Radar Cianjur »
Metro Cianjur
»
Haulan, Pedagang Ditodong Rp300 Ribu
Haulan, Pedagang Ditodong Rp300 Ribu
Posted by Radar Cianjur on Selasa, 26 Juli 2016 |
Metro Cianjur
FOTO: M SUYUDHI/RADAR CIANJUR
JUALAN: Para pedagang mendadak ramai di Jalan Baros Cianjur dengan dipatok biaya sewa Rp300 ribu.
CIANJUR– Jalan Baros yang biasanya merupakan jalan yang tak terlalu ramai, namun Senin (25/7) jalan tersebut tiba-tiba diramaikan oleh para pedagang dadakan. Pasalnya, para pedagang itu baru mulai berjualan. Saat ditemui kepada salah seorang pedagang asesoris, Ipang (26) mengaku, sering berpindah-pindah tempat jualannya.
“Masuk di sini waktu hari Sabtu malam Minggu lalu. Itu pun saat itu hanya beres-beres untuk persipan dagang hari ini,” ujarnya. Ini pun bukan pertama kalinya ia berdagang di tempat seperti ini. Sering kali setiap ada acara apapun di Cianjur, ia mengikuti untuk mencari biaya kehidupannya.
Ia mengungkapkan, berdagang sekarang terkena biaya sewa lapak sebesar Rp 300 Ribu. “Berdagang kurang lebih dua sampai tiga harian, pokoknya sampai malam Rabu sekarang. Sebenarnya kalau nempatin lapak sih dari mulai malam Minggu, tapi mulai berjualan baru hari Senin,” aku Ipang.
Bukan hanya pedagang asesoris yang berada di sana, masih banyak juga pedagang lainnya yang berada dan berjualan. Seperti pedagang pakaian, makanan, sayuran, minuman dan pedagang lainnya. “Lumayan murah a biaya sewanya di sini, tapi kalau jualan sepi mah kita juga tekor a. Sedangkan waktu berjualannya hanya dua hari kalau dihitung-hitung, beres-beresnya yang lama sampai satu hari,” kata pedagang lainnya.
Selain itu, menurut pendapat salah seorang pembeli asal warga Pasirhayam, Kecamatan Cianjur, Rusiah (34) mengatakan, tujuan utama dirinya datang kesana untuk melakukan pengajian atau haulan Mama Baros. “Sudah tradisi di Cianjur, dimana ada haulan pasti selalu ada banyak pedagang. Makanya kita juga diuntungkan untuk berbelanja setelah selesai atau sebelum melakukan ziarah,” paparnya.
Ia juga tau, para pedagang dadakan ini pastinya terkena biaya sewa tempat. Tetapi untuk masalah harga sewanya ia tidak mengetahui betul. “Suka kasian juga, soalnya saya bekas pengusaha dagang baju,” imbuhnya.
Menurutnya, kalau dengan harga sewa di Jalan Baros segitu masih mending, sebab waktu dulunya ketika ia pernah mengobrol-ngobrol dengan seorang pedagang saat haulan di Gentur, harga sewa lapak di sana sangatlah mahal. “Kata si pedagang sih dikenai biaya sewa Rp 1,5 Juta selama tiga hari di masa haulan. Ya wajar tidak wajar juga sih kang, sebab situasi haul di Gentur memang sangat banyak masyarakat yang kesannya. Disisi itu, ya kasian juga untuk pedagang yang dipatok dengan harga yang mahal,” tutup Rusiah. (yud)
Populer
-
CIPANAS- Kondisi cuaca buruk selama Februari 2016, mengakibatkan sejumlah harga sayur-mayur di Pasar Tradisional Pasar Cipanas meningk...
-
FOTO: ILLUSTRASI PACET- Empat orang pelaku penipuan bermodus transaksi online diringkus Unit III Subdit Jatanras Ditreskrimum Pold...
-
JAKARTA-Rapat internal Komisi IX DPR akhirnya memutuskan dibentuknya Panitia Kerja (Panja) Vaksin Palsu. Hal ini sebagai tindak lanjut...
-
PARIS Saint Germain (PSG) mencul menjadi salah satu klub yang diperhitungkan di Benua Eropa, selama empat tahun belakangan ini. Dukung...
-
CIANJUR – Beragam potensi alam di Cianjur Selatan (Cisel) semakin hari semakin terkuak oleh masyarakat luas. Bupati Cianjur, Irvan Ri...
-
Encep Suganda Selama puluhan tahun pria yang satu ini telah menjadi aparat Desa Sindangjaya. Tujuannya hanya-lah satu yakni ingin mem...
-
JAKARTA-Ketua Umum Dewan Koordinasi Nasional (DKN) Garda Bangsa, H Cucun Ahmad Syamsurijal menyambut positif langkah Partai Kebangkita...
-
Pemerintah Kecamatan Karangtengah bina perangkat Desa Sukamantri termasuk BPD, dan LPM. Acara dilaksanakan di Aula Desa Sukamantri, de...

Tidak ada komentar: