Tiga Dosen Dapat Hibah Kemenristekdikti

FOTO: HERLANHERYADIE/RADARCIANJUR
BANGGA: Tiga Dosen FH Unsur yang resmi mendapat Hibah Bersaing dan Hibah Disertasi dari Kemenristekdikti.



CIANJUR – Tiga dosen FH Unsur dinyatakan resmi mendapat hibah dari pihak Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Mereka adalah Henny Nuraeni dan Tanti Kirana Utami yang berhasil memperoleh Hibah Bersaing, serta Cucu Solihah yang berhasil memperoleh Hibah Disertasi. Informasi yang dihimpun, kegiatan penelitian Hibah Bersaing dilaksanakan sebagai salah satu model penelitian kompetitif yang tergolong dalam kelompok penelitian mandiri yang lebih diarahkan untuk menciptakan inovasi dan pengembangan penelitian terapan.

Menurut Tanti, penelitian Hibah Bersaing harus berorientasi pada produk yang memiliki dampak ekonomi dalam waktu dekat. Produk juga dapat bersifat tak-benda (intangible), seperti kajian untuk memperbaiki kebijakan institusi pemerintah. Penelitian Hibah Bersaing juga diperuntukkan bagi dosen yang produktif dalam penelitiannya.

“Kami sangat merasa terbantu dengan anggaran dana Hibah Bersaing yang diberikan oleh Kemenristekdikti,” aku Tanti.

Tanti bersama Henny diektahui meneliti tentang “Model Penanganan Perdagangan Orang di Kabupaten Cianjur Melalui Pendekatan Humanis Dalam Rangka Membentuk Kemandirian Ekonomi” selama kurang lebih tiga tahun dimana tahun 2016 ini merupakan tahun terakhir mereka melakukan penelitian.

“Berdasarkan data dari P2TP2A, pada tahun 2014 jumlah tindak pidana perdagangan orang di Kabupaten Cianjur sangat tinggi. Kebanyakan korban berusia produktif. Kami lakukan penyuluhan-penyuluhan terhadap masyarakat hingga ke sekolah-sekolah,” sambungnya.


Setelah berangsur melakukan penelitian sambil mengadvokasi masyarakat, masih kata Tanti, akhirnya angka tindak pidana perdagangan orang di Cianjur bisa menurun secara bertahap. Ia berharap hasil penelitiannya dapat memberikan khazanah keilmuan terutama di bidang hukum seraya menjadi salah satu rujukan intansi terkait seperti pihak kepolisan, kejaksaan serta instansi lainnya. “Kami tentu sangat berharap ada dampak yang positif atas penelitian yang kami lakukan,” tutup Tanti optimis. (*/lan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top