Haulan, Pedagang Ditodong Rp300 Ribu

FOTO: M SUYUDHI/RADAR CIANJUR
JUALAN: Para pedagang mendadak ramai di Jalan Baros Cianjur dengan dipatok biaya sewa Rp300 ribu.


CIANJUR– Jalan Baros yang biasanya merupakan jalan yang tak terlalu ramai, namun Senin (25/7) jalan tersebut tiba-tiba diramaikan oleh para pedagang dadakan. Pasalnya, para pedagang itu baru mulai berjualan. Saat ditemui kepada salah seorang pedagang asesoris, Ipang (26) mengaku, sering berpindah-pindah tempat jualannya.

“Masuk di sini waktu hari Sabtu malam Minggu lalu. Itu pun saat itu hanya beres-beres untuk persipan dagang hari ini,” ujarnya. Ini pun bukan pertama kalinya ia berdagang di tempat seperti ini. Sering kali setiap ada acara apapun di Cianjur, ia mengikuti untuk mencari biaya kehidupannya.

Ia mengungkapkan, berdagang sekarang terkena biaya sewa lapak sebesar Rp 300 Ribu.  “Berdagang kurang lebih dua sampai tiga harian, pokoknya sampai malam Rabu sekarang. Sebenarnya kalau nempatin lapak sih dari mulai malam Minggu, tapi mulai berjualan baru hari Senin,” aku Ipang.

Bukan hanya pedagang asesoris yang berada di sana, masih banyak juga pedagang lainnya yang berada dan berjualan. Seperti pedagang pakaian, makanan, sayuran, minuman dan pedagang lainnya. “Lumayan murah a biaya sewanya di sini, tapi kalau jualan sepi mah kita juga tekor a. Sedangkan waktu berjualannya hanya dua hari kalau dihitung-hitung, beres-beresnya yang lama sampai satu hari,” kata pedagang lainnya.

Selain itu, menurut pendapat salah seorang pembeli asal warga Pasirhayam, Kecamatan Cianjur, Rusiah (34) mengatakan, tujuan utama dirinya datang kesana untuk melakukan pengajian atau haulan Mama Baros. “Sudah tradisi di Cianjur, dimana ada haulan pasti selalu ada banyak pedagang. Makanya kita juga diuntungkan untuk berbelanja setelah selesai atau sebelum melakukan ziarah,” paparnya.

Ia juga tau, para pedagang dadakan ini pastinya terkena biaya sewa tempat. Tetapi untuk masalah harga sewanya ia tidak mengetahui betul. “Suka kasian juga, soalnya saya bekas pengusaha dagang baju,” imbuhnya.

Menurutnya, kalau dengan harga sewa di Jalan Baros segitu masih mending, sebab waktu dulunya ketika ia pernah mengobrol-ngobrol dengan seorang pedagang saat haulan di Gentur, harga sewa lapak di sana sangatlah mahal. “Kata si pedagang sih dikenai biaya sewa Rp 1,5 Juta selama tiga hari di masa haulan. Ya wajar tidak wajar juga sih kang, sebab situasi haul di Gentur memang sangat banyak masyarakat yang kesannya. Disisi itu, ya kasian juga untuk pedagang yang dipatok dengan harga yang mahal,” tutup Rusiah. (yud)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top