,
sebagai hiburan. Itulah kenapa aku beri nama boneka ini Pelangi, terinspirasi
dari desainer terkenal, Dian Pelangi,” ulasnya.
Kini,
Manda yang juga sering nongkrong di Komunitas Lapak Baca Asma Nadia di
Alun-Alun Cianjur setiap akhir pekan ini mengaku tetap memiliki kepercayaan
diri yang besar. Ia optimis, suatu saat nanti ia bisa meraih impiannya
tersebut. Bukan tanpa alasan, tak sedikit orang yang tersihir oleh talentanya
hingga membuat karakter Pelangi nampak begitu hidup.
“Yang
terpenting kita haru tetap optimis dan percaya diri. Terlebih, kalau sudah ada
dukungan dari orang tua, tidak ada yang tidak mungkin,” pungkasnya. (**)

Tidak ada komentar: