Mengenal Bikers Brotherhood MC Indonesia (2) Hidupkan Virus Persaudaraan

HIJAU: Anggota BBMC Indonesia Check Point Cianjur saat penyelenggaraan kegiatan penanaman 1.500 pohon.

PADA tanggal 13 Juni 1988, sekumpulan pecinta motor klasik melakukan kegiatan The First Run menuju Linggarjati. Dari tempat itulah kemudian mereka mengukuhkan nama Bikers Brotherhood, yang artinya persaudaraan pengendara sepeda motor. Tahun 2016 ini usia Bikers Brotherhood Motorcycle Club (BBMC) sudah menjelang 28 tahun, dan mereka terus berupaya untuk mewujudkan rasa persaudaraan.

Laporan Mamat Mulyadi, Cianjur

Bercerita tentang sejarah Linggarjati, seperti diketahui bahwa daerah tersebut merupakan tempat perundingan antara Indonesia dengan Belanda, yang menghasilkan persetujuan mengenai status kemerdekaan tanah air, hingga ditandatangani di Istana Merdeka Jakarta pada tanggal 15 November 1946, dan dikukuhkan kedua negara pada tanggal 25 Maret 1947, menandai akhir pendudukan Belanda di Indonesia.

"Perundingan itu adalah bukti lemahnya pemerintah untuk mempertahankan kedaulatan negara," kata Vigilante BBMC Check Point Cianjur, Ivan Bombom, saat berbincang dengan Radar Cianjur.
Tak ingin menjadi generasi yang lemah, BBMC Indonesia mengerjakan banyak program, antara lain Bikers Brotherhood for Nature, Bikers Brotherhood for Culture, Bikers Brotherhood for Education, dan Bikers Brotherhood Care, serta program lainnya.

Menurut Ivan, adanya program-program itu merupakan media untuk menebarkan virus persaudaraan oleh BBMC Indonesia kepada seluruh klub yang ada, atau terhadap siapa saja yang memahami dan mengerti akan nilai-nilai persaudaraan.

"Tanpa melihat media apa yang dipergunakan, kami berjabat, bekerja bersama menghidupkan dan mewujudkan rasa untuk terus menjaga nilai-nilai persaudaraan di muka bumi tercinta ini," katanya.
Linggarjati merupakan tempat yang dianggap menumbuhkan nilai-nilai persaudaraan dan persatuan, menjadi titik nol atau Km 0 bagi tiap biker yang meyakininya.

Dari persaudaraan tersebut, diupayakan untuk bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung. BBMC Indonesia sudah membuktikannya melalui beberapa program yang mereka konsep, dan dianggap patut ditiru oleh kalangan pecinta sepeda motor atau klub lainnya.

BBMC Indonesia, menurut Ivan, lebih memilih untuk melakukan tindakan dan karya nyata, walaupun sekecil apa program yang digelar, agar bisa berguna untuk berbakti kepada bangsa dan negara.

Koordinator Brotherhood for Nature (BFN) Nasional, Mey Sutikno, memaparkan bahwa di Cianjur BBMC sudah melaksanakan beberapa kegiatan, antara lain penanaman 1.500 pohon di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Kautsar, Kampung Cipaku Menak RT02/04, Desa Sukawangi, Kecamatan Warungkondang, dan di kaki Gunung Gede, Jalan Barukusumah RT01/01, Desa Kebon Peuteuy, Kecamatan Gekbrong, juga kegiatan bakti sosial untuk Yayasan Yatim Piatu Miftahussaadah berupa pemberian paket perlengkapan sekolah.

"Penanaman pohon telah digelar pada tanggal 17 hingga 25 Maret 2016. Harapan kami, semoga bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat dimana kami menjadi bagian di dalamnya," ucapnya. (**)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top